Lonjakan tak biasa terjadi di pasar domestik. Pada Minggu pagi (22/02/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, harga USDT di Tokocrypto tiba-tiba menyentuh kisaran Rp20.294 sebelum kembali normal satu jam kemudian. Fenomena ini memicu tanda tanya besar di kalangan trader. Bug semata atau ada faktor lain?
Lonjakan Mendadak Harga USDT di Tokocrypto
Pergerakan harga yang tak biasa terjadi dalam waktu singkat pada pagi hari ini. Berdasarkan penelusuran redaksi Blockchainmedia.id, harga USDT sempat melonjak hingga Rp20.294 di Tokocrypto sebelum kembali turun mendekati kisaran normal.

Fenomena serupa juga terlihat di Binance. Pada fitur convert IDR to USDT, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh sekitar Rp20.275 sebelum kembali terkoreksi dalam waktu relatif singkat.
Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah volume saat itu terpantau menembus lebih dari Rp70 miliar. Angka tersebut menunjukkan adanya aktivitas perdagangan riil, bukan sekadar lonjakan visual di layar.
Tak hanya USDT, harga Bitcoin juga terdongkrak tajam pada waktu yang sama. Dari kisaran Rp1,15 miliar, BTC sempat melonjak lebih dari 20 persen hingga Rp1,5 miliar sebelum kembali terkoreksi, memicu spekulasi adanya tekanan beli mendadak.

Bug atau Likuiditas Tipis?
Di berbagai forum kripto Indonesia, diskusi mengenai lonjakan tajam harga USDT langsung menghangat. Banyak pengguna melaporkan pengalaman serupa dan menilai kejadian tersebut bukan sekadar kesalahan tampilan.
“Ya pasti sih soalnya balik lagi tapi di sell bisa,” ungkap salah satu pengguna kripto. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa transaksi jual memang berhasil dieksekusi di harga tinggi tersebut.
Pengguna lain bahkan berhasil menjual 500 USDT saat lonjakan harga Rupiah terjadi. Artinya, ada pihak yang benar-benar membeli di harga premium tersebut, setidaknya dalam periode singkat.

Namun, saat ditelusuri lebih lanjut, lonjakan ini tidak terjadi di sejumlah crypto exchange lokal lain seperti Indodax. Hal ini memperkuat dugaan bahwa fenomena terjadi akibat dinamika order book spesifik di satu platform, kemungkinan karena likuiditas tipis, mismatch order, atau tekanan beli mendadak di pasangan tertentu.
Anomali atau Efek Order Besar di Market?
Peristiwa ini membuka diskusi lama mengenai struktur pasar kripto domestik. Banyak pelaku pasar mempertanyakan apakah lonjakan tersebut merupakan anomali sesaat atau dampak dari mekanisme perdagangan yang wajar.
Pada dasarnya, harga di exchange terbentuk dari mekanisme supply dan demand di order book masing-masing platform. Jika likuiditas tidak cukup tebal, order dalam jumlah besar dapat menggeser harga secara drastis dalam waktu singkat.
Lonjakan cepat yang kemudian diikuti koreksi dalam hitungan menit kerap dikaitkan dengan fenomena “flash spike”.” Dalam situasi ini, selisih harga antar-platform bisa melebar sementara sebelum mekanisme arbitrase menormalkannya kembali.
Kini muncul pertanyaan: apakah pergerakan ini murni akibat ketidakseimbangan likuiditas, atau ada faktor lain seperti error sistem dan gangguan sinkronisasi? Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Tokocrypto terkait detail penyebabnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



