Rugi Investasi Kripto, Pria Korsel Diduga Racuni Rekannya

Sengketa bisnis kripto di Korea Selatan berubah menjadi perkara pidana serius. Seorang pria berusia 30-an didakwa atas dugaan percobaan pembunuhan setelah dituduh mencampurkan pestisida ke dalam kopi rekan bisnisnya karena investasi kripto.

Kopi Beracun di Tengah Sengketa Investasi Kripto

Berdasarkan laporan media lokal, Chosun, yang dipublikasikan pada Senin (23/02/2026), jaksa mendakwa seorang pria karena diduga mencampurkan racun ke dalam minuman rekannya saat pertemuan di sebuah kafe pada November lalu.

“Penyelidikan mengungkap bahwa A secara diam-diam mencampurkan insektisida beracun tak berwarna dan tak berbau bernama ‘methomyl’ ke dalam minuman yang dipesan B,” demikian tercantum dalam laporan tersebut.

Insiden itu terjadi ketika hubungan bisnis keduanya tengah memanas. Pertemuan yang awalnya diduga untuk membahas persoalan keuangan justru berujung pada petaka. Tak lama setelah meminum kopi, korban kehilangan kesadaran dan ambruk di lokasi.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Kripto Kian Rawan? Pegawai Binance Jadi Target Perampokan

Korban dilarikan ke rumah sakit dan baru siuman tiga hari kemudian. Methomyl yang disebut digunakan dalam kasus ini merupakan bahan kimia beracun yang lazim dipakai sebagai insektisida dan sangat berbahaya jika tertelan manusia.

Jaksa menilai dugaan tindakan kriminal tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan konflik bisnis yang telah berlangsung cukup lama, terutama terkait investasi kripto.

5 Tindak Kejahatan Kripto Terkini yang Bikin Dunia Digital Waswas

Investasi Crypto Rugi Rp13 Miliar, Pelaku Gelap Mata

Perseteruan bermula pada 2022, ketika keduanya menjalankan bisnis pengelolaan program investasi Bitcoin. Bisnis tersebut sempat berjalan lancar, namun kemudian mengalami kerugian besar.

Tersangka diduga kehilangan lebih dari 1,17 miliar won Korea Selatan atau sekitar US$816.000, setara lebih dari Rp13 miliar. Kerugian itu mencakup dana perusahaan serta dana pribadi yang ia investasikan sendiri.

BACA JUGA:  Listing di Upbit, Altcoin TAO Kembali Dilirik dan Siap Meroket

Situasi kian rumit ketika kendali keuangan perusahaan diambil alih oleh korban. Perubahan ini memperpanas ketegangan di antara keduanya. Kini, kondisi korban dilaporkan membaik, meski ia masih harus menjalani perawatan dan kontrol rutin ke rumah sakit.

“Saya akan segera menikah dan istri saya sedang hamil muda. Keluarga saya hampir hancur total. Sekarang kondisi saya sudah jauh lebih pulih, tetapi saya masih harus rutin ke rumah sakit,” ujarnya, dikutip dari laporan Asiae, Senin (23/02/2026).

Kasus ini kini memasuki tahap persidangan. Sidang perdana dijadwalkan pada 10 Maret di Seoul. Tersangka didakwa atas percobaan pembunuhan dan pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Pestisida. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman berat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia