Memahami Santa Claus Rally Crypto 2025: Apakah Bitcoin Siap Bullish?

Fenomena Santa Claus Rally Crypto 2025 kembali menarik perhatian para investor yang berharap harga Bitcoin dan aset kripto lainnya naik di penghujung tahun. Tapi, apa sebenarnya Santa Claus rally itu, dan apa yang membuat banyak analis optimistis terhadap pergerakan pasar kali ini? Yuk, pelajari selengkapnya di bawah ini!

BACA JUGA: 10 Tempat Trading Crypto Tanpa KTP dan Modal Kecil Terbaru!

Apa Itu Santa Claus Rally Crypto?

Secara sederhana, Santa Claus rally adalah tren musiman di mana harga aset, termasuk saham dan kripto, cenderung naik antara 26 Desember hingga 2 Januari. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh analis pasar Yale Hirsch pada tahun 1972. Dalam konteks pasar saham, periode ini bahkan tercatat mengalami kenaikan sekitar 79 persen sepanjang sejarahnya.

Di dunia kripto, fenomena ini juga mulai terlihat sejak 2014. Menurut data Coingecko, dalam 10 tahun terakhir pasar kripto mengalami Santa Claus rally sebanyak 8 kali, dengan kapitalisasi pasar global meningkat antara 0,69 persen hingga 11,87 persen selama sepekan setelah Natal. Karena pasar kripto berjalan 24 jam tanpa jeda, efek “rally” ini bahkan bisa terasa lebih eksplosif dibanding pasar tradisional.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Apa Itu Staking Crypto? Ini Cara Kerja dan Panduan Lengkapnya!

Sejarah Santa Claus Rally di Pasar Kripto

Sebagai aset utama di ekosistem kripto, Bitcoin juga punya riwayat menarik saat musim Santa Claus rally. Masih menurut laporan Coingecko, dari 2014 hingga 2023, Bitcoin mencatatkan reli pra-Natal hingga 13,19 persen di tahun 2016, momen ketika harganya berhasil kembali menembus level psikologis US$1.000.

Namun, fenomena ini tidak selalu konsisten. Tahun 2017 justru jadi pengecualian besar, ketika harga Bitcoin anjlok lebih dari 21 persen menjelang Natal. Artinya, meski istilah Santa Claus rally crypto sering terdengar bullish, kenyataannya pergerakan pasar tetap sangat bergantung pada kondisi makroekonomi dan sentimen global.

Sejarah Santa Claus Rally di Pasar Kripto
Sejarah Santa Claus Rally di Pasar Kripto. Foto: Coingecko

Secara rata-rata, jika seseorang membeli Bitcoin di minggu menjelang Natal dan menjualnya setelah tahun baru selama 10 tahun terakhir, keuntungannya berkisar 1–1,3 persen. Angka ini kecil, tapi cukup menunjukkan bahwa ada kecenderungan positif di periode akhir tahun, meskipun tidak bisa dijadikan jaminan setiap kali Desember tiba.

Katalis Harga Pada Santa Claus Rally Crypto 2025

Tahun ini, ada dua faktor utama yang membuat Santa Claus rally crypto 2025 berpotensi lebih kuat dari biasanya. Berikut adalah penjelasannya:

1. Kebijakan Moneter Federal Reserve

The Fed mulai mengindikasikan pelonggaran suku bunga setelah periode panjang pengetatan untuk menekan inflasi. Secara historis, penurunan suku bunga cenderung mendorong minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Investor yang meninggalkan obligasi dan instrumen konservatif biasanya mencari peluang di aset alternatif, termasuk kripto. Meski begitu, efek kebijakan ini masih bergantung pada kedalaman dan durasi pemangkasan suku bunga yang dilakukan. Jika The Fed terlalu hati-hati, dampaknya ke pasar kripto mungkin baru terasa di awal 2026.

2. Pembelian Bitcoin oleh Pemerintah Dunia

Sejak Amerika Serikat mengumumkan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve pada Maret 2025, beberapa negara lain mulai mengikuti langkah serupa. Pembelian Bitcoin oleh lembaga pemerintah dapat menciptakan tekanan beli yang kuat di pasar, karena memperkuat legitimasi Bitcoin sebagai aset strategis.

Meski Departemen Keuangan AS menegaskan pembelian lanjutan baru akan dimulai paling cepat 2026, langkah negara lain yang lebih cepat bisa menjadi katalis penting di akhir tahun ini.

Prediksi Harga Bitcoin Pada Akhir 2025

Harga Bitcoin saat ini bertahan di kisaran US$107.000, dan sejumlah analis besar seperti VanEck dan Standard Chartered masih melihat potensi kenaikan lebih lanjut di sisa tahun ini.

Melansir laman The Block, Geoffrey Kendrick, Global Head of Digital Assets Research di Standard Chartered mengatakan penurunan harga Bitcoin di bawah US$100.000 “nyaris tak terhindarkan” dalam jangka pendek, terutama karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Namun, ia menegaskan bahwa koreksi tersebut kemungkinan hanya bersifat sementara dan justru bisa menjadi peluang beli menarik bagi investor jangka panjang.

Kendrick juga menyoroti pergerakan arus investasi dari emas ke Bitcoin sebagai sinyal penting. Rotasi di mana investor menjual emas untuk membeli Bitcoin menandakan potensi stabilisasi harga dan bisa menjadi titik dasar (bottom) sebelum reli berikutnya dimulai.

Meski volatilitas masih tinggi, Kendrick tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang. Ia mempertahankan prediksinya bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$200.000 pada akhir 2025, dan bahkan menembus US$500.000 pada 2028.

Ia menyarankan investor untuk tetap fleksibel dan siap membeli saat harga turun di bawah US$100.000, karena menurutnya, momen itu bisa jadi “terakhir kalinya Bitcoin berada di bawah level tersebut.”

Dengan pandangan seperti ini, Santa Claus rally crypto 2025 tampak semakin menarik untuk diikuti, terutama bagi kamu yang ingin melihat bagaimana momentum akhir tahun dan sentimen pasar global dapat mendorong reli Bitcoin menuju level baru.

BACA JUGA:  Dolphin Terus Serok Bitcoin, Tapi Minat Beli Makin Lesu

Siap Menyambut Harga Bitcoin di Akhir Tahun 2025?

Santa Claus rally crypto 2025 menjadi momen yang menarik untuk diamati, bukan hanya karena potensi keuntungan jangka pendek, tetapi juga karena bisa menggambarkan arah kepercayaan pasar terhadap Bitcoin menjelang tahun baru. Kamu sudah siap menyambutnya belum, nih?

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia