Kabar mengejutkan datang dari dunia selebritas. Nama Rizky Billar jadi perbincangan setelah mengalami kerugian besar di sebuah proyek altcoin lokal. Di tengah tren koin berbasis figur publik, kisah ini kembali membuka sisi lain dari hype yang sempat memikat banyak orang.
Pengakuan Rizky Billar dan Nasib Leslarverse
Cerita ini bermula dari interaksi di Threads. Seorang pengikut Rizky Billar menanyakan nasib Leslarverse, proyek yang menggabungkan namanya dengan Lesti Kejora, dan langsung dijawab dengan nada jujur serta blak-blakan.
“Developer Leslarverse bisa dibilang ga komit, uangku pun nyangkut di situ Rp1,9 miliar mas,” tulisnya di Threads, Jumat (10/04/2026).

Pernyataan ini sontak memicu reaksi dari komunitas. Selain karena nominal kerugian yang besar, banyak juga yang terkejut karena sebelumnya publik mengira Rizky maupun Lesti memiliki keterlibatan langsung dalam pengembangan proyek.
Leslarverse sendiri merupakan proyek kripto berbasis metaverse yang diperkenalkan sebagai bagian dari tren Web3 di Indonesia. Proyek ini mengusung konsep ekosistem digital, mulai dari NFT, Play-to-Earn, hingga edukasi kripto.
Namun, di balik visi besar tersebut, realita di lapangan berkata lain. Minimnya perkembangan, keterbatasan listing di exchange, serta likuiditas yang rendah membuat proyek ini perlahan kehilangan momentum.
Bahkan, saat ditelusuri lebih lanjut, token LLVERSE yang menjadi bagian utama dari ekosistem Leslarverse kini sudah tidak lagi diperdagangkan di crypto exchange mana pun.
Nasib Miris Proyek Kripto Artis Indonesia
Leslarverse hanyalah satu dari sekian banyak proyek yang memanfaatkan nama selebritas dan sempat booming. Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini berkembang pesat seiring meningkatnya minat publik terhadap aset digital.
Nama-nama seperti Syahrini lewat NFT, Anang Hermansyah dengan token ASIX, hingga Raffi Ahmad melalui VCGamers pernah menjadi sorotan utama di pasar kripto Indonesia.
4 Proyek Kripto RI yang Sempat Booming, Kini Tinggal Kenangan?
Di awal peluncuran, proyek dengan nama selebritas ini biasanya langsung melejit. Kombinasi komunitas fanatik dan momentum pasar bullish menjadi bahan bakar utama kenaikan tersebut.
Namun, seiring meredupnya tren, banyak proyek mulai kehilangan daya tarik. Aktivitas menurun, roadmap berjalan lambat, dan komunikasi pun semakin minim.
Antara Visi dan Eksekusi: Pelajaran untuk Investor
Kasus Leslarverse menunjukkan bahwa memiliki konsep besar saja tidak cukup. Tanpa eksekusi yang kuat dan komitmen tim pengembang, proyek kripto sulit bertahan dalam jangka panjang.
Di pasar yang sangat kompetitif, faktor seperti transparansi, likuiditas, dan utilitas nyata menjadi penentu utama keberhasilan. Ketika salah satu dari elemen tersebut hilang, kepercayaan investor pun ikut tergerus.
Kisah Rizky Billar menjadi refleksi bahwa bahkan figur publik sekalipun tidak kebal terhadap risiko di pasar kripto. Keputusan investasi yang terlalu bergantung pada hype bisa berujung pada kerugian.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



