Robinhood Chain resmi menyalip Base dalam jumlah pengguna aktif harian hanya tiga minggu setelah mainnet-nya diluncurkan, sebuah pencapaian yang menunjukkan betapa besar kekuatan distribusi bawaan Robinhood di dunia blockchain.
BACA JUGA:Â 5 Tempat Trading Robinhood Chain yang Cocok Untuk Pemula!
Apa yang Sebenarnya Terjadi Antara Robinhood Chain dan Base
Robinhood Chain dan Base sama-sama merupakan jaringan optimistic rollup, hanya saja dibangun di atas teknologi yang berbeda. Base berjalan di atas OP Stack, sementara Robinhood Chain memakai Arbitrum Orbit, sehingga persaingan keduanya sebenarnya terjadi dalam kategori yang sama.
Melansir laman The Defiant, Robinhood Chain pertama kali melampaui Base pada 21 Juli 2026 dengan mencatatkan 323.969 pengguna aktif harian, mengalahkan Base yang berada di angka 274.520.

Menariknya, ini bukan kali pertama Robinhood Chain unggul. Posisi teratas ini sempat direbut pada 11 Juli dengan skor 314.843 berbanding 283.938, sebelum Base kembali memimpin dari 16 hingga 20 Juli, dan Robinhood Chain naik lagi ke puncak pada 21 Juli.
Kalau kamu melihat perjalanan angkanya, lonjakan ini benar-benar terjadi dalam waktu singkat. Melansir laman Cryptobriefing, pada Juli 2023, Robinhood Chain bahkan belum eksis sama sekali, sementara Base sudah beroperasi sejak Agustus 2023 dan butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun basis penggunanya. Robinhood Chain justru mampu mengejar ketertinggalan itu dalam hitungan minggu.
Peluncuran Mainnet yang Mengubah Segalanya
Sebelum resmi dibuka untuk publik, Robinhood Chain hanya mencatatkan sekitar 300 hingga 1.400 pengguna aktif per hari sepanjang akhir Juni 2026. Semuanya berubah drastis begitu mainnet publik diluncurkan pada 1 Juli 2026.
Dalam waktu satu hari saja, dari 7 ke 8 Juli, jumlah pengguna aktif harian melonjak dari 33 ribu menjadi 194 ribu, dan sebagian besar di antaranya adalah alamat dompet baru yang belum pernah bertransaksi sebelumnya. Lonjakan seinstan ini menunjukkan bahwa peluncuran mainnet bukan sekadar formalitas, melainkan pemicu utama gelombang adopsi Robinhood Chain.
Distribusi Pengguna yang Tak Tertandingi
Alasan struktural di balik kecepatan pertumbuhan ini adalah basis pengguna Robinhood yang sudah sangat besar sejak awal. Robinhood diketahui memiliki hampir 28 juta pengguna aktif di platform brokerage utamanya. Ini adalah modal yang tidak dimiliki jaringan blockchain mana pun sebelumnya saat pertama kali diluncurkan.

Jika Base harus bersusah payah menarik pengguna baru dari nol, Robinhood Chain tinggal menyalurkan basis penggunanya yang sudah ada langsung ke dalam ekosistemnya lewat Robinhood Wallet. Inilah yang membuat kamu bisa melihat kenapa chain yang baru berumur tiga minggu bisa menyaingi jaringan yang sudah berjalan sejak 2023.
BACA JUGA:Â 10 Proyek di Robinhood Chain yang Harus Kamu Pantau!
Gas Gratis yang Menghilangkan Hambatan
Selain soal distribusi, Robinhood Chain juga memakai strategi klasik untuk menarik pengguna baru, yaitu menggratiskan biaya transaksi. Selama 90 hari pertama sejak peluncuran, Robinhood menanggung gas fee untuk pengguna yang bertransaksi lewat Robinhood Wallet, mulai dari swap token, transaksi token saham, hingga proses bridging ke dalam jaringan.
Strategi ini terbukti ampuh mendongkrak jumlah pengguna aktif harian secara instan, meski sifatnya sementara karena subsidi ini akan berakhir pada akhir September 2026.
Gelombang Memecoin Di Balik Lonjakan Aktivitas
Meski awalnya dipasarkan sebagai infrastruktur untuk token saham (tokenized equities), kenyataan di lapangan berbicara lain. Melansir laman Techtimes, lebih dari 80 persen dari total volume transaksi Robinhood Chain yang mencapai 9 miliar dolar AS justru didorong oleh spekulasi memecoin, bukan oleh produk token saham yang menjadi tujuan awal jaringan ini dibangun.
Salah satu memecoin pertama di jaringan ini, Cashcat (CASHCAT), sempat menembus kapitalisasi pasar di atas 200 juta dolar AS hanya dalam sepuluh hari sejak diterbitkan. Platform peluncuran token populer, Pump.fun, bahkan ikut menambahkan dukungan untuk Robinhood Chain di tengah euforia ini, membuat siapa saja bisa meluncurkan token spekulatif baru hanya dalam hitungan detik.
Ekosistem Defi yang Langsung Hidup Sejak Hari Pertama
Bukan cuma soal jumlah pengguna, nilai total aset yang terkunci (TVL) di Robinhood Chain juga melonjak tajam. Sebelum mainnet diluncurkan, TVL jaringan ini bahkan tidak sampai 5 juta dolar AS. Namun setelah 1 Juli 2026, angkanya melesat hingga mencatatkan rekor baru sebesar 588,9 juta dolar AS pada 21 Juli.

Melansir laman Cryptonews, protokol pinjaman Morpho menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 44 persen dari total TVL, disusul Ethena di angka 26 persen, kemudian Uniswap yang meluncurkan AMM khusus sejak hari pertama, serta Maple, Lighter, dan Stock Tokens milik Robinhood sendiri.
Kabar baiknya, ini bukan sekadar lonjakan sesaat. Jumlah pengguna yang kembali bertransaksi (returning users) terus bertumbuh stabil hingga mencatat rekor 217.050 pengguna pada 21 Juli, menandakan ada tingkat retensi yang cukup sehat, bukan sekadar euforia sesaat yang akan hilang begitu saja.
Base Belum Kalah, Ini Baru Soal Satu Metrik
Penting untuk kamu pahami bahwa keunggulan Robinhood Chain ini murni soal pengguna aktif harian, bukan berarti Base sedang runtuh. Jumlah pengguna Base memang cenderung stagnan dan sedikit melemah secara musiman, berkisar antara 210 ribu hingga 431 ribu pengguna harian dalam 30 hari terakhir.
Namun dari sisi kedalaman ekosistem, Base masih jauh mengungguli Robinhood Chain. TVL DeFi Base yang mencapai 4,64 miliar dolar AS masih sekitar 15 kali lipat lebih besar, pasokan stablecoin-nya sebesar 4,84 miliar dolar AS juga 11 kali lebih besar, dan volume transaksi perpetual futures-nya sebesar 255,5 juta dolar AS dalam 24 jam jauh melampaui Robinhood Chain yang hanya 13,5 juta dolar AS.
Jadi bisa dibilang, Robinhood Chain berhasil menyalip Base karena kombinasi tiga hal, yaitu peluncuran mainnet publik ke basis 28 juta akun yang sudah ada, subsidi gas gratis, dan gelombang spekulasi memecoin. Ketiganya menciptakan lonjakan besar pada satu metrik spesifik dalam waktu singkat.
Apakah tren ini bisa bertahan masih jadi pertanyaan besar, terutama karena subsidi gas gratis akan berakhir akhir September nanti, dan karena aktivitas di jaringan ini masih didominasi memecoin, bukan produk token saham yang menjadi visi awalnya. Nilai kapitalisasi pasar token saham di Robinhood Chain saat ini bahkan masih sangat kecil, hanya sekitar 19,3 juta dolar AS.
Ke mana arah persaingan Layer 2 ini selanjutnya?
Persaingan antara Robinhood Chain dan Base ini menunjukkan bahwa dunia blockchain masih sangat dinamis, dan posisi teratas bisa berpindah tangan dalam hitungan minggu saja.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


