Isu pemanfaatan energi nuklir kembali mencuat ke panggung geopolitik. Rusia dan Amerika Serikat dilaporkan membahas pengelolaan bersama PLTN Zaporizhzhia, pembangkit nuklir terbesar di Eropa, untuk memanfaatkan listriknya untuk crypto mining.
Wacana Pengelolaan PLTN Zaporizhzhia dan Peran AS
Media Rusia, Kommersant, melaporkan pada Kamis (25/12/2025), bahwa Presiden Vladimir Putin menyinggung pembahasan pengelolaan bersama PLTN Zaporizhzhia dengan AS dalam pertemuan Dewan Negara menjelang Tahun Baru, bertepatan dengan perayaan Natal.
Dalam pertemuan tersebut, Putin membahas langsung dengan perwakilan Amerika Serikat tanpa melibatkan Kyiv. Dengan demikian, Moskow dan Washington menjadi pihak utama dalam menentukan pemanfaatan PLTN Zaporizhzhia, termasuk untuk crypto mining.
“Rekan-rekan dari Amerika, misalnya, telah menyatakan ketertarikan untuk terlibat dalam aktivitas penambangan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia,” sebagaimana tercantum pada laporan tersebut.
Selain itu, isu pasokan listrik dari Zaporizhzhia ke Ukraina juga dibahas atas inisiatif Amerika Serikat. Pembahasan ini memperluas agenda diskusi dari aspek operasional ke distribusi energi lintas wilayah.
Terkait tenaga kerja, Putin menyebut teknisi Ukraina masih bekerja di PLTN Zaporizhzhia. Namun, mereka kini telah memegang paspor Rusia dan berada di bawah yurisdiksi Moskow, memperkuat kendali Rusia atas pengelolaan strategis fasilitas nuklir tersebut.
Crypto Mining, Energi, dan Kepentingan Ekonomi Rusia
Diskusi mengenai pemanfaatan PLTN Zaporizhzhia tidak terlepas dari peran crypto mining dalam ekonomi Rusia. Sektor ini kini menjadi bagian penting dari strategi energi dan finansial nasional.
Mengutip laporan Hashrate Index pada awal tahun lalu, Rusia tercatat menempati peringkat kedua dunia dalam aktivitas penambangan kripto. Kontribusinya mencapai lebih dari 16 persen terhadap total hashrate global.
Peran crypto mining juga diakui oleh Bank Sentral Rusia. Dikutip dari laporan sebelumnya, Gubernur Bank Sentral, Elvira Nabiullina, menyebut crypto mining berpotensi ikut memperkuat ekonomi rusia dengan mendorong nilai tukar rubel.
“Penambangan memang menjadi salah satu faktor tambahan yang berkontribusi terhadap kuatnya nilai tukar rubel,” ujar Nabiullina kepada media Rusia, RBC, pada pertengahan Desember lalu.
Meski demikian, Nabiullina menegaskan bahwa dampaknya sulit diukur secara pasti. Hal ini disebabkan sebagian besar aktivitas crypto mining masih beroperasi di wilayah abu-abu dan belum sepenuhnya tercatat.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Kepala Staf Kepresidenan Rusia, Maxim Oreshkin. Ia menilai arus dana dari kripto dan mining telah berkembang menjadi saluran ekspor baru yang memengaruhi pasar valuta asing, namun kerap luput dari sistem pelaporan resmi.
Regulasi Crypto Mining dan Konteks Politik yang Lebih Luas
Seiring meningkatnya peran kripto dalam ekonomi, Rusia juga semakin memperjelas kerangka regulasi penambangan crypto. Sejak 2024 lalu, individu dan juga badan usaha terdaftar diperbolehkan melakukan crypto mining secara legal.
Individu kini dapat menambang tanpa registrasi selama konsumsi listrik tidak melebihi 6.000 kilowatt-jam dan pendapatan tetap dilaporkan. Sementara itu, perusahaan penyedia infrastruktur mining wajib terdaftar pada otoritas pajak.
Di sisi lain, pembahasan PLTN Zaporizhzhia berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang lebih luas. Menurut Kommersant, Putin juga menyinggung negosiasi rencana damai dengan AS dan Ukraina, termasuk kesepakatan Anchorage serta posisi Rusia terkait wilayah Donbas.
Putin Legalkan Penambangan Kripto: Langkah Besar untuk Rusia
Dalam konteks tersebut, wacana pemanfaatan energi nuklir untuk crypto mining menjadi bagian dari strategi ekonomi dan geopolitik Rusia. Nuklir, kripto, dan geopolitik kini saling terhubung dalam satu arah kebijakan yang semakin terintegrasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



