MetaMask, salah satu dompet kripto paling popular di dunia, resmi meluncurkan fitur Multichain Accounts yang memungkinkan pengguna mengelola aset dari berbagai jaringan blockchain dalam satu akun terpadu.
Melalui pembaruan MetaMask Mobile versi 7.57 dan extension versi 13.5. Langkah ini menandai perkembangan penting bagi MetaMask yang sebelumnya hanya berfokus pada jaringan Ethereum.
Satu Akun untuk Banyak Blockchain
Fitur Multichain Accounts memungkinkan pengguna memiliki satu alamat yang dapat berfungsi lintas jaringan EVM seperti Ethereum serta jaringan non-EVM seperti Solana.
Sistem baru dompet MetaMask ini secara otomatis akan memasangkan satu alamat EVM dengan satu alamat Solana dalam satu akun. Jika pengguna belum memiliki salah satu alamat, sistem akan membuatkannya secara otomatis.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kerumitan pengguna dalam mengakses berbagai ekosistem blockchain tanpa harus berpindah dompet.
Selain meningkatkan interoperabilitas, dompet MetaMask juga mengklaim adanya peningkatan performa signifikan. Kecepatan pemuatan aset dikatakan meningkat hingga 30 kali lebih cepat dibanding versi sebelumnya.
Fitur baru ini juga mencakup peningkatan stabilitas saat memuat token dan riwayat transaksi di beberapa jaringan sekaligus. Sementara itu, dukungan untuk jaringan tambahan seperti Bitcoin dan Tron dikonfirmasi akan hadir dalam pembaruan selanjutnya.
Peluncuran ini juga menunjukkan ambisi MetaMask untuk memperluas jangkauan pengguna di luar ekosistem Ethereum.
Dengan integrasi Solana dan rencana mendukung Bitcoin, MetaMask kini menempatkan diri sebagai dompet multichain yang kompetitif di tengah maraknya adopsi lintas jaringan di industri kripto.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi MetaMask di tengah meningkatnya persaingan dengan dompet multichain lain seperti Phantom dan Trust Wallet.
Keamanan Tetap Jadi Fokus Utama di Tengah Kemudahan Baru
Meskipun membawa kemudahan, MetaMask menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama. Karena satu frasa pemulihan (seed phrase) kini dapat mengendalikan banyak alamat di berbagai jaringan, pengguna diminta untuk menyimpannya dengan sangat hati-hati.
MetaMask juga menyampaikan bahwa bagi pengguna hardware wallet, dukungan untuk jaringan Solana belum tersedia sepenuhnya. Artinya, pengguna yang menggunakan dompet perangkat keras masih terbatas pada jaringan berbasis EVM.
Fitur Multichain Accounts ini juga berpotensi mempercepat adopsi Web3, terutama di kalangan pengguna ritel. Dengan satu akun yang dapat mengakses berbagai ekosistem blockchain, hambatan teknis yang selama ini menjadi kendala dapat berkurang secara signifikan.
Namun, para analis industri menilai integrasi cross-chain juga membawa tantangan baru dari sisi risiko keamanan. Jika terjadi kebocoran data atau peretasan, potensi kerugian bisa terjadi di lebih dari satu jaringan secara bersamaan.
Langkah MetaMask ini dianggap sebagai bagian dari transformasi besar industri dompet digital menuju era interoperabilitas penuh.
Dengan menggabungkan kemudahan akses, kecepatan dan efisiensi lintas jaringan, MetaMask berupaya menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih sederhana namun tetap kuat dari sisi fungsionalitas. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



