Peluncuran meme coin LAPTOP milik Hunter Biden, putra mantan Presiden AS Joe Biden, berubah dari pesta spekulasi menjadi mandi darah hanya dalam hitungan jam. Harganya sempat menyentuh US$310, sebelum ambruk sekitar 99 persen.
LAPTOP Tembus US$310, Valuasinya Sempat Lampaui ETH
Sebelum token diperdagangkan, hype LAPTOP sudah dibangun cukup agresif. Hunter Biden hanya menulis “$LAPTOP September 9” di X, sementara kontroversi laptopnya kembali ramai menjelang peluncuran.
Laporan sebelumnya mencatat LAPTOP membawa suplai satu miliar token, berjalan di jaringan Base, dan dibingkai sebagai culture token yang mengubah kontroversi politik Hunter Biden menjadi aset spekulatif on-chain.
Begitu perdagangan dibuka pada Rabu (09/09/2026), angkanya langsung mengejutkan pasar. Harga LAPTOP sempat menyentuh US$310, sementara kapitalisasi pasarnya melonjak hingga sekitar US$314 miliar pada fase awal perdagangan.
Skalanya makin terasa absurd karena kapitalisasi pasar Ethereum pada hari yang sama berada di sekitar US$303,25 miliar. Artinya, sesaat setelah diluncurkan, valuasi LAPTOP sempat melampaui jaringan kripto terbesar kedua di dunia.

Namun, euforia itu tidak bertahan lama. Dari puncaknya di US$310, harga LAPTOP kemudian terjun ke sekitar US$1,55, mencerminkan penurunan lebih dari 98 persen hanya dalam beberapa jam.
Pada level tersebut, valuasi LAPTOP yang dipantau berada di kisaran US$1,5 miliar hingga US$1,7 miliar. Jaraknya dengan puncak US$314 miliar menunjukkan betapa brutalnya proses price discovery pada menit-menit awal perdagangan.
Airdrop Jadi Bumerang, 79 Juta LAPTOP Masih Tersisa
Masalah LAPTOP bukan hanya soal harga pembukaan yang ekstrem. Struktur distribusinya sejak awal juga membuka suplai besar yang bisa segera berpindah tangan ketika pasar masih mencari keseimbangan harga.
Dokumen resmi menetapkan suplai maksimum satu miliar LAPTOP, dengan 350 juta token atau 35 persen beredar saat TGE. Sebanyak 200 juta token secara keseluruhan disiapkan untuk program airdrop komunitas.
Yang paling menarik adalah besarnya alokasi token yang langsung terbuka sejak TGE. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan jual, terutama ketika LAPTOP mengalami volatilitas ekstrem setelah peluncuran.
“Sebanyak 100.000.000 token, atau 10 persen dari total suplai LAPTOP, dialokasikan untuk airdrop hari pertama yang berlangsung saat TGE,” sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi proyek besutan Hunter Biden.
Seluruh alokasi airdrop hari pertama dapat diklaim sejak TGE selama 30 hari. Setelah periode tersebut berakhir, token yang tidak diklaim akan dibakar secara permanen sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, alamat yang dikaitkan dengan distribusi airdrop tersebut masih menyimpan sekitar 79 juta LAPTOP berdasarkan pantauan data on-chain, jumlah yang setara hampir delapan persen dari total suplai.

Alamat tersebut juga terlihat terus mengirim LAPTOP ke berbagai dompet penerima. Artinya, suplai tambahan masih berpotensi masuk ke pasar, meski perpindahan token tidak otomatis berarti seluruh penerima langsung menjualnya.
Valuasi Miliaran Dolar, tetapi Likuiditasnya Tipis
Tekanan berikutnya datang dari kedalaman pasar yang tidak sebanding dengan valuasi kripto milik Hunter Biden. Data CoinMarketCap menunjukkan volume besar terjadi di beberapa pool, tetapi likuiditas efektif yang tersedia relatif jauh lebih kecil.
Pada Aerodrome Slipstream USDC/LAPTOP, volume tercatat sekitar US$13,81 juta dengan likuiditas US$1,4 juta. Uniswap v4 USDC/LAPTOP mencatat volume US$11,5 juta, tetapi likuiditasnya hanya sekitar US$530 ribu.
Pool ETH/LAPTOP di Uniswap v4 juga mencatat volume sekitar US$1,76 juta dengan likuiditas US$200 ribu. Sementara itu, pool USDC/LAPTOP di Uniswap v3 memiliki likuiditas hanya sekitar US$99 ribu.

Situasi seperti ini membuat harga sangat sensitif terhadap order besar. Ketika token airdrop mulai berpindah ke banyak wallet crypto, gelombang penjualan dapat memicu slippage tinggi dan mempercepat tekanan terhadap harga.
Rug Pull atau Price Discovery?
Lantas, apakah kejatuhan hampir 99 persen ini membuktikan tim di balik LAPTOP melakukan rug pull? Sejauh data yang tersedia, belum. Penurunan harga ekstrem saja tidak cukup membuktikan adanya exit scam.
Dokumen proyek justru menunjukkan sebagian besar token pendiri tidak langsung beredar. Alokasi tersebut dikunci selama enam bulan, kemudian dilepas secara bertahap melalui mekanisme vesting selama 24 bulan.
“Sebanyak 30 persen dari total suplai LAPTOP dialokasikan kepada para pendiri, termasuk Hunter Biden. Token pendiri dikunci selama enam bulan, kemudian menjalani periode vesting selama 24 bulan sejak TGE,” seperti tercantum pada dokumen resmi LAPTOP.
Selain itu, kontrak pintar LAPTOP disebut tidak memiliki fungsi mint, pause, freeze/blacklist, maupun upgradeability. Audit Hacken pada April 2026 juga tidak menemukan kerentanan kritis pada smart-contract.

Namun, dokumen yang sama menyebut LAPTOP tidak memiliki utilitas, hak pendapatan, kepemilikan, maupun mekanisme penebusan. Nilainya sendiri bergantung pada sentimen komunitas dan spekulasi.
Kondisi ini tentu tidak menutup kemungkinan adanya aktivitas perdagangan oleh pihak yang memiliki informasi lebih awal atau insider trading, meski dugaan tersebut sejauh ini masih sebatas spekulasi.
Jadi, istilah rug pull masih terlalu dini untuk dipastikan. Namun, kombinasi valuasi awal US$314 miliar, airdrop besar, likuiditas tipis, dan harga yang ambruk 98 persen membuat peluncuran LAPTOP milik putra Joe Biden tersebut terlihat sangat kacau.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


