Banyak pihak yang saat ini menggembor-gemborkan bahwa perdagangan kripto bisa menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Narasi ini sering membuat trader pemula terbuai oleh potensi profit tanpa memahami sepenuhnya dinamika pasar yang sangat fluktuatif.
Namun, di balik peluang tersebut, risiko yang mengintai juga tidak kalah besar. Kali ini, cerita datang dari seorang trader kripto yang terpaksa menjual mobilnya setelah mengalami kerugian besar akibat trading crypto.
Pasar Ambruk, Banyak Trader Crypto Rungkad
Sejak awal pekan ini, pergerakan harga Bitcoin yang menjadi acuan utama pasar kripto menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi. Setelah sempat bertahan di atas US$100.000 pada awal November, kini BTC terpental turun ke kisaran bawah US$90.000.
Penurunan tajam ini membuat banyak trader terkejut. Banyak yang tidak menyangka pasar kripto kembali mengalami tekanan berat dan memicu kerugian masif, terutama bagi mereka yang menggunakan leverage atau tidak siap menghadapi volatilitas ekstrem.
Salah satu kisah tragis muncul dari seorang trader asal Medan. Firbert Ro, host sekaligus pemilik showroom mobil bekas Ko-Mobil atau dikenal juga dengan Mobil Second Medan, membagikan pengalaman pahit yang dialami salah seorang pelanggannya.
Dalam video pendek yang diunggah ke TikTok pada Jumat (21/11/2025), Firbert menceritakan bahwa seorang pelanggan tiba-tiba menghubungi pihak showroom untuk menjual mobil kesayangannya karena mengalami kerugian besar dari trading crypto.
“Gara-gara trading kripto, salah satu customer saya mau jual mobil. Tiba-tiba saja dia chat kami. Awalnya kami kira ada masalah lain, ternyata dia rungkad karena kalah trading crypto,” jelasnya.
Dalam unggahan itu juga terlihat bahwa pelanggan tersebut mengalami kerugian sekitar Rp70 juta, angka yang cukup besar dan diduga menggunakan dana yang bukan termasuk “uang dingin”.

Kasus seperti ini ternyata bukan yang pertama. Sebelumnya, Yudo Sadewa, putra dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, juga dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp5 miliar akibat trading kripto.
Sebelum Trading Kripto, Kenali Dulu Risikonya
Banyak trader pemula masih terbuai oleh janji keuntungan instan dari trading kripto. Sentimen positif dan kisah sukses influencer sering kali membutakan mereka dari kenyataan bahwa pasar ini bergerak jauh lebih liar dibanding aset tradisional.
Pada kenyataannya, kenaikan harga hingga 50 persen dalam sehari bisa terjadi, namun penurunan dengan skala yang sama juga bisa muncul dalam hitungan jam. Inilah yang membuat kripto membutuhkan pemahaman mendalam.
Selain itu, penggunaan leverage tinggi menjadi salah satu penyebab utama trader mengalami kerugian besar. Tanpa manajemen risiko yang tepat, volatilitas ekstrem dapat dengan mudah menghabiskan modal, bahkan membuat trader berutang.
5 Cara Money Management Trading Crypto untuk Pemula Biar Ga Boncos!
Karena itu, sebelum memutuskan untuk memulai trading kripto, sangat penting untuk memahami risikonya, menggunakan dana yang siap hilang, serta menghindari keputusan emosional yang dapat memperparah kerugian.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



