Harapan besar Portugal untuk mengamankan kemenangan di laga Grup K Piala Dunia 2026 justru berubah menjadi kejutan besar. Bukan hanya Cristiano Ronaldo yang harus menelan kekecewaan, sejumlah trader di pasar prediksi Polymarket juga ikut merasakan dampaknya.
Trader di Polymarket Merugi setelah Portugal Gagal Menang
Hasil imbang 1-1 antara Portugal dan Republik Demokratik Kongo pada Kamis (18/06/2026) dini hari WIB ternyata tidak hanya mengguncang persaingan Grup K Piala Dunia 2026. Laga ini juga memicu kerugian besar di platform pasar prediksi berbasis blockchain, Polymarket.
Total volume transaksi untuk pasar prediksi pertandingan tersebut bahkan mencapai sekitar US$40 juta. Angka fantastis itu menunjukkan tingginya antusiasme publik yang yakin Portugal mampu mengamankan tiga poin.
Namun, sepak bola memang sering menghadirkan cerita di luar dugaan. Ketika peluit panjang berbunyi dengan skor imbang, posisi ribuan trader langsung berubah drastis hanya dalam hitungan detik.
Sejumlah trader yang memilih opsi “Yes” atau memprediksi Portugal akan menang harus menerima kerugian setelah pertandingan berakhir imbang. Akun bernama Latina menjadi yang merugi dengan kehilangan US$594.199 atau setara lebih dari Rp10,8 miliar.

Kerugian besar juga dialami akun Suntori sebesar US$323.297, Winnerdinnerchickenjr sebesar US$299.999, Diooson sebesar US$188.070, Mooseborzoi sebesar US$80.973, hingga dompet kripto 0x52f2 yang kehilangan sekitar US$76.349.
Di sisi lain, tidak semua trader Polymarket pulang dengan tangan kosong. Akun NiNo999 yang memprediksi pertandingan Portugal melawan Republik Demokratik Kongo akan berakhir imbang justru mengantongi keuntungan US$219.441 dari hasil tersebut.

Ronaldo Frustrasi, RD Kongo Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Portugal sebenarnya tampil sangat dominan sejak awal pertandingan. Baru enam menit laga berjalan, Joao Neves sukses membawa Selecao Das Quinas unggul 1-0 setelah memanfaatkan assist Pedro Neto.
Keunggulan itu membuat Portugal semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan. Serangan demi serangan terus dibangun, sementara Ronaldo berusaha mencari peluang untuk menambah keunggulan timnya.
Namun, petaka datang tepat sebelum turun minum. Yoane Wissa sukses memanfaatkan momentum dan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-45+5, membuat RD Kongo kembali memiliki harapan mencuri poin.
Memasuki babak kedua, Portugal terus menekan pertahanan lawan. Sayangnya, berbagai peluang gagal dikonversi menjadi gol tambahan hingga pertandingan berakhir dengan skor sama kuat 1-1.

Cristiano Ronaldo yang bermain selama 90 menit tampak frustrasi karena gagal memberikan kontribusi maksimal. Bahkan, sang megabintang tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Tanpa mencetak gol pada laga perdana Portugal di Pildun 2026, Cristiano Ronaldo juga memperpanjang catatan kurang apiknya setelah gagal mencetak gol dalam 10 pertandingan kompetitif secara beruntun di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa.
Kontras dengan Messi, Portugal Kehilangan Dua Poin Berharga
Hasil imbang ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Republik Demokratik Kongo. Tim yang menempati peringkat ke-43 dunia versi FIFA itu sukses meraih poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaannya di ajang Piala Dunia.
Sebaliknya, Portugal harus puas berbagi angka dan kehilangan dua poin penting yang dapat memengaruhi persaingan menuju fase gugur. Dominasi permainan dan kualitas skuad ternyata belum cukup untuk mengamankan kemenangan.
Menariknya, hasil tersebut terjadi hanya sehari setelah rival Cristiano Ronaldo di panggung internasional, Lionel Messi, tampil gemilang bersama Argentina saat menghadapi Aljazair pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026.
Mantan bintang Barcelona itu mencetak hattrick dan membawa Argentina meraih kemenangan. Penampilan impresif tersebut semakin menegaskan kontras performa dua ikon sepak bola dunia pada pekan yang sama.
Messi Cetak Hattrick untuk Argentina, Trader Polymarket Cuan Rp8 Miliar
Di satu sisi, Messi tampil sebagai pahlawan kemenangan Argentina. Di sisi lain, Ronaldo harus meninggalkan lapangan dengan rasa frustrasi, sementara sejumlah trader di Polymarket ikut merasakan pahitnya hasil yang jauh dari ekspektasi mereka.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


