Robert Kiyosaki: Inflasi Melonjak, Saatnya Lirik Bitcoin

Inflasi kembali jadi sorotan. Bukan sekadar angka di laporan ekonomi, tapi ancaman nyata yang diam-diam menggerus nilai uang. Robert Kiyosaki kembali angkat suara, dan kali ini pesannya lebih tegas: lindungi kekayaan sebelum terlambat.

Inflasi yang Diam-Diam Menggerus Kekayaan

Lewat sebuah tweet yang diunggah pada Kamis (14/05/2026), Robert Kiyosaki menyebut inflasi sebagai “pencuri senyap” yang bekerja tanpa disadari. Ia menegaskan ada dua penyebab utama yang membuat uang terus kehilangan daya beli.

Pertama, konflik geopolitik, khususnya ketegangan di Iran. Selama konflik, harga minyak berpotensi terus naik. Efek dominonya jelas, biaya produksi meningkat, harga barang ikut naik, dan pada akhirnya nilai uang semakin tertekan.

“Selama perang di Iran terus berlangsung, kenaikan harga minyak akan memicu inflasi dan membuat uang fiat kehilangan daya beli,” tulisnya.

Konflik Iran Memanas, Robert Kiyosaki Ramal Bitcoin Meledak

Kedua, masalah klasik yang tak kunjung selesai, yaitu utang negara. Menurut Kiyosaki, beban utang yang membengkak mendorong pemerintah untuk mencetak uang. Ia menyebutnya sebagai “fake money” yang justru mempercepat inflasi.

BACA JUGA:  Bitcoin Hari Ini: Pasokan Diserap ETF, Tapi Ada Sinyal Tak Biasa

Kombinasi dua faktor ini menciptakan tekanan berlapis. Di satu sisi, biaya hidup terus naik. Di sisi lain, nilai tabungan menurun. Tanpa langkah antisipasi, kekayaan bisa terkikis perlahan. Karena itu, ia mengingatkan agar tidak bersikap pasif.

Bitcoin dan Aset Nyata Jadi Pelindung

Sebagai solusi dari tekanan inflasi, Robert Kiyosaki kembali mendorong investasi pada apa yang ia sebut sebagai “real money”. Daftarnya mencakup emas, perak, serta aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Berinvestasilah pada uang yang nyata, seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum, aset yang berpotensi meningkat daya belinya, sementara uang palsu mencuri kekayaan mereka yang tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.

Menurutnya, aset-aset tersebut memiliki karakter berbeda dibanding uang fiat. Ketika suplai uang terus bertambah, aset dengan jumlah terbatas justru berpotensi mengalami kenaikan nilai dalam jangka panjang.

Robert Kiyosaki: Masa Sulit Mendekat, Bitcoin Bisa Jadi Penyelamat

Pandangan ini sejalan dengan pernyataannya sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan, Kiyosaki menilai masa sulit justru membuka peluang. Ia bahkan menyebut potensi “great depression” sebagai momen untuk mengakumulasi aset berkualitas.

BACA JUGA:  Smart Money Mulai Jual, Harga Bitcoin Terancam Koreksi Tajam

Alih-alih panik, ia memilih pendekatan berbeda. Saat banyak orang mulai menjual, ia justru membeli. Baginya, kekayaan besar sering lahir di tengah krisis.

Pada akhirnya, pesan yang ingin ia sampaikan cukup jelas. Inflasi mungkin tidak terhindarkan, tetapi dampaknya bisa diminimalkan. Pertanyaannya sekarang, tetap diam atau mulai bertindak?

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait