Samsung mempertegas ambisinya di sektor keuangan digital. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengumumkan rencana menghadirkan dukungan stablecoin di Samsung Wallet untuk memperluas pengalaman pembayaran digital bagi pengguna Galaxy.
Samsung Wallet Bersiap Masuk ke Era Stablecoin
Samsung Electronics mengungkapkan rencana memperluas fungsi Samsung Wallet melampaui sekadar dompet digital untuk pembayaran konvensional. Perusahaan kini ingin menghadirkan dukungan stablecoin sebagai bagian dari evolusi layanan keuangan digitalnya.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Galaxy Unpacked pada Rabu (22/07/2026). Dalam kesempatan itu, Product Manager Samsung, Lee Dinham, menjelaskan bahwa Samsung Wallet akan berkembang menjadi platform all-in one.
“Samsung Wallet akan berkembang melampaui uang tunai dan tabungan. Layanan ini akan mengadopsi bentuk nilai digital baru, termasuk stablecoin,” ujar Dinham saat memperkenalkan arah baru pengembangan Samsung Wallet.
Ia menambahkan bahwa langkah ini berpotensi menjadikan Samsung sebagai salah satu merek smartphone besar pertama yang menghadirkan dukungan native stablecoin langsung di perangkat seluler.
“Salah satu merek smartphone besar pertama yang menghadirkan dukungan native stablecoin langsung di perangkat seluler, sehingga memungkinkan transfer nilai digital berlangsung cepat dan tepercaya.”
Meski begitu, Samsung belum mengungkap mata uang kripto berbasis fiat apa yang akan didukung. Perusahaan juga masih merahasiakan jadwal peluncuran serta mitra yang akan terlibat dalam pengembangan fitur tersebut.
Pengumuman ini menjadi sinyal bahwa Samsung serius mengintegrasikan blockchain ke dalam ekosistem produknya. Fokusnya bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memperluas fungsi smartphone menjadi pusat aktivitas keuangan digital sehari-hari.
Strategi Samsung Perkuat Ekosistem Keuangan Digital
Rencana menghadirkan stablecoin merupakan kelanjutan dari strategi Samsung membangun ekosistem keuangan digital. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan memperluas layanan melalui kolaborasi strategis dan pengembangan berbagai produk baru.
Pada Oktober 2025, Samsung memperluas kerja sama dengan bursa kripto Coinbase di AS. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna Galaxy membeli aset kripto langsung melalui Samsung Wallet tanpa harus berpindah aplikasi.
Coinbase dan Samsung Hadirkan Akses Kripto untuk Jutaan Pengguna Galaxy
Kolaborasi itu pada tahap awal menyasar lebih dari 75 juta pengguna Galaxy di Amerika Serikat. Samsung juga berencana memperluas cakupan layanan tersebut ke lebih banyak pengguna pada fase berikutnya.
Saat ini, Samsung Wallet telah menggabungkan kartu pembayaran, kartu loyalitas, program hadiah, serta berbagai layanan lainnya. Seluruh fitur tersebut dapat diakses melalui satu aplikasi dalam ekosistem Galaxy.
Selain itu, kehadiran Galaxy Card memperkuat ambisi Samsung membangun ekosistem finansial yang saling terhubung. Adopsi stablecoin nantinya dapat melengkapi layanan pembayaran dan pengelolaan aset digital dalam satu platform.
Hingga kini, Samsung belum mengungkap detail implementasi fitur tersebut. Namun, langkah ini menunjukkan stablecoin mulai diposisikan sebagai bagian penting dari masa depan pembayaran digital di perangkat seluler.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


