Fenomena airdrop kripto ternyata membawa keuntungan bagi pengguna kripto di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pengguna crypto Tanah Air diperkirakan menerima puluhan triliun rupiah dari distribusi token gratis berbagai proyek blockchain.
Angka tersebut muncul dari estimasi aktivitas komunitas kripto Indonesia yang cukup aktif di berbagai ekosistem blockchain, mulai dari penggunaan aplikasi DeFi, partisipasi testnet, hingga aktivitas transaksi di jaringan kripto.
Hadiah Airdrop ke Komunitas Kripto RI Tembus Rp50 Triliun
Berdasarkan laporan salah satu komunitas kripto terbesar di Indonesia, Keluh Kesah Pemain Cryptocurrency 2.0, pengguna kripto di Tanah Air diperkirakan telah menerima airdrop dalam jumlah besar selama satu dekade terakhir.
Estimasi tersebut diungkapkan melalui sebuah postingan Instagram yang diunggah pada Selasa (10/03/2026). Dalam laporan itu disebutkan bahwa distribusi token gratis dari berbagai proyek kripto telah mengalir cukup besar ke pengguna di Indonesia.
Nilai tersebut menurut mereka bisa lebih rendah maupun lebih tinggi. Namun secara kasar, total nilai airdrop yang diterima pengguna kripto di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir diperkirakan berada di sekitar Rp50 triliun.
“Masyarakat Indonesia diperkirakan menerima sekitar Rp30 hingga Rp65 triliun dari airdrop crypto selama 2015–2025, dengan angka tengah sekitar Rp50 triliun,” tulis mereka.
Apa Itu Airdrop Crypto? Ini Pengertian dan Cara Mendapatkannya!
Perhitungan ini didasarkan pada nilai puncak (ATH) dari token yang didistribusikan. Namun, nilai tersebut bukan berarti seluruhnya benar-benar dijual oleh pengguna, karena sebagian coin mengalami penurunan harga setelah distribusi program airdrop crypto.
Deretan Airdrop Fantastis dari Proyek Kripto
Besarnya nilai airdrop yang diterima komunitas kripto global, termasuk di Indonesia, tidak terlepas dari sejumlah distribusi token besar yang dilakukan oleh berbagai proyek blockchain.
Salah satu airdrop paling terkenal datang dari Uniswap pada 2020. Protokol DeFi tersebut membagikan 400 token UNI kepada setiap pengguna awalnya. Ketika harga UNI mencapai puncaknya, nilai airdrop tersebut sempat melampaui US$17.000 per wallet.
Airdrop besar lainnya muncul dari proyek Arbitrum pada 2023. Banyak pengguna dilaporkan menerima sekitar 1.000 hingga 10.000 token ARB, yang pada masa awal distribusi bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Selain itu, proyek seperti ApeCoin, Optimism, dan dYdX juga pernah membagikan airdrop bernilai besar kepada komunitas pengguna awalnya. Bahkan, tidak sedikit penerima yang memperoleh nilai setara ratusan juta rupiah hanya dari satu program airdrop.
Gelombang distribusi token ini terutama terjadi pada masa DeFi boom antara 2021 hingga 2025, ketika berbagai proyek berlomba membangun komunitas pengguna melalui insentif token.
Pesatnya Adopsi Crypto di Indonesia
Besarnya nilai airdrop yang mengalir ke Indonesia juga mencerminkan tingginya tingkat adopsi kripto di Tanah Air. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investor kripto di Indonesia terus meningkat secara signifikan.
Dikutip dari laporan sebelumnya, Chainalysis mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-7 dunia dalam tingkat adopsi crypto. Jumlah investor kripto domestik bahkan telah melampaui 20 juta pengguna.
Dengan kontribusi aktivitas sekitar 4 hingga 8 persen dari skala global, bagian airdrop yang diterima pengguna Indonesia diperkirakan mencapai US$2 miliar hingga US$4 miliar, atau setara puluhan triliun rupiah.
Meski demikian, angka tersebut masih bersifat estimasi kasar. Sifat program airdrop kripto yang anonim dan terdesentralisasi membuat nilai pastinya sulit dihitung secara presisi, meskipun menunjukkan besarnya peran komunitas kripto Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



