SBF Dinyatakan Bersalah, Terancam Penjara 115 Tahun

Sam Bankman-Fried (SBF), mantan CEO FTX dan Alameda Research dinyatakan bersalah oleh juri atas semua tuduhan yang diajukan oleh jaksa. SBF terancam hukuman penjara selama 115 tahun. Vonis hakim dijadwalkan pada tahun depan. SBF hingga detik ini masih mengaku tidak bersalah sepenuhnya.

Juri menyampaikan pada Kamis (3/11/2023) di Pengadilan Federal Manhattan, AS, bahwa SBF terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan penipuan terhadap pengguna FTX yang bernilai miliaran dolar. Putusan itu dicapai hanya setelah hanya empat jam setelah para juri berunding, menandai akhir dari hampir satu bulan proses pengadilan.

“Kami menghormati keputusan juri, namun kami sangat kecewa dengan hasilnya. Sam Bankman-Fried tetap bersikukuh bahwa dirinya tak bersalah dan akan terus berjuang dengan gigih melawan tuduhan yang dihadapkannya,” ujar Mark Cohen, pengacara SBF, dilansir dari The Guardian.

Sementara itu Damian Williams Jaksa Manhattan AS memperingatkan publik, bahwa semua penipu tak akan bisa lari dari jeratan hukum dan kasus FTX ini menjadi buktinya.

“Ketika saya menjadi jaksa AS, saya berjanji akan tanpa henti memberantas pelanggaran hukum di pasar keuangan kita. Inilah wujud janji saya itu. Kasus ini juga merupakan peringatan bagi setiap penipu di luar sana yang berpikir mereka tak tersentuh, bahwa kejahatan mereka terlalu rumit untuk kami tangkap, bahwa mereka terlalu berkuasa untuk diadili, atau bahwa mereka cukup cerdik untuk untuk berpikir bisa keluar dari situasi ini jika tertangkap. Orang-orang itu seharusnya berpikir ulang dan berhenti. Dan jika mereka tidak berhenti, saya janji kami akan memiliki cukup borgol untuk semuanya,” ujar Williams.

Bankman-Fried dituduh menipu pengguna crypto exchange FTX sekitar US$10 miliar. Jaksa penuntut mengatakan bahwa penipuannya berlangsung dari tahun 2019 hingga November 2022, ketika FTX bangkrut karena krisis likuiditas. Krisis itu yang disebabkan oleh peminjaman dana pengguna FTX ke Alameda Research, perusahaan manajemen investasi yang dikelola SBF.

Bankman-Fried dituding mengalirkan dana yang dicuri untuk memperkaya dirinya sendiri. dan menutupi investasi berisiko tinggi Alameda.

“Dengan uang itu SBF bergaya hidup mewah dengan modus menarik banyak uang seolah-olah terkait dengan dengan dana operasi FTX, seperti sumbangan politik sebesar US$100 juta. Ini juga termasuk membayar kebutuhan pribadinya, seperti pembelian properti di Bahamas senilai US$200 juta dan lain sebagainya. Hingga FTX ambruk, kas perusahaan minus US$8 miliar,” tertera dalam dakwaaan jaksa.

Pengadilan terhadap FTX masih berlangsung. Jadwal berikutnya adalah pada Maret 2024 untuk mendengarkan vonis dari hakim. SBF terancam hukuman penjara selama 115 tahun.

SBF Bersalah, Ini Tanggapan Pelaku Pasar

Sejumlah pelaku pasar kripto pun angkat bicara terkait dinamika terbaru ini.

“Meskipun saya yakin keputusan bersalah SBF adalah hasil yang benar, namun ini bukan hari yang patut dirayakan, karena miliaran dana pengguna hilang dan reputasi industri kita terpukul secara besar-besaran. Satu-satunya pemenang adalah beberapa firma hukum dan sejumlah penentang kripto,” kata Hayden Adams, Pendiri Uniswap di X.

Senada dengan itu, Nic Carter, dari Castle Island Ventures berujar, bahwa banyak orang yang mengumpulkan uang dari SBF, berpartisipasi dalam berbagai acara FTX, menghadiri setiap pesta dan konferensi FTX, kini meludahi kuburnya.

Kilas Balik Kasus

Kasus yang menimpa SBF berpangkal dari bangkrutnya FTX. Kesalahan SBF disebut-sebut sebagai aksi penipuan terbesar yang terkait dengan industri mata uang kripto.

Pada 2 November 2022, Coindesk melaporkan bahwa mereka mengantongi sejumlah dokumen keuangan pribadi yang menunjukkan bahwa 40 persen neraca Alameda Research (perusahaan yang terafiliasi dengan FTX) bernilai US$5,9 miliar yang terdiri dari crypto FTT. Neraca keuangan hanya bernilai aset kripto dinilai tidak wajar, karena berisiko limbung jika pasar bergejolak. Kripto FTT ini diterbitkan oleh FTX sendiri dan merupakan kripto andalan ketika itu.

Pada 7 November 2022, Binance mengumumkan akan segera melikuidasi kepemilikan FTT di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai solvabilitas FTX itu. Pada akhirnya FTX kehabisan dana dan memicu penarikan dana secara besaran-besaran dari pengguna FTX. Pada 11 November 2022, SBF mengundurkan diri sebagai CEO dan FTX mengajukan bangkrut. Dampaknya akhirnya terungkap, bahwa aset senilai US$7 miliar “hilang”. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait