Bitcoin kembali mengguncang pasar. Setelah melonjak ke US$70.000, harga berbalik arah dan menghapus kenaikan dalam waktu singkat. Di saat yang sama, indikator teknikal menunjukkan sinyal yang mengingatkan pada fase bear market 2022.
Data terbaru memperlihatkan bahwa RSI mingguan Bitcoin turun ke level terendah sejak Juni 2022. Apakah ini sekadar volatilitas jangka pendek atau tanda bahwa pasar memasuki fase kritis?
Likuiditas Tipis, Volatilitas Bitcoin Menggila
Pergerakan tajam terjadi saat pasar AS libur dan Wall Street tutup. Dengan order book yang lebih tipis, pelaku bermodal besar relatif lebih mudah memengaruhi harga dalam jangka pendek.
Bitcoin sempat menyentuh US$70.000 sebelum kembali turun. Pola ini memicu apa yang disebut sebagai “liquidity squeeze”, di mana posisi long dan short sama-sama tersapu dalam waktu singkat.
Menurut data CoinGlass, sekitar US$240 juta posisi terlikuidasi dalam 24 jam terakhir. Blok bid dan ask dibersihkan, lalu kembali muncul “tembok” likuiditas di atas harga saat pasar turun, sehingga menambah tekanan jual.

Trader kripto ternama, Daan Crypto , melalui analisis Bitcoin terbarunya yang diunggah pada Senin (16/02/2026), menyoroti lonjakan volatilitas tersebut sebagai fase yang perlu dicermati secara ketat.
“Volatilitas jauh lebih tinggi, dan hal ini juga terlihat di hampir semua pasar lainnya belakangan ini. Jelas ini bukan periode yang tenang bagi pasar di seluruh dunia,” tulisnya di X.

Sementara itu, akun penyedia data trading ternama, Material Indicators, mengunggah grafik yang memperlihatkan bahwa pergerakan harga Bitcoin terbaru sebagai “breakouts and shakeouts”.

Artinya, pergerakan harga Bitcoin saat itu seolah menembus resistance level penting, namun segera berbalik arah dan menjebak trader yang tampaknya terlalu cepat mengambil posisi.
RSI BTC Sentuh Level Terendah, Pola Lama Terulang?
Di tengah gejolak jangka pendek, perhatian kini tertuju pada indikator Relative Strength Index (RSI) dalam timeframe mingguan. Pada Senin, RSI Bitcoin tercatat di angka 27,8 dan menjadi level terendah sejak Juni 2022.
Secara teknikal, angka di bawah 30 dianggap sebagai zona oversold. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan fase mendekati dasar siklus, meskipun tidak selalu berarti harga akan langsung berbalik naik.
Keith Alan, Co-founder Material Indicators, menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan kemiripan kuat dengan pola 2022, ketika Bitcoin juga memasuki fase jenuh jual (oversold).
“Semakin banyak kemiripan dengan 2022 yang terlihat pada grafik BTC, seiring RSI mingguan bergerak menuju level yang secara historis menjadi titik terendah dalam satu siklus, yakni di wilayah jenuh jual (oversold),” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pada 2015 dan 2018, RSI di level serupa menandai pembentukan titik bottom Bitcoin. Namun pada 2022, pasar justru mengalami konsolidasi sekitar lima bulan sebelum akhirnya membentuk dasar makro.
“Ini bukan berarti pergerakannya berkembang dengan cara yang sama seperti sebelumnya, tetapi layak untuk dicermati secara saksama,” tambah Alan, menegaskan bahwa pola historis bukanlah jaminan, melainkan referensi untuk membaca potensi arah pasar.
Fase Bottoming atau Awal Tekanan Baru?
Pertanyaannya, apakah Bitcoin benar-benar memasuki fase bearish baru, atau justru sedang membentuk dasar harga sebelum memulai kenaikan yang lebih tinggi?
Secara historis, RSI di zona oversold yang terjadi seperti saat ini sering muncul di dekat titik bawah siklus. Namun, kondisi ini juga bisa berujung pada konsolidasi panjang sebelum tren terbentuk.
Saat ini, kondisi pasar Bitcoin berada di titik krusial. Volatilitas yang tinggi dan juga tekanan likuiditas membuat pergerakan harga BTC sangat sensitif.
RSI yang menyentuh 27,8 bukan sekadar angka biasa. Ini adalah sinyal bahwa Bitcoin kemungkinan besar sedang berada di fase penentuan arah dalam beberapa pekan ke depan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



