Saat Bitcoin ETF Lain Berdarah, Morgan Stanley Malah Terus Tambah BTC

Wallet yang dikaitkan dengan Morgan Stanley Bitcoin Trust (MSBT) kembali menerima Bitcoin (BTC) dari Coinbase Prime, memperpanjang rangkaian transfer yang dalam dua pekan terakhir telah mencapai lebih dari US$50 juta.

Berdasarkan temuan Onchains Lens pada Sabtu (12/9/2026), transfer terbaru melibatkan 51,58 BTC atau sekitar US$4 juta menuju alamat bc1qa3ph5cax0vwc36rl4r9qsgvjr0ax6r4qm2t38l.

Berdasarkan rangkaian transfer yang dipantau, wallet tersebut telah menerima total sekitar 641,87 BTC senilai US$50,6 juta dalam dua pekan terakhir.

BTC whale 12 sep

Pergerakan itu terjadi ketika harga Bitcoin masih berada di bawah tekanan. Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan sekitar US$77.160,97, turun 1,24 persen dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan harian mencapai sekitar US$29,81 miliar.

Bitcoin ETF Morgan Stanley Tetap Menyerap Modal

Aktivitas wallet tersebut sejalan dengan arus dana yang tercatat pada Morgan Stanley Bitcoin Trust dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Data Farside Investors menunjukkan MSBT memperoleh net inflow atau arus masuk bersih sebesar US$6,7 juta pada 27 Agustus, US$9,3 juta pada 28 Agustus dan US$3,6 juta pada 31 Agustus.

Arus masuk kemudian berlanjut sebesar US$7,3 juta pada 2 September, US$7,7 juta pada 3 September, US$7,4 juta pada 8 September, US$4,5 juta pada 9 September dan US$4 juta pada 10 September.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Jika dijumlahkan, inflow selama sesi-sesi tersebut mencapai sekitar US$50,5 juta, sangat dekat dengan estimasi US$50,6 juta dari 641,87 BTC dalam rangkaian transfer yang dipantau.

BACA JUGA:  Rug Pull? Meme Coin Putra Joe Biden Anjlok 99 Persen!

Meski demikian, perpindahan BTC dari Coinbase Prime ke wallet terkait MSBT tidak serta-merta berarti Morgan Stanley melakukan pembelian langsung di pasar spot tepat pada saat transaksi on-chain terjadi.

Transfer tersebut dapat merupakan bagian dari proses creation, settlement dan kustodian yang mendukung produk investasi Bitcoin tersebut.

Morgan Stanley Investment Management meluncurkan MSBT pada 8 April 2026. Produk yang diperdagangkan di NYSE Arca itu dirancang untuk mengikuti kinerja Bitcoin dan menjadikan Morgan Stanley Investment Management sebagai manajer aset yang terafiliasi dengan bank AS pertama yang menawarkan produk exchange-traded kripto.

Menariknya, MSBT masih memperoleh modal ketika keseluruhan Bitcoin ETF AS justru menghadapi tekanan.

BTC ETF outflow

Pada 8-10 September, MSBT membukukan total inflow sekitar US$15,9 juta. Dalam periode yang sama, keseluruhan Bitcoin ETF di AS masing-masing mencatat net outflow atau arus keluar bersih sebesar US$46,6 juta, US$120,2 juta dan US$282,7 juta, atau hampir US$450 juta dalam tiga sesi perdagangan.

Bitcoin Uji Area Demand, Masih Bidik US$83.000

Di tengah akumulasi melalui MSBT tersebut, analis teknikal Scient melihat Bitcoin sedang berada pada area teknikal yang menentukan apakah struktur bullish jangka pendek masih dapat dipertahankan.

BTC analisis 12 sep

BTC tengah menguji area demand sekitar US$76.800-US$77.000, yang berimpit dengan Value Area Low (VAL) sekitar US$76.815. Scient memperkirakan retest pada zona itu berpeluang menghasilkan higher low baru dan menjaga struktur bullish pada time frame satu jam.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Mau Terbang Lagi? Tembok Ini Jadi Ujian Sesungguhnya

“Targetnya adalah puncak di US$83.000,” ujarnya.

Namun, perjalanan menuju target tersebut masih menghadapi beberapa lapisan resistance. Bitcoin perlu terlebih dahulu merebut kembali US$78.700-US$79.000 sebelum mencoba menembus Value Area High (VAH) sekitar US$80.000.

Setelah itu, resistance US$81.000-US$81.300 menjadi penghalang berikutnya, sebelum BTC dapat menguji area US$82.500-US$82.800 dan akhirnya poor highs sekitar US$83.000.

Area US$76.500-US$76.800 kini menjadi pertahanan penting dari skenario tersebut. Selama zona ini mampu bertahan, peluang rebound menuju US$79.000 dan kemudian US$80.000-US$81.300 masih terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan VAL akan melemahkan skenario Scient. Support berikutnya berada sekitar US$76.350 dan US$75.600, sementara hilangnya demand US$76.500 berpotensi membuka jalan bagi pelemahan yang lebih dalam menuju kisaran US$72.900.

Dengan demikian, struktur yang tengah diperhatikan adalah pertahanan US$76.500-US$76.800, diikuti reclaim US$79.000 dan breakout di atas US$80.000-US$81.300 sebelum target US$83.000 kembali terbuka.

Data On-Chain Beri Peringatan, Kekuatan Tren BTC Mulai Memudar

Di sisi lain, data on-chain memberikan sinyal yang lebih berhati-hati terhadap kemampuan Bitcoin mempertahankan momentum sebelumnya.

Analis Ruga di CryptoQuant menyoroti Average Directional Index (ADX), indikator yang mengukur kekuatan sebuah tren tanpa menentukan apakah pergerakan tersebut bullish atau bearish.

BTC ADX 12 sep

Menurutnya, ADX Bitcoin mulai berbalik turun setelah sebelumnya berada pada level kuat selama beberapa pekan. Kondisi itu menunjukkan kekuatan di balik tren mulai melemah, meski pergerakan harga di permukaan masih terlihat relatif teratur.

BACA JUGA:  Rp8 Juta Jadi Rp5,6 Miliar, Cerita Trader Crypto Ini Bikin Iri!

Pada saat yang sama, signal line yang merupakan versi ADX yang lebih halus masih bergerak naik. Ruga menilai kondisi tersebut berpotensi disalahartikan sebagai tanda bahwa kekuatan tren masih meningkat.

Menurutnya, signal line memiliki sifat lagging sehingga kenaikannya saat ini lebih mencerminkan kekuatan tren sebelumnya, ketika ADX mentah justru sudah mulai menurun.

Perbedaan arah antara ADX dan signal line tersebut mengindikasikan momentum yang mendorong tren selama beberapa pekan terakhir mulai menipis.

Namun, sinyal itu tidak menentukan arah pergerakan Bitcoin berikutnya. Melemahnya kekuatan tren dapat berujung pada fase konsolidasi, ataupun menjadi jeda sebelum muncul pergerakan baru setelah momentum kembali terbentuk.

Dengan BTC kini berada dekat zona demand teknikal dan arus modal MSBT tetap positif, kemampuan harga mempertahankan US$76.500-US$76.800 akan menjadi salah satu titik penting untuk melihat apakah akumulasi institusional dapat diikuti pemulihan momentum pasar, atau Bitcoin justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait