Robinhood Chain Cetak Rekor TVL, 3 Platform Ini Jadi Penyumbang Terbesarnya!

Robinhood Chain cetak rekor TVL baru senilai US$637,9 juta pada 29 Juli 2026, didorong oleh siklus kredit Robinhood Earn yang melibatkan Morpho, Ethena, dan Maple sebagai tiga penyumbang terbesar. Yuk, simak kondisi terbaru Robinhood Chain dan risiko dari kenaikan TVL ini selengkapnya!

BACA JUGA: 5 Wallet Robinhood Chain Terbaik untuk Trading di 2026!

Robinhood Chain Cetak Rekor TVL Sepuluh Hari Beruntun

Kalau kamu mengikuti perkembangan Robinhood Chain belakangan ini, kamu pasti sadar angkanya naik terus tanpa henti. Melansir data dari Artemis, total value locked (TVL) di Robinhood Chain mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di angka US$637,9 juta pada 29 Juli 2026.

Menariknya, ini bukan lonjakan sesaat, karena rekor serupa juga tercipta pada sembilan hari sebelumnya secara berturut-turut. Sejak 30 Juni 2026, TVL rantai ini sudah melonjak hingga 14 kali lipat.

Robinhood Chain sendiri baru resmi meluncur pada 1 Juli 2026 sebagai jaringan layer-2 berbasis Arbitrum Orbit yang terhubung ke Ethereum.

Kalau kamu bertanya apa yang sebenarnya membuat TVL ini terus naik, jawabannya bukan sekadar hype token meme, melainkan sebuah struktur kredit yang saling terhubung yang dikenal sebagai Robinhood Earn.

BACA JUGA:  Sadis! Cuan Rp21,5 Miliar Kurang dari 24 Jam, Trader Kripto Ini Bikin Melongo!

Apa Penyebab Di Balik Rekor TVL Robinhood Chain Ini?

Robinhood Earn pada dasarnya adalah fitur yang memungkinkan kamu meminjamkan stablecoin USDG lewat sebuah vault yang dikurasi oleh Steakhouse Financial, lalu dana itu dipinjam oleh pihak lain dengan jaminan (kolateral) yang berasal dari pasar Ethena, Maple, dan Spark. Bunga dari peminjam inilah yang menjadi sumber imbal hasil bagi kamu sebagai pemberi pinjaman.

Tampilan Laman Resmi Robinhood Earn
Tampilan Laman Resmi Robinhood Earn.

Struktur inilah yang membuat angka TVL terlihat besar, karena satu dolar dana yang kamu setorkan lewat Earn sebenarnya tercatat dua kali di level rantai, yakni sekali sebagai ukuran pasar di Morpho, dan sekali lagi sebagai TVL di aset kolateralnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sekitar tiga perempat dari rekor TVL saat ini berasal dari satu siklus pinjaman ini saja. Meski begitu, dana ini tergolong lebih “lengket” alias stabil dibanding volume trading di bursa terdesentralisasi (DEX), karena mengejar imbal hasil jangka panjang, bukan sekadar transaksi cepat.

Menariknya, angka rekor US$637,9 juta dari Artemis ini jauh lebih tinggi dibanding data pertengahan Juli dari DeFiLlama yang hanya sekitar US$210 juta, sebagaimana juga tercatat dalam laporan CryptoTimes. Perbedaan ini wajar terjadi karena masing-masing penyedia data punya metodologi berbeda dalam menghitung TVL suatu rantai.

Tiga Platform Penyumbang TVL Terbesar di Robinhood Chain

Kalau kamu penasaran platform mana saja yang paling banyak menyumbang ke rekor TVL ini, berikut rinciannya seperti dilansir oleh laman Artemis.

Platform Penyumbang TVL Terbesar di Robinhood Chain

BACA JUGA: 10 Proyek di Robinhood Chain yang Harus Kamu Pantau!

1. Morpho

Morpho menjadi penyumbang terbesar dengan TVL mencapai US$254,4 juta atau setara 39,9 persen dari total TVL Robinhood Chain, setelah bertambah US$40 juta hanya dalam sepekan terakhir.

Sebagai lapisan lending di balik Robinhood Earn, hampir seluruh dana di Morpho berasal dari aset yang dipinjamkan, dengan tingkat utilisasi mencapai 88,6 persen alias hampir seluruh dana sudah dipinjamkan ke pihak lain.

2. Ethena

Menempati posisi kedua, Ethena memiliki TVL sebesar US$188,1 juta atau 29,5 persen dari total TVL, bertambah US$26 juta dalam sepekan. Dana ini sebagian besar berasal dari kolateral yang digunakan peminjam di Morpho, dan menariknya, benih awal dari seluruh pertumbuhan ini datang dari setoran Ethena senilai US$50 juta ke vault USDG Steakhouse pada awal Juli lalu.

