Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali melontarkan peringatan keras. Ia menyebut crash saham terbesar dalam sejarah kini sudah di depan mata. Namun, alih-alih panik, Kiyosaki justru antusias dan memilih menambah Bitcoin.
Pernyataan itu ia sampaikan lewat tweet di X pada Selasa (17/02/2026). Dengan nada tegas, ia menegaskan bahwa krisis bukan sekadar ancaman, melainkan peluang besar bagi mereka yang telah bersiap.
Ramalan Lama, Peringatan Baru
Kiyosaki mengingatkan bahwa sejak 2013, melalui bukunya Rich Dad’s Prophecy, ia telah memperingatkan potensi crash besar di pasar saham. Kini, menurutnya, momen tersebut bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan sudah sangat dekat.
“Saya telah memperingatkan bahwa crash pasar saham terbesar dalam sejarah masih akan datang. Crash raksasa itu kini sudah di depan mata,” tulisnya.
Penulis buku ternama tersebut menegaskan bahwa mereka yang mengikuti peringatannya dan telah melakukan persiapan berpeluang menjadi sangat kaya ketika crash benar-benar terjadi.
Bitcoin Merah? Robert Kiyosaki Bilang Ini Justru Fase Penting
Sebaliknya, bagi yang tidak siap, kondisi ini bisa berubah menjadi mimpi buruk finansial. Dalam pandangannya, hasil akhirnya sepenuhnya ditentukan oleh strategi dan kesiapan masing-masing individu.
Menariknya, Robert Kiyosaki justru mengaku tidak sabar menyambut crash yang ia yakini akan terjadi di pasar saham. Ia melihat fase tersebut sebagai momen diskon besar-besaran di pasar keuangan.
Emas, Perak, Ethereum, dan Bitcoin Jadi Pilihan Kiyosaki
Di tengah peringatannya, Kiyosaki membeberkan strategi pribadinya. Ia mengaku memegang emas fisik, perak, Ethereum, dan Bitcoin. Hal ini menegaskan preferensinya pada aset riil serta kripto utama.
Khusus untuk Bitcoin, penulis buku Rich Dad Poor Dad tersebut menyatakan dirinya sangat optimistis. Ia bahkan membeli lebih banyak saat harga turun. Menurutnya, kelangkaan BTC menjadi alasan utama di balik keputusannya.
“Bitcoin hanya akan pernah berjumlah 21 juta koin dan saat ini hampir 21 juta sudah beredar. Mengerti maksudnya?” ujarnya.
Logikanya sangat sederhana. Kiyosaki menjelaskan bahwa ketika kepanikan melanda dan investor berbondong-bondong menjual, ia justru melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk menambah kepemilikan.
Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya
Bagi Kiyosaki, crash bukanlah akhir dari segalanya. Ia menyebut kejatuhan pasar sebagai momen ketika “priceless assets are going on sale.” Dengan kata lain, aset bernilai tinggi dijual murah akibat kepanikan.
Di penghujung pesannya, ia menegaskan bahwa krisis dapat membuat seseorang menjadi jauh lebih kaya jika dipahami sebagai peluang, bukan ancaman. Baginya, dalam setiap badai pasar selalu ada kesempatan bagi mereka yang siap dan mampu membaca arah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



