Robert Kiyosaki: Cash is Trash! Saatnya Pindah ke Bitcoin

Di tengah ketidakpastian ekonomi, Robert Kiyosaki kembali menyerukan agar masyarakat meninggalkan uang tunai. Ia menilai emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum lebih mampu menjaga nilai aset di tengah inflasi. 

Robert Kiyosaki Kembali Serukan Beli Bitcoin

Lewat unggahan di X pada Jumat (13/06/2026), Robert Kiyosaki mengawali pesannya dengan pertanyaan sederhana, yakni seberapa besar nilai US$1 triliun. Menurutnya, angka tersebut menggambarkan besarnya uang yang dapat diciptakan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa menghabiskan US$1 setiap menit akan memerlukan waktu 34 ribu tahun untuk mencapai US$1 triliun. Sebaliknya, The Fed dan Departemen Keuangan AS dinilai bisa menciptakan jumlah itu hanya dalam hitungan menit.

Lewat ilustrasi tersebut, Kiyosaki kembali mengkritik konsep dasar mata uang fiat dan menilai pencetakan uang yang masif akan terus menggerus nilai uang tunai dari waktu ke waktu.

BACA JUGA:  Canggih! Beli Bitcoin Kini Bisa Langsung via ChatGPT

“Mereka yang menyimpan dolar adalah pihak yang kalah. Uang tunai itu sampah. Tukarkan uang tunai Anda dengan emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum agar menjadi pemenang,” tulis Kiyosaki dalam unggahannya.

Robert Kiyosaki: Inflasi Melonjak, Saatnya Lirik Bitcoin

Pernyataan tersebut konsisten dengan pandangannya mengenai inflasi. Pada Mei lalu, Kiyosaki menyebut inflasi sebagai “pencuri senyap” yang menggerus kekayaan, salah satunya akibat konflik geopolitik yang memicu kenaikan harga energi.

“Selama perang di Iran terus berlangsung, kenaikan harga minyak akan memicu inflasi dan membuat uang fiat kehilangan daya beli,” tulisnya saat itu.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurut Kiyosaki, kondisi tersebut menjadi alasan mengapa aset dengan pasokan terbatas seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan nilai dibanding uang tunai yang terus tergerus inflasi.

Pasar Kripto Tertekan, Kiyosaki Tetap Optimistis

Meski pasar kripto masih berada dalam tekanan, hal itu tidak mengubah pandangan Kiyosaki terhadap Bitcoin dan Ethereum. Ia tetap meyakini keduanya mampu menjaga nilai aset di tengah inflasi dan crash.

BACA JUGA:  Kacau! Aktivitas Investor Ritel Bitcoin Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

BTC dan ETH masih bergerak di bawah level ATH setelah mengalami koreksi dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan berasal dari kebijakan moneter ketat The Fed, arus keluar dana ETF, dan ketegangan geopolitik.

Meski demikian, Robert Kiyosaki tetap memasukkan Bitcoin dan Ethereum bersama emas serta perak sebagai aset yang menurutnya berpotensi menjaga daya beli dalam jangka panjang.

Ia berulang kali menyebut aset dengan pasokan terbatas memiliki karakteristik lebih baik dibanding uang fiat yang dapat terus dicetak sehingga nilainya berpotensi tergerus oleh inflasi.

Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya

Meski Kiyosaki tetap optimistis, pergerakan harga Bitcoin dan juga Ethereum dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi kondisi ekonomi global, kebijakan bank sentral, dan sentimen investor.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait