Robert Kiyosaki, investor dan penulis buku terkenal Rich Dad, Poor Dad menyarankan masyarakat untuk beralih dari emas ke perak dan Bitcoin.
“Harga perak masih sekitar US$25 per ons. Berikutnya menjadi US$50. Banyak orang mampu membeli di harga itu. Namun, jika Anda punya uang, beralihlah ke Bitcoin yang sedang bergerak naik. Saya sendiri bergerak keluar sedikit dari pasar emas dan beralih ke perak dan Bitcoin,” tulis melalui Twitter, 28 Juli 2020 lalu.
Hal itu ia sampaikan merujuk komentar investor emas asal Amerika Serikat, Dennis Gartman di Bloomberg beberapa hari lalu.
Dennis Gartman respected gold bull is out of gold. Thinks gold price has peaked. I agree. Silver still around $25 Oz. $50 next? Everyone can afford. If you have money Bitcoin is moving up. I am out of gold loading on silver and Bitcoin. What are you doing? Got silver and Bitcoin?
— therealkiyosaki (@theRealKiyosaki) July 28, 2020
Gartman mengatakan pasar emas sudah terlalu ramai, terkait dengan harganya sudah menembus rekor harga sepanjang masa. Kemunculan Gartman di media itu, setelah tiga bulan lalu ia mengatakan bahwa harga emas akan melejit. Dan ia benar.
“Terlalu banyak orang yang tiba-tiba masuk di pasar emas. Menurut saya sebagian besar orang harus keluar dari pasar itu untuk sementara,” kata Gartman, menambahkan bahwa dia mungkin bersemangat masuk lagi ke emas lagi jika turun ke level US$1.775 per troy ons.
Saran Kiyosaki untuk membeli perak serta Bitcoin patut diperhatikan, mengingat fakta belum lama ini bahwa trader perak lebih tertarik untuk mengakumulasi perak asli yang fisik daripada berspekulasi pada harganya di pasar derivatif.
Dengan kata lain, Bitcoin mungkin memiliki keunggulan komparatif, mengingat alasan yang menyebabkan Gartman keluar dari pasar emas. Bitcoin yang merupakan bagian dari aset kripto di pasar yang sedang berkembang itu, dapat menjadi pilihan yang menarik untuk mendiversifikasi risiko. [Decrypt/red]