Saldo XRP yang tersimpan di dompet sejumlah bursa kripto meningkat sebanyak 84,6 juta koin dalam sepekan terakhir.
Namun, pada periode yang berdekatan, produk investasi berbasis XRP di AS justru mencatat arus keluar bersih sekitar 1,85 juta XRP, memperlihatkan perkembangan berbeda pada dua kelompok penyimpanan aset tersebut.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Minggu (18/10/2026), saldo XRP pada dompet bursa yang dipantau bertambah sekitar 0,39 persen dibandingkan tujuh hari sebelumnya. Sementara itu, perhitungan perubahan kepemilikan sejumlah XRP ETF menunjukkan arus negatif selama perdagangan 12–16 Oktober 2026.
Perbedaan tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan perubahan distribusi XRP di tengah aktivitas penyimpanan bursa dan produk investasi. Meski demikian, kedua data menggunakan metode pengukuran berbeda sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti perpindahan XRP dari ETF menuju bursa.
Binance Dominasi Pertambahan Saldo XRP di Bursa
Berdasarkan data on-chain XRP Insights yang diperbarui pada Minggu (18/10/2026) pukul 15.00 WIB, sebanyak 22,06 miliar XRP tercatat berada dalam 699 dompet yang diatribusikan kepada 24 bursa kripto.
Jumlah tersebut mewakili sekitar 32,2 persen dari pasokan XRP yang beredar. Dalam tujuh hari, yakni sejak 11 hingga 18 Oktober, saldo pada kelompok dompet yang sama bertambah 84,6 juta XRP.
Dari keseluruhan pertambahan bersih tersebut, Binance menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan sekitar 72,6 juta XRP. Berdasarkan perhitungan dari data tersebut, jumlah itu setara dengan 85,8 persen dari total kenaikan bersih saldo bursa yang dipantau.
Adapun saldo XRP dalam dompet yang diatribusikan kepada Binance mencapai sekitar 2,76 miliar koin. Meski mencatat pertambahan mingguan terbesar, Binance bukan pemegang saldo XRP terbanyak dalam kelompok bursa yang diteliti.
Posisi teratas ditempati Upbit dengan sekitar 6,44 miliar XRP, disusul Coinbase sebanyak 5,84 miliar XRP. Ketiganya secara kolektif menyimpan sekitar 15,04 miliar XRP dalam dompet yang berhasil diidentifikasi.
Menariknya, pertambahan saldo XRP sepanjang pekan tidak berlangsung merata. Pada 14 Oktober, saldo bersih dompet bursa naik sekitar 35,2 juta XRP, kemudian bertambah lagi sebanyak 31 juta XRP sehari setelahnya.
Artinya, sekitar 66,2 juta XRP atau 78,3 persen dari kenaikan bersih mingguan terjadi hanya dalam dua hari tersebut.
Namun, arah perubahannya berbeda menjelang akhir pekan. Pada Sabtu (17/10/2026), saldo dompet bursa berkurang sekitar 4,1 juta XRP, disusul penurunan 2,4 juta XRP pada 18 Oktober.
Dengan demikian, kenaikan mingguan sebesar 84,6 juta XRP tidak berarti jumlah aset di bursa terus bertambah setiap hari.
Selain itu, angka 22,06 miliar XRP mencakup berbagai jenis dompet, termasuk cold storage. Sekitar 49 persen saldo yang dilacak berada pada dompet berlabel cold storage, sementara sebagian lainnya menjadi cadangan bagi XRP yang direpresentasikan pada blockchain berbeda.
Karena itu, pertambahan saldo tersebut belum dapat dipastikan berasal dari deposit pelanggan untuk dijual. Perpindahan internal, pengelolaan kustodian, dan perubahan penyimpanan juga dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Sebagai konteks, Blockchainmedia sebelumnya melaporkan bahwa 1 persen dompet XRP menguasai sekitar 92 persen saldo berdasarkan pengukuran distribusi akun pada 18 Oktober 2026.
Namun, konsentrasi saldo dompet tidak sama dengan konsentrasi kepemilikan individu, sebab satu dompet bursa dapat menampung aset milik banyak pelanggan.
XRP ETF Justru Catat Arus Keluar Bersih
Di tengah bertambahnya saldo XRP pada dompet bursa, perkembangan berbeda terlihat pada produk investasi berbasis XRP di AS.
Menurut XRP Supply Report yang diterbitkan pada 17 Oktober 2026, kelompok XRP ETF spot dan dana indeks Bitwise 10 Crypto Index ETF (BITW) yang dihitung arusnya mencatat pengurangan kepemilikan bersih sebanyak 1.845.542 XRP selama pekan perdagangan 12–16 Oktober.
Nilainya diperkirakan sekitar US$2,35 juta berdasarkan harga XRP pada masing-masing hari pengukuran. Hasil ini berbalik dari pekan sebelumnya, ketika kelompok produk yang dipantau mencatat arus masuk bersih sekitar 7,90 juta XRP.
Penurunan terbesar terjadi pada Jumat (16/10/2026), ketika arus keluar bersih mencapai sekitar 2,84 juta XRP. Jumlah tersebut melampaui akumulasi arus positif bersih selama empat sesi perdagangan sebelumnya.
Meski begitu, kepemilikan XRP dalam seluruh produk yang dipantau masih mencapai sekitar 1,19 miliar koin pada penutupan 16 Oktober, dengan total nilai aset sekitar US$1,56 miliar.
Data tersebut mencakup enam produk XRP ETF spot dan satu dana indeks yang memiliki XRP sebagai bagian dari portofolionya. Khusus perhitungan arus, produk Grayscale GXRP dikecualikan sementara karena adanya kesenjangan data historis, meskipun kepemilikannya tetap masuk dalam angka total.
Perubahan pada salah satu produk juga terlihat dalam laporan resmi Canary Capital untuk Canary XRP ETF (XRPC).
Jumlah saham XRPC yang beredar turun dari 23,14 juta lembar pada 15 Oktober menjadi 22,96 juta lembar pada 16 Oktober. Penurunan sebanyak 180.000 lembar tersebut setara dengan sekitar 0,78 persen dalam satu sesi.
Pada periode yang sama, nilai aset bersih XRPC menurun dari sekitar US$329,58 juta menjadi US$315,50 juta. Namun, perubahan nilai aset bersih tidak seluruhnya mencerminkan arus keluar investor karena turut dipengaruhi perubahan harga XRP.
Di sisi lain, data resmi Bitwise XRP ETF memperlihatkan bahwa produk tersebut masih menyimpan sekitar 417,73 juta XRP berdasarkan laporan kepemilikan tertanggal 15 Oktober 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa XRP tetap memiliki porsi kepemilikan besar dalam produk investasi yang diperdagangkan di pasar modal AS, meskipun arus bersih mingguan pada kelompok dana yang dihitung berbalik negatif.
Secara keseluruhan, dua perkembangan ini menggambarkan perubahan saldo XRP dalam kelompok dompet bursa dan produk investasi selama periode yang berdekatan.
Namun, bertambahnya XRP pada dompet bursa dan berkurangnya kepemilikan pada sejumlah dana investasi tidak membuktikan adanya hubungan transaksi langsung antara keduanya.
Data yang tersedia lebih tepat dipahami sebagai gambaran terbaru distribusi dan penyimpanan XRP, bukan bukti terjadinya penjualan besar-besaran ataupun perubahan arah harga aset tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


