Seorang trader kripto sukses mengejutkan banyak pihak. Bukan karena spekulasi biasa, melainkan karena profit yang diraupnya menembus puluhan miliar rupiah hanya dalam hitungan minggu.
Trader Crypto Raup Profit Fantastis dari Ribuan Prediksi
Berdasarkan data yang dibagikan oleh Arkham pada Rabu (20/05/2026), wallet dengan label Polymarket Proxy Wallet (0x9495) mencatat total profit mencapai US$3,82 juta. Nilai ini terlihat jelas dari grafik PnL yang terus menanjak dalam periode singkat sejak April 2026.
Menariknya, trader ini bukan sekadar “beruntung”. Ia telah membuat lebih dari 4.000 prediksi di berbagai market. Artinya, strategi yang digunakan bukan one-shot gamble, melainkan pendekatan sistematis dengan volume tinggi.
Win rate-nya pun relatif tipis, sekitar 50,6 persen. Namun di sinilah letak keunikannya. Dengan kemenangan yang seimbang, ia mampu menghasilkan keuntungan besar berkat manajemen posisi dan ukuran taruhan yang presisi.

Bahkan, salah satu kemenangan terbesarnya datang dari satu pertandingan sepak bola antara Chelsea melawan Manchester City, dengan profit mendekati US$1 juta atau sekitar Rp17 miliar dalam satu event saja.
Strategi High Volume dan Precision Bet
Jika melihat lebih dalam pada data trading, terlihat bahwa trader crypto ini aktif di berbagai market olahraga, mulai dari liga Eropa hingga pertandingan besar lainnya. Nilai transaksi per posisi bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan dolar.
Sebagai contoh, pada market Chelsea vs Manchester City, ia mencatat profit US$963 ribu. Di sisi lain, ada juga posisi yang merugi hingga ratusan ribu dolar. Ini menegaskan strateginya bukan selalu benar, tetapi konsisten secara matematis.
Total volume trading yang dicatat mencapai lebih dari US$39 juta. Angka ini menunjukkan bahwa profit besar tersebut datang dari perputaran modal yang agresif, bukan hanya satu atau dua posisi besar.

Dengan kata lain, pendekatannya mirip seperti market maker atau bahkan quantitative trader, yang mengandalkan probabilitas dan eksekusi cepat, bukan sekadar feeling semata.
Polymarket: Antara Trading dan “Taruhan”
Fenomena ini juga menjadi perdebatan, apakah platform seperti Polymarket termasuk judi atau bentuk trading modern. Secara teknis, Polymarket adalah prediction market berbasis blockchain, di mana pengguna membeli “Yes” atau “No” terhadap suatu kejadian.
Harga biasanya bergerak antara US$0 hingga US$1, mencerminkan probabilitas. Misalnya, jika sebuah event memiliki harga US$0,60 untuk “Yes”, artinya pasar menilai peluang kejadian tersebut sekitar 60 persen.
Simulasinya sederhana. Jika membeli “Yes” di harga US$0,60 dan event tersebut benar terjadi, trader akan menerima US$1. Artinya ada profit US$0,40 per unit. Sebaliknya, jika salah, nilai aset tersebut menjadi nol.
Di sinilah bedanya dengan judi. Harga bergerak dinamis seperti pasar kripto, dipengaruhi supply-demand, sentimen, dan informasi. Trader kripto bisa keluar sebelum event selesai, mengambil profit atau cut loss, layaknya trading kripto biasa.
7 Platform Pasar Prediksi Terpopuler, Bukan Cuma Polymarket!
Pada akhirnya, kisah trader ini menunjukkan satu hal penting. Di dunia kripto, bahkan pasar prediksi pun bisa menjadi ladang cuan besar, selama strategi, disiplin, dan manajemen risiko berjalan seiring.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


