Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali memperingatkan ancaman krisis ekonomi global. Di tengah risiko resesi dan gelombang PHK, ia kembali menyoroti Bitcoin sebagai aset yang dinilai mampu membantu bertahan di masa sulit.
Robert Kiyosaki Soroti Ancaman Krisis Pensiun
Dalam unggahannya pada Rabu (06/05/2026), Robert Kiyosaki menyinggung apa yang ia sebut sebagai “Boomers Retirement Disaster.” Ia mengaku sudah melihat ancaman tersebut sejak 1974, jauh sebelum mayoritas orang menyadarinya.
Menurut Kiyosaki, tahun 2026 berpotensi menjadi masa sulit bagi jutaan orang yang memasuki usia pensiun. Ia memperingatkan risiko kehilangan pekerjaan, tekanan finansial, hingga ancaman kehilangan tempat tinggal.
“Pada 2026 jutaan Boomers akan kehilangan pekerjaan dan menghadapi masalah finansial… banyak yang bisa menjadi tunawisma,” tulisnya.
Ia juga kembali menyinggung dua buku lamanya, yakni Retire Young Retire Rich dan Who Stole My Pension?. Menurutnya, buku tersebut dibuat sebagai peringatan agar mempersiapkan masa depan finansial lebih awal.
Menariknya, Kiyosaki kembali menegaskan pentingnya memiliki aset tertentu sebagai fondasi perlindungan. Baginya, aset-aset tersebut dinilai lebih mampu bertahan ketika ekonomi global mulai goyah.
“Selama bertahun-tahun saya merekomendasikan emas fisik, perak, Bitcoin, dan Ethereum sebagai fondasi masa depan finansial Anda. Tolong bersiap dan jaga diri baik-baik,” tegasnya.
Nada pesimistis Kiyosaki sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun ini, ia konsisten memperingatkan rapuhnya sistem keuangan global, utang yang membengkak, serta ancaman inflasi yang terus menghantui ekonomi dunia.
Crash Besar Dinilai Jadi Peluang Emas
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Selasa (28/04/2026), Kiyosaki juga membuat pernyataan yang cukup menarik. Ia mengatakan dunia kemungkinan sedang menuju “great depression” baru.
Namun, alih-alih takut, Kiyosaki mengaku justru menjadi lebih kaya setiap kali krisis terjadi. Ia menyinggung berbagai crash besar mulai dari 1987 hingga 2022 dan menilai pola serupa berpotensi kembali terjadi dalam waktu dekat.
“Dalam crash besar 2026–2027 mendatang, saya berencana menjadi lebih kaya, bukan lebih miskin. Saya berharap hal yang sama terjadi pada kalian. Saat crash, resesi, dan depresi terjadi, aset-aset berkualitas biasanya dijual murah,” tuturnya.
Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya membeli aset seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum ketika mayoritas orang panik. Dalam pandangannya, kekayaan besar sering lahir di tengah kondisi ekonomi yang kacau.
Bitcoin Masih Jadi Andalan Kiyosaki
Pandangan tersebut sebenarnya sejalan dengan pernyataan Kiyosaki pada Februari 2026 lalu. Saat itu, ia menyebut “big crash” sudah berada di depan mata, tetapi dirinya justru memilih membeli Bitcoin.
Alih-alih melihat penurunan sebagai ancaman, ia menganggapnya sebagai peluang membeli aset berkualitas dengan murah. Ia juga menyoroti kelangkaan Bitcoin sebagai alasan utama potensi jangka panjang BTC.
“Aset Bitcoin hanya akan pernah berjumlah 21 juta koin dan saat ini hampir seluruhnya sudah beredar,” ujarnya kala itu.
Robert Kiyosaki: Big Crash di Depan Mata, Saya Borong Bitcoin
Logika Kiyosaki cukup sederhana. Ketika kepanikan melanda dan investor menjual aset, ia justru memilih masuk. Strategi itulah yang membuat dirinya mampu bertahan dan menjadi lebih kaya dalam berbagai periode crash.
Saat banyak orang mulai khawatir menghadapi potensi krisis berikutnya, ia justru kembali menempatkan Bitcoin sebagai salah satu aset utama untuk menghadapi masa sulit yang menurutnya sudah semakin dekat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


