Rupiah Indonesia ke USDT Sentuh Rp17.700, IDR Makin Rapuh?

Tekanan terhadap rupiah kian terasa. Dalam hitungan hari, nilai tukar bergerak sangat cepat dan memicu kekhawatiran. Bukan hanya angka di layar, pelemahan ini menyentuh sentimen publik dari investor hingga pelaku usaha kecil. 

Rupiah Tertekan, USDT Sentuh Level Rp17.710

Berdasarkan data CoinGecko per Selasa (19/05/2026), nilai tukar rupiah terhadap USDT menyentuh Rp17.710. Dalam waktu kurang dari sepekan, rupiah melemah dari kisaran Rp17.500, menandakan tekanan yang terus meningkat.

Pelemahan ini didorong oleh menguatnya dominasi dolar AS, yang diperparah lonjakan harga minyak mentah seperti Brent hingga menembus US$109 per barel. Kenaikan tersebut dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Nilai Tukar Rupiah Indonesia ke USDT Dolar AS - CoinGecko
Nilai Tukar Rupiah Indonesia ke USDT Dolar AS – CoinGecko

Situasi semakin kompleks setelah Iran menerapkan skema “Hormuz Safe” yang menambah ketidakpastian di jalur distribusi minyak. Dampaknya, pasar menjadi semakin sensitif terhadap risiko geopolitik, dan mata uang negara berkembang seperti rupiah ikut tertekan.

BACA JUGA:  Harga BTC Hari Ini Masuk Zona Bahaya, Bisa Rontok ke Sini

Dalam konteks ini, pergerakan stablecoin USDT menjadi indikator cepat. Ketika nilainya melonjak, hal itu mencerminkan tekanan nyata terhadap rupiah Indonesia, bukan sekadar dinamika di pasar kripto.

IDR Semakin Rapuh, Pemerintah Turun Tangan

Melihat kondisi tersebut, pemerintah mulai bergerak aktif. Mengutip laporan Liputan 6 pada Selasa (19/05/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan intervensi dilakukan melalui pasar obligasi.

Pemerintah menjalankan skema Bond Stabilization Fund, dengan masuk langsung ke pasar untuk menjaga sentimen dan meredam volatilitas. Langkah ini juga ditujukan untuk menarik kembali minat investor, termasuk dari luar negeri.

“Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Purbaya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ia menambahkan, pemerintah akan terus hadir di pasar secara aktif. Bahkan, sekitar Rp2 triliun per hari disiapkan untuk disuntikkan ke pasar obligasi sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar IDR dengan USD.

BACA JUGA:  OJK Buka Suara! Kripto Dipastikan Tak Bisa Gantikan Rupiah

Kritik Menguat, Dampak Pelemahan Rupiah Disorot

Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah memicu kritik dari parlemen. Melansir laporan detikNews pada Senin (18/05/2026), dalam rapat kerja bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sejumlah anggota DPR mempertanyakan efektivitas kebijakan.

Anggota Komisi XI DPR, Muhidin M Said, menyoroti faktor eksternal seperti konflik Iran dan Amerika Serikat yang dinilai memperburuk situasi. Ia menilai tekanan global masih kuat dan belum menunjukkan tanda mereda.

Modal Diam, Trader Kripto Ini Cuan Rp3 Juta dari USDT saat IDR Melemah

Ia juga menekankan pentingnya langkah konkret untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian. Menurutnya, publik kini menunggu arah kebijakan yang lebih jelas dan meyakinkan untuk menjaga nilai tukar rupiah Indonesia. 

“Kira-kira langkah-langkah apa terutama menyangkut masalah nilai tukar… Ini sangat sulit menurut saya,” ujarnya dalam rapat  tersebut.

BACA JUGA:  Rp4,9 Triliun Digondol dari KelpDAO, Justin Sun Ajak Hacker Negosiasi

Sementara itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa “rakyat di desa enggak pakai dolar” turut menuai sorotan. Pengamat menilai, meski tidak digunakan secara langsung, pergerakan dolar AS tetap memengaruhi harga kebutuhan sehari-hari.

Tekanan rupiah kali ini bukan sekadar fluktuasi. Faktor global dan domestik saling menekan, sementara pasar masih menunggu langkah yang lebih meyakinkan. Di tengah kondisi ini, level Rp17.700 menjadi titik krusial untuk melihat arah selanjutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait