Generasi Z kerap diasosiasikan dengan trading cepat, leverage tinggi, dan perburuan cuan instan. Namun, riset terbaru Binance justru memperlihatkan pola berbeda yang lebih dekat dengan akumulasi dan strategi menahan aset.
Gen Z Ternyata Lebih Suka Beli daripada Jual
Berdasarkan riset Binance Research yang dipublikasikan Rabu (12/08/2026), satu dari lima akun Gen Z pada direct equities tercatat belum pernah memasang order jual sejak mulai menggunakan platform tersebut.
Angkanya mencapai 22 persen, lebih tinggi dibanding Gen X sebesar 19 persen dan Baby Boomers 9 persen. Millennials masih memimpin dengan 30 persen akun yang belum pernah menjual.
Kecenderungan menahan aset juga terlihat pada bStocks. Pengguna Gen Z yang hanya membeli rata-rata melakukan 1,63 transaksi per bulan, jauh di bawah rata-rata pengguna lain sekitar 3,45 transaksi.

Temuan tersebut memberi gambaran bahwa sebagian Gen Z tidak sekadar masuk pasar untuk mengejar pergerakan cepat. Saat membeli aset, mereka justru terlihat lebih dekat dengan pola investasi jangka panjang.
“Gen Z mencatat rasio arus dana bersih sebesar 26,5 persen, dengan rata-rata net inflow mencapai US$1.898 per akun. Ketika Gen Z benar-benar menempatkan modal alih-alih sekadar trading, mereka secara konsisten berada di sisi pembeli,” jelas mereka.
Makin Jarang Trading, Gen Z Juga Menjauh dari Leverage
Kecenderungan tersebut semakin terlihat dari komposisi transaksi. Sebanyak 77 persen akun Gen Z pada direct equities tercatat sebagai net accumulator, sementara pada bStocks porsinya mencapai 76 persen.
Di sisi lain, frekuensi transaksinya relatif rendah. Binance mencatat Gen Z sebagai kelompok usia kerja dengan turnover terendah di tiga produk, termasuk rata-rata tiga transaksi bulanan pada bStocks.
Pada TradFi-Perps, Gen Z mencatat sekitar 13 transaksi per bulan, lebih rendah dibanding Millennials sebanyak 17 transaksi. Pada direct equities, angkanya delapan transaksi, berbanding sepuluh pada Millennials.
Pola tersebut menantang stereotip bahwa investor muda selalu identik dengan aktivitas trading hiperaktif. Kelompok trader sangat aktif memang tetap ada, tetapi bukan gambaran dominan dari keseluruhan pengguna Gen Z.

Perbedaan juga muncul ketika melihat penggunaan leverage. Sebanyak 88,2 persen akun Gen Z di TradFi-Perps tidak mencatat aktivitas pada instrumen leveraged atau inverse ETF sama sekali.
“Generasi yang paling sering diasosiasikan dengan leverage justru menggunakannya lebih sedikit dibanding Millennials, bahkan lebih rendah daripada kelompok usia lebih tua pada dua dari tiga produk,” tutur mereka.
Gen Z Makin Hati-hati, ETF Mulai Jadi Pilihan
Sikap tersebut tidak berarti Gen Z berhenti mencari peluang. Data Binance justru menunjukkan perhatian mereka mulai bergeser menuju instrumen tanpa leverage dan memiliki karakter yang lebih terdiversifikasi.
Pada direct equities, instrumen leveraged dan inverse ETF menyumbang 9,25 persen turnover selama Juli, tetapi kontribusinya terhadap net inflow bulanan hanya mencapai 3,93 persen.
Sementara itu, porsi volume equities Gen Z yang mengalir menuju ETF tanpa leverage meningkat dari 14,6 persen pada Juni menjadi 21,4 persen sepanjang Juli.
Pergerakan tersebut berlanjut pada awal Agustus dengan porsi mencapai 25 persen. Binance menegaskan periode dua bulan belum cukup untuk memastikan tren, tetapi perubahan arahnya mulai terlihat.

Pola ini memperlihatkan kontras menarik dengan stereotip investor muda. Alih-alih terus mengejar transaksi cepat dan leverage, sebagian Gen Z justru menunjukkan kecenderungan membeli, menahan, serta memilih instrumen investasi yang lebih terdiversifikasi.
Jika berlanjut, perilaku tersebut dapat memperkuat gambaran bahwa strategi investasi Gen Z mulai bergeser. Fokusnya bukan hanya seberapa cepat memperoleh keuntungan, tetapi juga bagaimana modal ditempatkan lebih lama.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