3. Maple

Maple berada di posisi ketiga dengan TVL US$56,3 juta atau 8,8 persen dari total TVL, naik US$10,8 juta dalam sepekan terakhir. Sama seperti Ethena, dana di Maple juga banyak berperan sebagai kolateral dalam siklus pinjaman Morpho.

Kalau kamu jumlahkan pertumbuhan ketiga platform ini dalam sepekan terakhir, totalnya mencapai US$38,7 juta, bergerak nyaris seiring sejalan dengan pertumbuhan Morpho itu sendiri. Ini menunjukkan betapa eratnya keterkaitan antara ketiganya dalam menopang rekor TVL Robinhood Chain.

Dari Mana Modal Sebesar Ini Sebenarnya Berasal?

Pertumbuhan ini ternyata bukan berasal dari dana yang di-bridge langsung oleh investor ritel, melainkan dari pasokan stablecoin yang terus bertambah. Total pasokan stablecoin on-chain kini mencapai US$503,5 juta, terdiri dari USDG sebesar US$313,3 juta dan USDe milik Ethena sebesar US$190,2 juta.

Sementara itu, dana yang tertahan di bridge resmi (canonical bridge escrow) mencapai US$244,9 juta dengan arus masuk bersih positif setiap hari sepanjang bulan ini.

Sebagai gambaran seberapa cepat pertumbuhan ini terjadi sejak awal, melansir laman Bitget, TVL Robinhood Chain baru menyentuh US$39 juta tiga hari setelah peluncuran, lalu melesat melewati US$400 juta hanya dalam hitungan minggu berikutnya.

Sayangnya, tidak semua sektor ikut tumbuh secepat itu. Lighter, platform perdagangan derivatif (perps) yang sempat menjadi protokol terbesar di Robinhood Chain pada hari peluncuran, justru turun US$1,6 juta dalam sepekan dan kini berada di posisi keenam.

Sementara itu, sektor aset dunia nyata yang ditokenisasi (tokenized RWA) yang sebenarnya menjadi tujuan jangka panjang Robinhood Chain, masih tergolong kecil di angka US$27,4 juta atau hanya 4,3 persen dari total TVL.

BACA JUGA:  Bitwise Bocorkan Peluang Investasi Terbesar di Bull Market Kripto Selanjutnya

Risiko Di Balik Rekor TVL Robinhood Chain Ini

Meski terlihat mengesankan, kamu tetap perlu waspada terhadap beberapa risiko yang mengintai di balik rekor ini. Dengan tingkat utilisasi Morpho yang sudah mencapai 90 persen, artinya dana yang tersedia untuk dipinjamkan nyaris habis.

Tingkat utilisasi USDG di Morpho
Tingkat utilisasi USDG di Morpho.

Rekor baru ke depannya hanya bisa tercipta kalau ada setoran USDG segar, bukan sekadar daur ulang dana yang sudah ada, sementara sisi peminjamannya sendiri cukup terkonsentrasi pada kolateral dari Ethena, Maple, dan Spark saja.

Risiko lain yang perlu kamu perhatikan adalah soal subsidi gas dari Robinhood yang akan berakhir pada akhir September 2026. Momen ini akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah aktivitas on-chain yang sempat mencatat 294.800 pengguna aktif harian bisa bertahan tanpa subsidi, dan apakah dana Earn tetap betah mengendap begitu insentif dari modal awal mulai memudar.

Melansir laman CryptoRank, pertumbuhan Robinhood Chain memang jauh melampaui rata-rata pertumbuhan TVL industri DeFi secara keseluruhan yang hanya sekitar 15 persen pada periode yang sama.

Namun, pertumbuhan secepat itu juga membawa risiko tersendiri, mulai dari potensi kepadatan jaringan hingga kebutuhan audit keamanan yang lebih ketat seiring makin banyaknya protokol baru yang terintegrasi.

BACA JUGA:  Gas Fee Ethereum vs Robinhood Chain, Siapa yang Lebih Murah?

Akankah Robinhood Chain Mampu Mempertahankan Momentum Rekor TVL-nya?

Singkatnya, rekor TVL Robinhood Chain di angka US$637,9 juta sebagian besar ditopang oleh satu siklus kredit yang saling terkait antara Morpho, Ethena, dan Maple lewat produk Robinhood Earn.

Modal ini datang dari pertumbuhan pasokan stablecoin yang stabil, bukan dari bridging dana ritel biasa. Meski begitu, tingkat utilisasi yang hampir penuh dan berakhirnya subsidi gas pada akhir September menjadi dua hal yang patut kamu pantau ke depannya.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait