Di tengah anggapan bahwa dunia kripto identik dengan anak muda dan trading penuh grafik rumit, muncul sosok yang justru berbeda. Seorang “bapak-bapak introvert” viral karena menjalani rutinitas santai, tetapi bisa menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan dari kripto.
Rutinitas Simpel, Tapi Cuan Kripto Jalan Terus
Cerita ini viral setelah diunggah akun X bernama bengshark pada Selasa (26/05/2026). Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan gaya hidup sederhana seorang pria yang disebut bisa menghasilkan hingga Rp50 juta per bulan dari aktivitas di dunia kripto.
Tidak ada kesan glamor ataupun flexing yang berlebihan. Justru yang muncul adalah vibes santai khas bapak-bapak, tetapi dengan penghasilan yang bikin banyak orang melongo.
Unggahan itu langsung menarik perhatian komunitas kripto karena rutinitas hariannya terdengar sederhana, namun terasa sangat relate bagi para pelaku DeFi.
“Bangun pagi main sama anak. Cek platform Dexscreener. Kalau ada yg bagus, masuk, ngopi. Ga ada? Ya ngopi,” tulisnya.

Rutinitas tersebut kemudian berlanjut dengan scroll X, mengecek posisi trading bot, makan siang, tidur siang, lalu bangun sore untuk bersantai. Penutup unggahannya pun ikut viral karena dianggap menggambarkan gaya hidup pelaku liquidity provider.
“Life is good, because LP is my lifestyle,” ujarnya.
Di balik gaya santai itu, aktivitas yang dilakukan sebenarnya cukup teknis. Banyak warganet menduga pria tersebut aktif menjadi liquidity provider di ekosistem DeFi, khususnya melalui Meteora yang populer di jaringan Solana.
Nama platform Meteora sendiri ikut disorot karena dikenal lewat sistem Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM), mekanisme yang memungkinkan pengguna menempatkan likuiditas secara fleksibel mengikuti pergerakan harga pasar.
Meteora dan Strategi “Bapak-Bapak Kripto”
Secara sederhana, pengguna Meteora bisa memperoleh imbal hasil dengan menyediakan likuiditas di market. Lewat sistem DLMM, posisi likuiditas dapat diatur lebih fleksibel mengikuti pergerakan harga agar potensi fee dan hasil yang didapat lebih optimal.
Banyak warganet yang menduga di sinilah sumber cuan sang “bapak-bapak introvert”. Dengan memantau token lewat Dexscreener dan menempatkan likuiditas di momen yang tepat, peluang menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan memang terbuka.
Meski terlihat santai, aktivitas ini tetap memiliki risiko besar. Pergerakan harga yang liar, impermanent loss, hingga token yang tiba-tiba kehilangan likuiditas menjadi tantangan nyata di dunia DeFi.
Apa itu Meteora Solana? Ini Cara Kerja dan Tutorial Menggunakannya!
Namun justru di situlah cerita ini menarik perhatian. Tidak ada setup mahal atau gaya hidup glamor. Yang terlihat justru sosok sederhana yang paham cara memanfaatkan peluang di era Web3.
Fenomena ini juga menunjukkan perubahan wajah komunitas kripto Indonesia. Jika dulu identik dengan trader crypto agresif, kini mulai muncul banyak “silent grinder” yang bergerak santai, tetapi hasilnya tidak bisa diremehkan.
Saat DeFi Mulai Jadi Mesin Cuan Baru
Fenomena “bapak-bapak introvert” ini ternyata bukan kasus pertama. Sebelumnya, trader asal Indonesia bernama Arip juga sempat viral setelah mengaku bisa menghasilkan Rp25 juta hanya dalam dua minggu lewat Meteora.
Yang menarik, seluruh aktivitas tersebut disebut hanya mengandalkan HP Android sejutaan. Tidak ada laptop, PC, atau setup trading mahal seperti yang sering dibayangkan banyak orang.
“Hidup di desa bisa banget kok menghasilkan dua digit sebulan. Ini saya Rp25 juta dalam dua minggu cuma pakai HP Android sejutaan, ditambah skill saya di Meteora,” tulisnya di X kala itu.
Modal HP Sejutaan, Trader Kripto Ini Cuan Rp25 Juta per Minggu!
Cerita seperti ini membuat dunia Web3 mulai dipandang berbeda oleh sebagian orang. Bukan cuma soal meme coin dan spekulasi cepat, tetapi juga peluang mencari penghasilan tambahan lewat strategi DeFi seperti liquidity providing.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


