Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya

Investor sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, pada Jumat (6/2/2026) menyatakan memilih menahan diri untuk kembali membeli Bitcoin dan emas hingga terbentuk level harga bottom baru.

Dalam pernyataannya, Kiyosaki mengungkapkan bahwa saat ini ia tengah menunggu momentum yang tepat untuk kembali masuk ke pasar.

Ia menyebut telah menghentikan pembelian perak sejak harga mencapai US$60, Bitcoin di level US$6.000, serta emas di kisaran US$300, yang memicu tanda tanya di antara warganet karena level beli emas dan BTC yang terlalu rendah.

Kemungkinan, angka tersebut di US$60.000 untuk BTC dan US$3.000 untuk emas. Namun, hingga saat artikel ini disusun, Kiyosaki belum memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Selain itu, Kiyosaki juga mengaku telah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin dan emasnya, meskipun tidak sepenuhnya nyaman dengan keputusan tersebut karena adanya kewajiban pajak atas keuntungan modal.

“Keuntungan itu dibuat saat membeli, bukan saat menjual,” tulis Kiyosaki.

BACA JUGA:  Jadi Sorotan Baru, Token Monad Meroket Lebih dari 12 Persen

Ia menegaskan akan kembali melakukan pembelian jika harga aset tersebut mencapai level yang menurutnya lebih ideal.

Untuk perak, Robert Kiyosaki menargetkan harga di sekitar US$74, sementara emas di level US$4.000 dan tidak menyebutkan target harga bottom untuk BTC. Sementara itu, ia menyatakan masih memiliki cukup Ethereum untuk saat ini.

Pernyataan tersebut muncul di tengah volatilitas pasar kripto dan logam mulia, yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter global serta tekanan dari sektor keuangan.

Strategi Menunggu di Tengah Tekanan Likuiditas Global

Redaksi sebelumnya menyoroti pandangan Kiyosaki yang menilai bahwa pelemahan Bitcoin belakangan ini bukan disebabkan oleh kegagalan teknologi maupun melambatnya adopsi, melainkan akibat mengetatnya likuiditas global. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi faktor utama yang menekan berbagai kelas aset berisiko.

Kiyosaki menegaskan bahwa bank sentral memegang kendali utama atas likuiditas di sistem keuangan. Ketika kebijakan moneter diperketat, aset berisiko cenderung tertekan lebih dulu. Saham melemah, sektor teknologi terpukul, dan pasar kripto ikut terseret dalam tekanan yang bersifat sistemik.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Anjlok, Kenapa Strategy Belum Panik?

Dalam situasi tersebut, Robert Kiyosaki memilih menerapkan strategi wait and see hingga pasar menemukan titik keseimbangan baru. Ia menilai, membeli aset pada harga yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan risiko kerugian ketika terjadi koreksi lanjutan.

Selain itu, ia juga mengingatkan investor agar tidak terjebak dalam sikap serakah. Dalam beberapa pernyataannya, Kiyosaki kerap menekankan pentingnya disiplin, kesabaran dan pengelolaan risiko dalam menghadapi fluktuasi pasar.

Tekanan Institusional dan Risiko Sistemik Pasar

Selain faktor likuiditas, Kiyosaki juga menyoroti tekanan yang terjadi di level institusional. Ia menilai dana besar dan entitas yang menggunakan leverage tinggi berada dalam posisi rentan ketika pasar mengalami tekanan.

Menurutnya, ketika margin call terjadi, tekanan jual akan semakin dalam dan mempercepat penurunan harga sebagai bagian dari proses pembersihan pasar. Kondisi tersebut membuat volatilitas meningkat dan memperpanjang fase koreksi, termasuk di pasar kripto dan emas.

BACA JUGA:  Anak Purbaya Sebut Emas Bisa Diproduksi Massal, Mungkinkah?

Di sisi lain, Kiyosaki juga mengaitkan kondisi pasar saat ini dengan meningkatnya beban utang AS. Ia menyebut utang nasional yang terus membengkak berpotensi memperburuk stabilitas ekonomi dalam jangka panjang. Situasi tersebut, menurutnya, dapat berdampak langsung terhadap nilai mata uang dan daya beli masyarakat.

Dalam konteks ini, Kiyosaki kembali menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan bagi investor. Ia mendorong pelaku pasar untuk terus memantau perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, serta dinamika sektor keuangan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia