Pasar kripto rupanya belum puas membuat meme coin berdansa sendirian. Babak barunya lebih absurd: token meme kini bisa dipasangkan dengan representasi saham, membuat dua dunia berbeda berbagi kolam likuiditas yang sama.
Di titik itu, pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang sedang pump. Ketika meme menjadi pasangan perdagangan token saham, pertanyaan yang lebih seru muncul: siapa sebenarnya yang ikut membentuk harga?
Saat Meme Coin Mulai Duduk Semeja dengan Saham
Awalnya, tokenisasi saham punya cerita yang cukup sederhana. Saham tradisional dibawa ke blockchain agar lebih fleksibel diperdagangkan, bisa masuk DeFi, dan tetap bergerak ketika bursa konvensional sudah tutup.
Lalu eksperimennya mulai makin liar. Saham on-chain tidak lagi cuma bertemu stablecoin atau aset kripto besar, tetapi ikut dijadikan pasangan untuk aset baru yang jauh lebih spekulatif.
Robinhood menjadi salah satu nama yang memperluas ruang itu. Perusahaan tersebut mulai menawarkan stock tokens di Eropa pada Juni 2025, sebelum ekosistem on-chain berkembang semakin agresif setahun kemudian.
Di Solana, Stonk.Fun mengambil jalur yang lebih berani. Token baru bisa dipasangkan dengan berbagai aset, mulai dari meme, mata uang, komoditas, sampai token xStocks sebagai quote asset.
Pump.fun kemudian ikut membuka pintu serupa pada 10 September 2026 lewat Custom Pairs. Dukungan awalnya mencakup 20 quote assets melalui Sunrise dan total 93 pasangan bersama xStocks.
Skalanya juga sudah terlalu besar untuk disebut eksperimen receh. Data DefiLlama per Jumat, 25 September 2026, menunjukkan StonkFun memproses sekitar US$576,6 juta volume DEX dalam 30 hari.

Di sinilah leluconnya mulai punya konsekuensi. Ketika meme coin masuk ke kolam yang berisi token saham, volatilitas tidak lagi berhenti di meme, tetapi ikut menyentuh jalur pembentukan harga.
Saat ALICE Meledak, VIDAx Ikut Terseret
Kasus ALICE memberi contoh paling jelas. Data GMGN menunjukkan bahwa token meme ini diluncurkan melalui StonkFun dan diperdagangkan dalam pool Raydium CLMM dengan VIDAx sebagai pasangan langsungnya.
Pada 14 September, ALICE mulai meledak bersama lonjakan volume besar. Pergerakannya terus berlanjut beberapa hari berikutnya, sebelum token tersebut mencetak puncak sekitar US$0,001434 pada 21 September.

Pada hari yang sama, VIDAx ikut membentuk candle hijau yang cukup mencolok. Harganya bergerak dari sekitar US$1,87 menuju US$1,97, dengan wick yang sempat menyentuh kisaran US$2,14.

Yang membuat ceritanya unik, saham VIDA di pasar tradisional justru menutup 14 September pada US$2,04, turun 4,23 persen setelah bergerak antara US$1,90 dan US$2,08 sepanjang sesi.
Meski begitu, saham VIDA sempat memantul sekitar 7,4 persen dari titik terendah harian menuju penutupan. Pada saat bersamaan, VIDAx sedang mengalami volatilitas besar di pasar on-chain.

Apakah ALICE berarti sukses menggerakkan saham VIDA? Belum sampai sana. Data justru menunjukkan VIDAx menguat ketika saham aslinya masih menutup hari dengan penurunan lebih dari empat persen.
Tetapi eksperimennya terasa menarik. Aset kripto meme memang belum memegang setir Wall Street, namun pool ALICE/VIDAx membuat representasi saham ikut menari bersama arus spekulasi yang lahir dari pasar meme.
WULF Bertemu Wulf, Nama Sama tetapi Pasarnya Berbeda
Kasus WULF membawa cerita yang sedikit berbeda. Grafik GMGN menunjukkan token saham WULF di Solana langsung bergerak agresif pada 17 September, dengan wick yang sempat menyentuh rekor US$21,11.

Setelah lonjakan itu, harga cepat kembali ke kisaran US$16 hingga US$17. Dalam hitungan singkat, pasar on-chain sempat memberi harga jauh lebih tinggi daripada pasar saham tradisional.
Kebetulan, saham asli TeraWulf juga sedang panas. Pada 17 September, WULF di Nasdaq ditutup pada US$16,47, naik 7,02 persen, setelah bergerak antara US$15,77 dan US$16,83.
Perbedaannya cukup mencolok. Pada hari yang sama, versi on-chain sempat menyentuh US$21,11, sekitar 28 persen di atas harga penutupan saham TeraWulf di pasar tradisional saat itu.

Jadi, ada efek harga yang terlihat, tetapi arahnya tidak bisa langsung dipukul rata. Saham aslinya memang naik, sementara representasi saham on-chain bergerak jauh lebih liar sebelum terkoreksi.
Narasi meme bertema “Wulf Of Stonk Street” membuat kisahnya makin ramai. Namun, data yang tersedia belum cukup untuk menyebut meme tersebut sebagai penyebab tunggal lonjakan tokenized WULF.
Justru di situlah poinnya. Ketika saham asli, versi on-chain, dan meme mulai berbagi narasi serta likuiditas, price discovery perlahan tidak lagi datang dari satu arena saja.
AMC Membuktikan Meme dan Saham Memang Punya Sejarah Rumit
Kalau ada saham yang paham rumitnya hubungan dengan meme, AMC mungkin kandidat paling masuk akal. Pada 3 September, CEO Adam Aron mengecam token saham Robinhood yang dibuat tanpa keterlibatan perusahaan.
Menariknya, MEME sudah dibuat sekitar 48 menit sebelum unggahan Aron. Token bernama A Meme Coin itu kemudian diperdagangkan dengan AMC Stock Token sebagai aset pasangan pada pool utamanya.
Lalu komunitas melakukan hal yang cukup umum pasar di kripto, yakni mengubah konflik menjadi bahan spekulasi. MEME sempat melonjak sekitar 17.000 persen, dengan kapitalisasi mendekati US$150 juta dan volume US$200 juta.
Grafik GMGN membuat dramanya makin jelas. MEME sempat mencetak rekor sekitar US$0,1745, sementara AMC Stock Token bahkan pernah merekam wick ekstrem hingga US$189,74.

Tentu saham AMC asli tidak ikut terbang ratusan kali lipat. Namun, saat drama tokenisasi ramai, sahamnya sempat melonjak sekitar 21 persen dalam perdagangan overnight dan kembali jadi bahan pembicaraan.
Pada sesi reguler 4 September, AMC masih menguat sekitar 4,3 persen. Itu belum membuktikan MEME mendorong saham aslinya, tetapi limpahan perhatian pasar sulit diabaikan begitu saja.
Di sini warisan meme stock terasa hidup lagi. Bedanya, dulu budaya meme mengejar saham dari luar, sekarang blockchain memberi jalur agar meme benar-benar berdagang berdampingan dengan saham.
Kalau Volumenya Makin Gila, Ceritanya Bisa Berubah
Sejauh ini, ALICE, WULF, dan AMC memberi pola yang jelas. Pasar saham berbasis on-chain bisa bergerak jauh lebih liar daripada aset utamanya, sementara efek langsung ke bursa tradisional masih terbatas.
Tetapi skalanya sekarang belum tentu menjadi batas selamanya. Jika pasangan meme dan token saham suatu hari memproses ratusan juta bahkan miliaran dolar per hari, hubungan keduanya bisa berubah.
Pada volume sebesar itu, harga on-chain tidak lagi mudah dianggap angka sampingan. Trader bisa mulai memakainya sebagai sinyal sentimen, terutama ketika bursa saham tradisional sedang tutup.
Efeknya mungkin bukan transfer harga secara langsung. Yang lebih mungkin terjadi adalah limpahan perhatian, arbitrase, dan positioning ketika perbedaan harga antara pasar on-chain dan saham asli semakin lebar.
Cara Cari Meme Coin yang Dipasangkan dengan Token Saham Sebelum Meledak
Dari sana, umpan balik bisa terbentuk. Meme pump, token saham ikut melejit, ticker aslinya mendapat perhatian baru, lalu pergerakan saham tersebut kembali menjadi bahan bakar narasi di pasar kripto.
Jadi, meme coin mungkin belum duduk di kursi direktur Wall Street. Namun jika volumenya terus membesar, suaranya bisa cukup keras untuk menentukan bagaimana pasar membaca harga berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


