Robert Kiyosaki: Banyak Investor Bitcoin Rugi Karena Alasan Ini

Koreksi harga Bitcoin kembali menguji mental para investor. Saat pasar masih bergerak penuh ketidakpastian, Robert Kiyosaki mengingatkan bahwa kerugian sering kali bukan disebabkan oleh aset yang dibeli, melainkan keputusan investasi yang didorong oleh euforia.

Penulis Rich Dad Poor Dad itu menilai banyak terjebak saat membeli Bitcoin karena hype dan FOMO. Menurutnya, tanpa pemahaman yang cukup, bahkan aset seperti BTC, emas, dan perak sekalipun dapat berubah menjadi sumber kerugian.

Investor Bisa Rugi Meski Membeli BTC, Emas, atau Perak

Lewat tweet yang diunggah pada Minggu (31/5/2026), Kiyosaki mengawali pesannya dengan mengkritik anggapan bahwa obligasi AS merupakan aset yang aman. Ia mengingatkan investor agar tidak menelan mentah-mentah narasi yang beredar di pasar.

“Jangan begitu saja menelan mentah-mentah omongan para perencana keuangan ketika mereka mengatakan obligasi pemerintah AS adalah aset yang aman,” ujarnya.

Menurut Kiyosaki, tidak ada instrumen investasi yang aman jika investor tidak memahami risikonya. Bahkan, ia menegaskan bahwa keputusan yang keliru dapat mengubah aset terbaik sekalipun menjadi sumber kerugian.

Robert Kiyosaki: Masa Sulit Mendekat, Bitcoin Bisa Jadi Penyelamat

Pandangan itu kemudian ia kaitkan dengan aset-aset yang selama ini dianggap sebagai penyimpan nilai, termasuk BTC. Menurutnya, kualitas aset tidak otomatis menjamin keuntungan bagi investor.

BACA JUGA:  Harga BTC Hari Ini Melemah ke US$79.500, Ada Risiko Koreksi Lanjutan?

“Ingat, bahkan emas, perak, dan Bitcoin bisa membuat kalian kehilangan uang jika dibeli hanya karena hype,” tambahnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Karena itu, Kiyosaki menilai kerugian sering kali bukan berasal dari aset yang dibeli, melainkan dari waktu dan alasan pembelian. Investor yang masuk pasar hanya karena FOMO atau melihat harga terus naik berisiko membeli di puncak euforia.

Koreksi Harga Bitcoin Jadi Pengingat Penting

Peringatan tersebut datang di saat yang cukup relevan. Bitcoin baru saja tertekan akibat sejumlah faktor negatif, mulai dari ketegangan geopolitik, arus keluar dana ETF, hingga gelombang likuidasi di pasar.

Kondisi ini membuat banyak trader waspada. Pelaku pasar juga terus mengamati apakah support level penting mampu bertahan setelah harga BTC turun tajam ke bawah level US$74.000.

Di tengah situasi tersebut, pesan Kiyosaki terasa berbeda dari biasanya. Selama ini ia dikenal sebagai pendukung BTC yang vokal dan kerap mendorong investor membeli aset langka saat pasar dilanda ketakutan.

BACA JUGA:  Harga BTC Hari Ini Tembus US$80.000, Rally Baru Dimulai?

Namun kali ini, fokusnya bukan pada potensi kenaikan harga. Kiyosaki justru menekankan pentingnya disiplin, edukasi finansial, dan pemahaman risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Robert Kiyosaki Soroti Langkah Jepang dan China

Selain membahas Bitcoin, Kiyosaki juga mengajak investor memperhatikan pergerakan modal global. Menurutnya, petunjuk penting sering kali terlihat dari ke mana uang dalam jumlah besar mengalir.

Ia mencontohkan bagaimana sejumlah pemegang besar obligasi pemerintah Amerika Serikat mulai mengurangi eksposur mereka terhadap instrumen tersebut.

“Saat ini banyak pemegang besar obligasi pemerintah AS, seperti Jepang dan China, sedang melepas obligasi mereka untuk membeli emas dan perak,” tegasnya.

Bagi Kiyosaki, fenomena tersebut layak dicermati karena dapat memberikan gambaran mengenai perubahan preferensi investor besar terhadap aset tertentu.

Robert Kiyosaki: Big Crash di Depan Mata, Saya Borong Bitcoin

Meski mendukung Bitcoin, emas, dan perak sebagai safe haven, Kiyosaki menegaskan bahwa aset paling berharga bukanlah instrumen investasi, melainkan pengetahuan dan kemampuan berpikir yang dimiliki setiap individu.

BACA JUGA:  Investor Ritel Bitcoin Menghilang? Data Ini Bongkar Faktanya

Karena itu, di tengah koreksi Bitcoin dan ketidakpastian ekonomi, ia menilai edukasi tetap menjadi senjata terbaik. Tanpa pemahaman yang memadai, bahkan aset terbaik sekalipun dapat berubah menjadi sumber kerugian.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait