“Satu Malam Selesai”, Trump Kembali Ancam Iran

Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, langsung mengguncang pasar global dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Ancaman yang dilontarkan kali ini bukan sekadar retorika, tetapi juga diikuti dengan tenggat waktu yang jelas.

Ultimatum Keras Trump dan Respons Iran

Ketegangan meningkat setelah Iran menolak permintaan AS untuk membuka Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata. Penolakan ini memicu reaksi keras dari Donald Trump yang kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Trump sebelumnya telah memberikan tenggat waktu hingga Selasa ini. Kali ini, dikutip dari NBC News pada Senin (06/04/2026), Trump menggelar konferensi pers dan menyampaikan ancaman terbuka terhadap Iran.

“Seluruh negara itu bisa dilenyapkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin saja besok malam,” ujarnya di Gedung Putih.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Lebih lanjut, Trump juga menegaskan bahwa rakyat Iran, menurutnya, siap menanggung kehancuran infrastruktur demi kebebasan. Pernyataan ini mempertegas sikap keras Washington di tengah meningkatnya tekanan terhadap Teheran. 

BACA JUGA:  Taruhan Rudal Iran di Polymarket Picu Ancaman ke Jurnalis Israel

Ia sebelumnya telah memberikan tenggat waktu hingga pukul 8 malam waktu setempat pada 7 April bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan ancaman serangan terhadap infrastruktur penting jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Polymarket Tunjukkan Peluang 70 Persen AS Masuk Iran, Apa Artinya?

Di sisi lain, respons dari Iran datang melalui Saeed Jalili, anggota Expediency Discernment Council. Dalam pernyataannya di X pada Selasa (07/04/2026), Jalili menilai bahwa meremehkan Trump bukanlah langkah yang tepat.

“‘Diam’ bukanlah respons yang tepat terhadap ocehan Trump; biarkan dia berbicara lebih banyak,” tulisnya, seraya menambahkan bahwa pernyataan Trump justru memperlihatkan wajah asli Amerika Serikat.

Pasar Bereaksi, Minyak Naik dan Bitcoin Bertahan

Dampak dari pernyataan tersebut langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami lonjakan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

BACA JUGA:  Panas! Eks-Member AC Ingin Bawa Kasus Timothy Ronald ke DPR

Dari sebelumnya berada di level US$111 per barel, harga naik menjadi sekitar US$114 per barel sebelum kembali terlempar ke US$112,8 per barel. Lonjakan ini terjadi hanya dalam hitungan waktu setelah pernyataan Trump mencuat ke publik.

Lonjakan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang sangat sensitif terhadap konflik.

Namun, pergerakan berbeda justru terlihat pada pasar kripto. Harga Bitcoin terpantau relatif stabil di kisaran US$69.000, meskipun sempat menyentuh level US$70.000 pada malam sebelumnya.

Harga Minyak Menuju US$120? Sinyal Kuat Muncul dari Polymarket

Secara keseluruhan, situasi ini menegaskan bahwa dinamika geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar global. Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, pelaku pasar kini menunggu langkah lanjutan dari kedua pihak.

BACA JUGA:  Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua OJK yang Baru, Ini Profilnya

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait