Robinhood Cetak Rekor, 500 Saham Ditokenisasi di Arbitrum

Robinhood mencatat langkah ekspansi besar dalam inisiatif tokenisasi aset setelah meluncurkan 500 kontrak saham yang ditokenisasi baru di jaringan Arbitrum hanya dalam satu hari.

Berdasarkan data Arbiscan, peristiwa ini terjadi dalam 24 jam terakhir dan menjadikan Robinhood sebagai salah satu pihak yang paling agresif dalam mengembangkan ekosistem aset dunia nyata (RWA) berbasis blockchain.

Dengan penambahan tersebut, total kontrak saham tokenisasi Robinhood di Arbitrum kini mendekati sekitar 2.000 kontrak, sekaligus mencetak rekor baru untuk jumlah deployment kontrak tokenisasi dalam satu hari pada jaringan tersebut.

tokenisasi di arbitrum

IKLAN
Chat via WhatsApp

Rekor Baru dan Perluasan Infrastruktur Tokenisasi

Langkah ini terkonfirmasi melalui aktivitas on-chain, di mana seluruh kontrak diluncurkan dari satu alamat yang dikaitkan dengan label “Robinhood: Deployer.” Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas bukan berasal dari perdagangan pengguna ritel, melainkan dari proses pengembangan infrastruktur internal yang terencana.

BACA JUGA:  8 Hal Menarik soal Keterkaitan Coinbase dan Jeffrey Epstein

Tokenisasi dilakukan melalui skema factory deployment, sebuah metode yang memungkinkan peluncuran ratusan hingga ribuan kontrak secara otomatis, cepat dan efisien. Biaya implementasi per kontrak dilaporkan sangat rendah, diperkirakan hanya beberapa sen.

Token-token tersebut mewakili berbagai saham dan produk keuangan seperti ETF dalam bentuk aset digital on-chain. Dengan bentuk token, aset dapat diproses secara lebih fleksibel di jaringan blockchain, memungkinkan transaksi berlangsung lebih efisien dengan biaya yang lebih ringan dibandingkan sistem keuangan tradisional.

Peluncuran massal ini menandakan bahwa Robinhood telah memasuki fase lanjutan dalam pengembangan ekosistem tokenisasi setelah sebelumnya membangun fondasi sistem secara bertahap.

Sejumlah laporan industri sebelumnya juga menyebutkan bahwa nilai pasar tokenized stocks di Arbitrum telah mencapai kisaran puluhan juta dolar AS.

Hal ini menandakan adanya minat pengguna dan pembentukan pasar yang mulai berkembang, sekalipun tahap saat ini masih lebih banyak berada pada fase teknis dan persiapan infrastruktur dibandingkan aktivasi penuh untuk perdagangan publik.

BACA JUGA:  Robinhood Bertemu OJK, Siapkan Ekspansi Besar ke Indonesia

Arbitrum Perkuat Posisi Sebagai Basis Pengembangan RWA

Pengembangan ini secara langsung mengukuhkan Arbitrum sebagai salah satu pusat penting bagi implementasi tokenisasi aset dunia nyata.

Sebagai jaringan layer-2 berbasis Ethereum, Arbitrum menawarkan kecepatan, skalabilitas, dan biaya transaksi yang lebih rendah, sehingga dinilai ideal untuk menampung deployment aset tokenisasi dalam jumlah besar.

Robinhood memanfaatkan kondisi tersebut untuk membangun ekosistem aset berbasis blockchain dengan skala lebih luas.

Namun, meskipun jumlah kontrak melonjak signifikan, belum terlihat lonjakan tajam pada aktivitas perdagangan atau volume transaksi langsung setelah peluncuran.

Hal ini menunjukkan bahwa peluncuran 500 kontrak tersebut lebih diarahkan pada perluasan fondasi teknis sebelum memasuki fase operasional yang sepenuhnya terbuka bagi pengguna. Dengan demikian, proses yang terlihat saat ini merupakan bagian dari strategi penyusunan ekosistem jangka panjang.

BACA JUGA:  Cegah FOMO, Indodax Perkuat Edukasi Kripto di Indonesia

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia