Ripple memperoleh persetujuan resmi dari otoritas keuangan Abu Dhabi untuk penggunaan stablecoin RLUSD di tingkat institusional.
Financial Services Regulatory Authority (FSRA) yang beroperasi di bawah Abu Dhabi Global Market (ADGM) mengakui RLUSD sebagai Accepted Fiat-Referenced Token, menjadikannya stablecoin berbasis dolar AS pertama dari Ripple yang dapat digunakan dalam kegiatan keuangan teregulasi di kawasan tersebut.
Langkah ini menandai tonggak penting bagi Ripple dalam memperluas adopsi stablecoin yang patuh secara hukum dan memenuhi standar keuangan internasional.
Dengan status baru tersebut, entitas berlisensi di ADGM kini dapat memanfaatkan RLUSD untuk berbagai kegiatan, termasuk pembayaran lintas batas, layanan pinjaman, hingga penyelesaian transaksi keuangan antarbank.
Pengakuan Resmi dari Regulator Abu Dhabi
Dalam pernyataannya, FSRA menegaskan bahwa RLUSD memenuhi kriteria fiat-referenced token yang didukung penuh oleh aset riil dan diawasi secara transparan. Status ini menempatkan RLUSD sejajar dengan stablecoin global lain yang telah diakui secara institusional.
“Dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$1 miliar dan adopsi yang semakin luas dalam penggunaan keuangan inti seperti agunan dan pembayaran, RLUSD dengan cepat menjadi stablecoin USD pilihan bagi institusi-institusi besar,” ujar Wakil Presiden Senior Stablecoin di Ripple, Jack McDonald, dalam siaran pers.
RLUSD sendiri dirancang dengan cadangan penuh terhadap dolar AS dan aset likuid berkualitas tinggi, serta diaudit secara independen untuk menjaga kepercayaan publik.
Pengawasan reguler dari otoritas keuangan menjadi salah satu elemen utama yang membedakan RLUSD dari stablecoin lain yang belum memperoleh pengakuan hukum serupa.
Keputusan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk menjadi pusat inovasi finansial dan teknologi blockchain global.
ADGM selama ini dikenal sebagai kawasan keuangan yang proaktif dalam mengatur aset digital dan memfasilitasi eksperimen keuangan berbasis blockchain di bawah pengawasan yang ketat.
Langkah Strategis Ripple di Timur Tengah
Persetujuan FSRA terhadap RLUSD memperluas jejak Ripple di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Managing Director Ripple untuk Timur Tengah dan Afrika, Reece Merrick, menyebut bahwa keputusan ini menjadi validasi penting bagi kredibilitas perusahaan di mata regulator internasional.
“ADGM diakui secara global atas kepemimpinannya yang kuat dan berwawasan ke depan dalam hal regulasi, sehingga persetujuan ini memperkuat RLUSD sebagai stablecoin yang patuh dan memenuhi standar kepercayaan, transparansi, dan utilitas tertinggi,” ujar Merrick.
Persetujuan tersebut datang di tengah meningkatnya minat lembaga keuangan regional terhadap aset digital yang stabil dan teregulasi.
Dengan dukungan infrastruktur hukum yang kuat di ADGM, RLUSD berpotensi digunakan dalam penyelesaian transaksi internasional, remittance dan pembiayaan perdagangan lintas batas.
Selain itu, posisi Ripple yang telah lama fokus pada solusi pembayaran berbasis blockchain memberi perusahaan keunggulan strategis untuk menjembatani kebutuhan antara sistem keuangan tradisional dan aset digital.
RLUSD menjadi produk lanjutan dari upaya Ripple untuk memperkuat ekosistem keuangan global melalui tokenisasi aset yang lebih aman dan efisien.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



