Pergerakan harga XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah indikator teknikal dan data pasar menunjukkan sinyal yang berlawanan dengan tren harga saat ini. Di tengah tekanan jual yang masih mendominasi dan penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir, beberapa analis justru melihat tanda-tanda awal potensi pemulihan yang mulai terbentuk.
Pada perdagangan terbaru, harga XRP masih bergerak di kisaran US$1,16 hingga US$1,19 setelah mengalami koreksi sekitar 15 persen dalam sebulan terakhir.
Meskipun demikian, indikator momentum, struktur teknikal, hingga data volatilitas menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pasar yang berpotensi menjadi petunjuk perubahan arah tren dalam jangka menengah.
XRP Masih Ditekan Penjual, Namun Tanda Rebound Kian Jelas
Dalam analisis teknikal, analis Gerla mengungkapkan bahwa harga XRP baru saja membentuk bullish divergence pada grafik tiga harian. Kondisi tersebut terjadi ketika harga masih mencetak level low baru, sementara indikator momentum justru bergerak naik dengan membentuk higher low.

Menurut Gerla, XRP saat ini juga masih bergerak di dalam pola falling wedge, formasi teknikal yang kerap dikaitkan dengan peluang pembalikan arah ke atas setelah periode penurunan panjang.
Gerla menambahkan bahwa momentum XRP mulai mengarah ke perbaikan meski harga masih mencetak lower low. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan arah antara pergerakan harga dan indikator momentum yang kerap dikaitkan dengan potensi pelemahan tren bearish.
Secara teknikal, kemunculan bullish divergence sering dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah. Namun, pola tersebut umumnya masih memerlukan konfirmasi tambahan berupa breakout dari area resistance sebelum perubahan tren dapat dianggap valid.
Harga XRP Uji Support Kritis, Rebound atau Koreksi Lanjutan?
Sementara itu, analis GainMuse menyoroti posisi harga XRP yang sedang menguji area rising support setelah gagal mempertahankan kenaikan menuju US$1,29 beberapa waktu lalu.

Dalam analisisnya, XRP saat ini bergerak di sekitar US$1,16 hingga US$1,17 dan mulai mendekati zona reaksi penting di rentang US$1,14 hingga US$1,15. Kawasan tersebut dinilai menjadi area krusial yang akan menentukan apakah struktur pemulihan jangka pendek masih dapat dipertahankan atau justru berisiko gagal.
GainMuse menilai apabila pembeli mampu mempertahankan area support tersebut, maka peluang rebound menuju resistance awal di sekitar US$1,24 masih terbuka. Setelah itu, target berikutnya berada pada rentang US$1,35 hingga US$1,36 yang menjadi resistance utama dalam struktur pemulihan saat ini.
Di sisi lain, sejumlah pelaku pasar juga terus memantau area support yang lebih rendah di sekitar US$1 hingga US$1,13. Apabila zona tersebut gagal bertahan, risiko pelemahan lanjutan dinilai dapat meningkat dan mengganggu upaya pemulihan yang sedang berlangsung.
Secara keseluruhan, struktur teknikal XRP saat ini masih menunjukkan pola pullback setelah reli sebelumnya, dengan fokus utama pasar tertuju pada kemampuan harga mempertahankan garis support naik yang telah terbentuk dalam beberapa pekan terakhir.
Volatilitas XRP Sentuh Level Tertinggi dalam Tiga Bulan
Selain sinyal teknikal, data on-chain terbaru dari CryptoQuant juga menunjukkan perubahan penting pada aktivitas pasar XRP. Analis Arab Chain melaporkan bahwa indikator Realized Volatility 30 hari XRP di Binance telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir.

Berdasarkan data tersebut, indikator volatilitas naik ke sekitar 0,53 ketika harga XRP diperdagangkan di dekat US$1,19. Kenaikan ini menandai berakhirnya periode volatilitas rendah yang sebelumnya berlangsung sejak Maret hingga Mei.
Arab Chain menjelaskan bahwa volatilitas XRP sebelumnya terus menurun dari level di atas 1,1 hingga berada di bawah 0,40. Namun dalam beberapa pekan terakhir tren tersebut berbalik arah dengan lonjakan yang cukup kuat.
Peningkatan volatilitas ini terjadi bersamaan dengan penurunan harga dari level yang lebih tinggi pada bulan-bulan sebelumnya menuju area perdagangan saat ini. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pasar kemungkinan sedang memasuki fase penyesuaian harga atau repricing, di mana pergerakan harian menjadi lebih aktif dibandingkan periode stabil sebelumnya.
Menurut Arab Chain, selama indikator volatilitas tetap berada di level tinggi, pasar XRP berpotensi terus mengalami aktivitas perdagangan yang intens dalam waktu dekat.
Sebaliknya, apabila volatilitas kembali menurun, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa pasar mulai memasuki fase yang lebih stabil setelah menyerap pergerakan harga beberapa pekan terakhir.
Kombinasi antara bullish divergence, pengujian support penting, dan lonjakan volatilitas kini menjadikan harga XRP sebagai salah satu aset yang paling banyak dipantau pelaku pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


