Robinhood Rilis Blockchain Sendiri, Fokus ke Tokenisasi RWA

Perusahaan layanan investasi asal AS, Robinhood, resmi meluncurkan jaringan blockchain layer-2 bernama Robinhood Chain yang dibangun di atas teknologi Arbitrum dan kompatibel dengan Ethereum pada Rabu (11/2/2026).

Peluncuran ini ditandai dengan dibukanya jaringan public testnet bagi pengembang untuk menguji aplikasi keuangan dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Langkah ini menegaskan komitmen Robinhood dalam mengembangkan blockchain sebagai infrastruktur utama untuk memperluas layanan digitalnya di sektor keuangan. Melalui jaringan ini, perusahaan menargetkan pengembangan perdagangan aset yang dapat berjalan 24 jam, efisien dan terintegrasi langsung dengan ekosistem Ethereum.

Robinhood Chain dirancang sebagai jaringan layer-2 berbasis rollup untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan menekan biaya operasional.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Testnet yang telah aktif memungkinkan pengembang mengakses berbagai fitur teknis, termasuk pengujian kontrak pintar, integrasi dompet digital, serta simulasi transaksi aset tokenisasi.

BACA JUGA:  Token Unlock Senilai US$638 Juta Dijadwalkan Terjadi Pekan Ini

Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Robinhood dalam membangun infrastruktur keuangan berbasis teknologi blockchain, khususnya untuk menjembatani pasar keuangan tradisional dengan ekosistem aset digital. Perusahaan menilai tokenisasi RWA sebagai salah satu peluang utama dalam transformasi layanan finansial global.

Fokus Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Robinhood Chain dikembangkan dengan fokus utama pada tokenisasi aset dunia nyata (RWA), seperti saham, ETF, dan instrumen keuangan lainnya. Melalui tokenisasi, aset biasa dapat direpresentasikan dalam bentuk digital di blockchain, sehingga lebih mudah diperdagangkan, dipantau dan diintegrasikan dengan aplikasi keuangan terdesentralisasi.

Dalam tahap awal, jaringan ini membuka akses bagi pengembang untuk menguji model perdagangan dan pengelolaan aset tokenisasi. Robinhood juga menyiapkan aset uji coba di testnet guna mendukung proses validasi sistem sebelum masuk ke tahap operasional penuh.

BACA JUGA:  Waspada Potensi PHK Massal di Crypto Exchange Indonesia

Selain tokenisasi, jaringan ini mendukung konsep self-custody, yang memungkinkan pengguna mengelola aset secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga. Dengan demikian, pengguna tetap memiliki kendali atas aset digital yang dimilikinya, sejalan dengan prinsip dasar teknologi blockchain.

Robinhood menilai pendekatan ini dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan digital, sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi lintas platform. Integrasi dengan ekosistem Ethereum juga memungkinkan kompatibilitas dengan berbagai aplikasi dan protokol yang telah lebih dulu berkembang.

Tahap Uji Coba dan Strategi Pengembangan

Saat ini, Robinhood Chain masih berada pada fase pengujian publik. Pada tahap ini, perusahaan menggandeng sejumlah penyedia infrastruktur blockchain untuk mendukung layanan data, keamanan dan interoperabilitas jaringan. Evaluasi teknis dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas sistem sebelum peluncuran resmi.

Senior Vice President dan General Manager Crypto Robinhood, Johann Kerbrat, menyatakan bahwa peluncuran testnet menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem keuangan berbasis blockchain yang terintegrasi.

BACA JUGA:  Malaysia Akan Uji Stablecoin Ringgit dan Tokenisasi Deposito di 2026

“Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang memungkinkan tokenisasi aset dunia nyata berjalan aman, efisien dan mudah diakses oleh pengembang maupun pengguna,” ujar Johann Kerbrat.

Dalam beberapa bulan ke depan, Robinhood berencana memperluas cakupan uji coba, termasuk penguatan sistem keamanan, peningkatan kapasitas transaksi, serta kolaborasi dengan lebih banyak mitra teknologi. Setelah seluruh tahapan pengujian dinilai memadai, perusahaan menargetkan peluncuran jaringan utama atau mainnet.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia