Robert Kiyosaki memprediksi harga perak berpotensi menembus level US$200 per troy ounce pada 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Penulis buku Rich Dad Poor Dad itu juga menyatakan tetap menambah kepemilikan Bitcoin sebagai strategi menghadapi tekanan inflasi, lonjakan utang negara, serta pelemahan nilai mata uang fiat.
Kiyosaki menilai perak, emas dan Bitcoin sebagai aset utama untuk menjaga nilai kekayaan dalam situasi ekonomi yang tidak stabil.
Ia menyoroti peran perak yang semakin vital dalam industri teknologi modern, termasuk sektor energi terbarukan, elektronik dan kendaraan listrik. Menurutnya, kondisi tersebut membuat permintaan perak meningkat secara struktural, bukan sekadar bersifat spekulatif.
Dalam pernyataannya, Robert Kiyosaki menegaskan bahwa emas dan perak telah berfungsi sebagai alat tukar dan penyimpan nilai selama ribuan tahun. Ia juga membandingkan posisi perak di era teknologi saat ini dengan peran besi pada masa Revolusi Industri.
“Pada tahun 1990, harga perak sekitar US$5,00. Saat ini, pada tahun 2026, harga perak adalah US$92 dan semakin penting sebagai logam struktural masa depan ekonomi dunia sebagai penyimpan nilai dan sebagai uang,” ungkap Kiyosaki.
Ia juga menyebut bahwa perak kini tidak hanya berfungsi sebagai komoditas, tetapi juga sebagai penyimpan nilai dan alat lindung terhadap inflasi.
Selain fokus pada perak, Robert Kiyosaki juga tetap konsisten mengakumulasi Bitcoin. Pada November lalu, ia diperkirakan memprediksi bahwa harga Bitcoin berpotensi mencapai US$250.000 di masa depan. Optimisme tersebut disampaikannya meskipun ia mengingatkan adanya risiko besar di pasar tradisional.
Kiyosaki menilai Bitcoin memiliki peluang menjadi aset utama di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus berperan sebagai pelindung kekayaan jangka panjang di tengah volatilitas tinggi.
Pada Jumat (23/1/2026), Kiyosaki kembali menegaskan bahwa fluktuasi harga jangka pendek bukan menjadi fokus utamanya.
“Saya tidak peduli dengan naik turunnya harga Bitcoin, emas, atau perak dalam jangka pendek… Karena saya tahu utang AS terus meningkat dan daya beli dolar yang kian melemah,” ujar Kiyosaki melalui postingan di media sosial.
Ia menambahkan bahwa dirinya terus membeli aset keras sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis ekonomi.
Perak sebagai Logam Struktural Era Teknologi
Robert Kiyosaki menyoroti perubahan fungsi perak di era modern. Ia menyebut perak kini memiliki posisi strategis sebagai bahan baku utama dalam teknologi panel surya, baterai, perangkat elektronik, serta industri kendaraan listrik. Kondisi tersebut dinilai mendorong peningkatan permintaan jangka panjang yang relatif stabil.
Kiyosaki juga mengaitkan lonjakan harga perak dengan meningkatnya kebutuhan global terhadap energi bersih dan digitalisasi. Ia memandang perak sebagai “logam struktural ekonomi masa depan” yang berperan penting dalam menopang pertumbuhan industri berbasis teknologi.
Berdasarkan perkembangan tersebut, ia tetap pada proyeksinya bahwa harga perak berpotensi mencapai US$200 per ons pada 2026.
Sejumlah analis mencatat bahwa pergerakan harga perak dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi oleh kombinasi permintaan industri, inflasi global, serta ketidakpastian geopolitik. Meski demikian, proyeksi Kiyosaki dinilai cukup agresif mengingat volatilitas pasar komoditas yang masih tinggi.
Konsistensi Strategi Investasi Bitcoin dan Aset Keras
Di tengah gejolak pasar keuangan global, Robert Kiyosaki tetap mempertahankan strateginya dengan mengalokasikan dana pada aset keras, yakni emas dan perak, serta aset digital Bitcoin. Ia memandang ketiga aset tersebut sebagai pelindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan mata uang.
Kiyosaki juga menyoroti meningkatnya utang pemerintah AS sebagai faktor utama yang berpotensi menekan stabilitas ekonomi global. Menurutnya, kebijakan moneter longgar dan ekspansi fiskal yang berkepanjangan dapat melemahkan daya beli dolar dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, Bitcoin diposisikan sebagai alternatif sistem keuangan yang lebih tahan terhadap intervensi kebijakan. Kiyosaki menilai karakteristik pasokan terbatas Bitcoin menjadikannya aset strategis di tengah ketidakpastian global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



