Samson Mow: Bitcoin Bull Run Belum Dimulai

Pasar kripto tengah bergejolak, dan perdebatan tentang arah pergerakan BTC selanjutnya kembali memanas. Samson Mow, pendiri perusahaan infrastruktur Bitcoin Jan3, menegaskan bahwa Bitcoin bull run belum dimulai, meski banyak investor merasa harga sudah mencapai titik tinggi.

BTC Bull Run Belum Dimulai, Hanya “Mengimbangi Inflasi”

Dalam sebuah tweet yang diunggah oleh akun resmi Jan3 pada Rabu (05/11/2025), Samson Mow menyampaikan pandangannya bahwa reli harga Bitcoin saat ini belum bisa dianggap sebagai bull run sejati.

“Reli Bitcoin belum benar-benar dimulai. Saat ini kita hanya sedikit mengungguli laju inflasi pada kisaran harga BTC saat ini,” ujarnya.

Harga Bitcoin pekan ini memang sempat merosot di bawah level psikologis US$100.000 dan menyentuh angka US$98.000, sejalan dengan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan. 

IKLAN
Chat via WhatsApp

Banyak pihak menilai tekanan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS-Tiongkok. Selain itu, faktor makro seperti pengetatan likuiditas dolar AS turut memperburuk sentimen investor.

Ini Alasan Utama Mengapa Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok

Kendati demikian, Mow menilai kekhawatiran investor terhadap potensi aksi jual besar-besaran dari para Bitcoin OG terlalu berlebihan. Menurutnya, pasar seharusnya tidak terjebak dalam rasa takut, melainkan fokus pada peluang jangka panjang.

BACA JUGA:  Bos Coinbase: Investor Ritel Diam-diam Serok BTC dan ETH

“Luar biasa bagaimana orang bisa merugikan diri sendiri karena rasa takut. Fokuslah pada gambaran besarnya. Bitcoin akan menambah satu nol lagi pada harganya, pertanyaannya hanya soal kapan,” tegas Mow, Selasa (04/11/2025).

Prediksi Bitcoin Mow: Kenaikan Tajam, Bukan Bertahap

Lebih lanjut, Mow menjelaskan bahwa siklus pasar Bitcoin kali ini akan berbeda. Menurutnya, pergerakan harga di masa depan tidak akan terjadi secara perlahan, melainkan lebih eksplosif dan dramatis.

“Ini tidak akan menjadi kenaikan bertahap yang lambat menuju US$1 juta per Bitcoin (BTC), melainkan lonjakan singkat dan sangat kuat yang membawa kita ke sana hanya dalam hitungan minggu atau bulan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bagi investor ataupun trader yang saat ini masih mempercayai teori siklus pasar Bitcoin, puncak bull run berikutnya kemungkinan akan terjadi pada tahun 2026. 

BACA JUGA:  Epstein Files, MIT, dan Bayang-Bayang di Balik Bitcoin

“Bitcoin datar sepanjang 2025. Jika percaya pada siklus, maka artinya harga belum mencapai puncaknya. Itu berarti siklus lebih panjang dengan puncak di 2026, atau mungkin bull run besar yang berlangsung selama satu dekade seperti emas setelah peluncuran ETF,” kata Mow, Kamis (06/11/2025).

Dengan kata lain, Mow membuka kemungkinan bahwa Bitcoin kini tengah memasuki fase baru yang berbeda dari pola historisnya — sebuah Omegacycle, di mana siklus lama tidak lagi berlaku dan tren kenaikan berpotensi bertahan jauh lebih lama dari sebelumnya.

Bull Run atau Justru Awal Fase Bearish?

Tidak semua pihak sependapat mengenai arah pasar Bitcoin saat ini. Peter Brandt menilai pergerakan BTC justru menunjukkan sentimen bearish. Dari sudut pandang teknikal, ia melihat Bitcoin mulai kehilangan momentum setelah gagal menembus level psikologis penting.

Analisa Harga Bitcoin Awal November: Kemana Arah Pasar Bergerak?

Perbedaan pandangan antara Samson Mow dan Peter Brandt mencerminkan dinamika pasar kripto yang sarat spekulasi. Sementara Mow optimistis akan ledakan harga besar, Brandt memilih bersikap hati-hati terhadap kemungkinan pembalikan arah tren.

BACA JUGA:  US$321 Juta Token Unlock Siap Guncang Pasar Kripto Minggu Ini

Situasi ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih penuh dengan interpretasi berbeda, tergantung perspektif masing-masing analis. Para investor dituntut untuk jeli dalam membaca sinyal pasar BTC dan memahami risiko yang mungkin muncul. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia