Sandiaga Uno: Jangan Terjebak Ilusi Cepat Kaya dari Kripto

Di tengah tren investasi kripto yang kian marak, banyak orang tergoda oleh janji keuntungan instan. Namun, Sandiaga Uno menekankan bahwa mindset “cepat kaya” sangat berisiko, terutama bagi yang belum memahami pasar.

Dalam podcast Daging Talk, Rabu (25/03/2026), Sandiaga Uno bersama Atta Halilintar berbagi pengalaman dan menekankan bahwa generasi muda sebaiknya melihat kripto bukan sebagai cara cepat kaya, melainkan sebagai sarana belajar dan memahami pasar.

Waspada Mentalitas “Cuan Instan”

Sandiaga mengamati fenomena investor muda yang ingin cepat untung. Mereka berharap bisa meraih 8–12 persen dalam satu hari, keluar tanpa menunggu lama, atau melakukan trading harian yang menuntut perhatian penuh selama 24 jam.

Padahal, menurutnya, pola ini hanya cocok bagi trader profesional yang memang fokus pada pasar dan siap menghadapi risiko ekstrem.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Kalau mau instant cuan atau instant kaya, ya itu profesimu. Tapi kalau yang mau cuan berkelanjutan, lakukanlah investasi dengan pola jangka panjang,” tuturnya.

Pesan ini sejalan dengan filosofinya, yaitu invest for the long term. Sandiaga menekankan pentingnya kesabaran, riset, dan selektivitas dalam memilih instrumen investasi, termasuk kripto.

BACA JUGA:  OJK Cabut Izin Tennet HQ, Aktivitas Penyimpanan Kripto Dihentikan

Lebih lanjut, Sandiaga juga menyinggung pengalaman pribadinya dalam mengelola berbagai jenis portofolio: agresif, moderat, konservatif, hingga yang unik, yang ia sebut portofolio “emak-emak”, yang dikelola oleh ibunya.

12 Cara Trading Bitcoin Harian yang Efektif dan Minim Risiko

Portofolio ini menekankan resiliensi dengan fokus pada emas, fixed income, dan saham dengan porsi yang moderat. Strategi investasi tersebut menurutnya terbukti lebih tahan banting di tengah volatilitas pasar.

“Portofolio emak-emak ini paling tangguh. Emasnya naik, sahamnya sedikit, bond cukup luas, banyak yang disimpan dalam dolar AS,” jelasnya.

Konsep ini juga bisa diterapkan di kripto: jangan menempatkan seluruh modal pada satu aset yang volatil, lakukan pembelajaran secara bertahap, dan gunakan hanya sebagian kecil dana untuk eksplorasi.

Kripto Bukan Jalan Pintas untuk Cepat Kaya

Meski sempat mencoba kripto, Sandiaga menegaskan bahwa ia tidak menjadikan aset digital sebagai portofolio utama. Ia membeli Bitcoin untuk belajar, bukan untuk spekulasi jangka pendek.

BACA JUGA:  Investor Kripto Indonesia Mulai Serbu Saham Global via Tokenisasi

“Walaupun penasihat portofolio saya tidak menyarankan, saya tetap masuk sangat sedikit. Kripto itu bukan untuk investasi utama, tapi untuk belajar,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kontradiksi di pasar: krisis geopolitik atau penguatan dolar seharusnya mendorong kenaikan kripto, namun faktanya tidak selalu demikian. Ini menunjukkan bahwa crypto belum stabil sebagai safe haven.

Oleh karena itu, bagi generasi milenial dan Gen Z, Sandiaga menyarankan untuk fokus pada investasi jangka panjang dengan instrumen yang telah terbukti fundamentalnya, seperti saham perusahaan solid, obligasi, atau emas.

“Koreksi pasar saat ini bisa jadi momentum untuk selective investing. Pilih perusahaan yang jangka panjangnya jelas, nikmati dividen, dan jangan panik saat harga naik-turun,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya literasi dan kesabaran, mengingat banyak investor muda masih terjebak dalam mentalitas “cepat kaya”, padahal hasil berkelanjutan datang dari strategi yang disiplin dan konsisten.

BACA JUGA:  JPMorgan: CLARITY Act Bisa Picu Gelombang Kripto 2026

Pesan untuk Investor Kripto Pemula

Sandiaga menutup dengan pesan tegas: crypto memang menarik, tetapi jangan dijadikan cara instan untuk kaya. Gunakan sebagian modal untuk belajar, pahami risikonya, dan prioritaskan investasi yang memberikan stabilitas jangka panjang.

“Kalau tidak di depan layar setiap saat, jangan lakukan trading harian. Fokus pada portofolio jangka panjang dan gunakan kripto sebagai sarana belajar, bukan jalan pintas,” pungkasnya.

Inilah Tips bagi GenZ Sebelum Masuk Crypto

Pesan Sandiaga Uno ini jelas: kejar ilmu dan pengalaman, bukan keuntungan instan. Di tengah dunia yang serba cepat, disiplin dan literasi menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang, baik di kripto maupun instrumen investasi lainnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait