Sah! Bitcoin Sentuh US$10 Ribu

412

Bitcoin (BTC) akhirnya tiba di level psikologisnya, yakni US$10 ribu (Rp141,2 juta) pada pagi hari ini, Sabtu, 22 Juni 2019 . Dibandingkan petang kemarin, 21 Juni 2019, Bitcoin berotot di Rp137 juta (US$9.700). Dengan demikian, terhitung sejak awal tahun 2019, Bitcoin melejit hingga 166,7 persen! dengan kapitalisasi pasar menjadi US$177,8 miliar.

Berdasarkan pantauan di Coinmarketcap.com, beberapa jam sebelumnya, sejumlah market sebenarnya sudah memperdagangkan Bitcoin di level US$10 ribu. Ini tentu saja mencerminkan kepercayaan diri pasar yang besar terhadap raja aset kripto terbesar ini.

Sejak 16 Juni, seperti yang diprediksi oleh sejumlah analis, Bitcoin memang terus menguat. Pada 16 Juni, Bitcoin berotot hingga 6 persen dalam 24 jam, sehingga melentingkan Bitcoin ke US$9.200 (Rp132 juta). Harga ini sukses menembus batas resisten 30 Mei 2019, yakni US9.000 (Rp129 juta).

Lalu, pada 17 Juni, setelah Bitcoin mampu menembus resisten US$9.000 dan berpuncak di US$9.300 (Rp133,4 juta) pada Minggu, 16 Juni 2019 pukul 06.00 WIB, Raja Kripto itu stabil menyentuh di kisaran US$9.100 (Rp130,5 juta), lalu naik ke puncak seperti pada hari ini, Jumat, 21 Juni 2019.

“Kami melihat hashrate di blockchain Bitcoin mencapai puncak tertinggi barunya selama sepekan terakhir,” kata Sagar Chaudhary, Junior Analyst eToro kepada Blockchainmedia.id hari ini, Senin, 17 Juni 2018, melalui surat elektronik.

Chaudhary juga menyebutkan jumlah alamat (address) aktif Bitcoin harian telah mencapai 1 juta alamat. Ini terjadi untuk kali pertama sejak November 2017, satu bulan sebelum Bitcoin memuncak di US$20 ribu.

“Kendati situasi itu tidak berdampak langsung pada kenaikan harga Bitcoin, tetapi data itu membantu kita memahami bahwa aset kripto itu semakin aktif. Itu juga sebagai penanda kita akan memasuki bull market yang besar,” tegasnya.

Pada Senin pekan lalu, Chaudhary sebelumnya juga mengingatkan bahwa komunitas blockchain dan aset kripto menanti-nanti Libra, mata uang kripto besutan Facebook-Libra Association telah diumumkan secara resmi pada Selasa, 18 Juni 2019 lalu, termasuk regulasi baru oleh Financial Action Task Force (FATF) pada Jumat nanti.

Namun kendati tidak ada hubungan secara langsung, publik menyaksikan sendiri, beberapa jam setelah pengumuman Libra itu, harga Bitcoin justru tidak naik secara langsung.

Level US$10 ribu pernah tercipta pada tren naik pada 1 Desember 2017 silam, sekitar dua pekan sebelum melejit cepat ke US$20 ribu pada 17 Desember 2017. Mencapai US$10 ribu, maka trader dan investor patut waspada akan terjadi pembalikan harga, di mana terjadi aksi jual besar. Pada periode 2017, setelah sentuh US$10 ribu, Bitcoin dapat dengan mudah melompat ke US$11 ribu, lalu turun serendahnya-rendahnya ke US$9.300. [red]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini