SBI Holdings Rilis Tokenisasi Obligasi dengan Bonus XRP

SBI Holdings resmi meluncurkan produk tokenisasi obligasi senilai ¥10 miliar, setara sekitar Rp1 triliun, yang disertai insentif dalam bentuk XRP bagi investor ritel di Jepang.

Produk yang diberi nama START Bonds tersebut diterbitkan melalui infrastruktur blockchain dan dijadwalkan mulai diperdagangkan di pasar sekunder pada 25 Maret 2026 di Osaka Digital Exchange.

Peluncuran ini menandai langkah terbaru grup keuangan asal Jepang itu dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke instrumen pasar modal. Melalui skema tokenisasi obligasi, SBI memproses penerbitan, pencatatan, dan distribusi insentif sepenuhnya secara on-chain.

Obligasi tersebut memiliki tenor tiga tahun dengan pembayaran kupon dua kali setahun. Investor yang memenuhi syarat akan menerima bonus XRP setelah proses berlangganan selesai serta tambahan XRP pada periode pembayaran bunga berikutnya selama masa berlaku obligasi.

IKLAN
Chat via WhatsApp

SBI menyatakan model ini dirancang untuk memperluas partisipasi investor ritel sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi instrumen pendapatan tetap.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Harian: BTC, XRP, LINK, DOGE, PEPE Lagi Panas Banget

“Seluruh proses penerbitan hingga distribusi reward dilakukan melalui sistem berbasis blockchain,” demikian keterangan resmi perusahaan terkait mekanisme produk tersebut.

Mekanisme Tokenisasi Obligasi dan Bonus XRP

Dalam skema tokenisasi obligasi ini, START Bonds diterbitkan sebagai security token yang merepresentasikan kepemilikan atas instrumen utang tersebut.

Proses pencatatan kepemilikan dilakukan secara digital melalui jaringan blockchain, sehingga memungkinkan transparansi dan efisiensi settlement dibandingkan mekanisme obligasi tradisional.

Investor yang berpartisipasi dalam tokenisasi obligasi akan menerima XRP sebagai insentif awal setelah penyelesaian pembelian. Selain itu, bonus XRP tambahan dijadwalkan diberikan pada tanggal pembayaran kupon selama periode 2027 hingga 2029. Skema ini mengaitkan instrumen pendapatan tetap dengan aset kripto secara langsung.

Perdagangan sekunder akan difasilitasi oleh Osaka Digital Exchange, memberikan likuiditas bagi investor yang ingin menjual kepemilikan sebelum jatuh tempo tiga tahun. Dengan demikian, tokenisasi obligasi tidak hanya menghadirkan format digital, tetapi juga memperluas akses dan fleksibilitas perdagangan.

BACA JUGA:  Robinhood Rilis Blockchain Sendiri, Fokus ke Tokenisasi RWA

Strategi Integrasi Blockchain di Pasar Modal

Langkah SBI ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan tokenisasi obligasi dan instrumen keuangan berbasis blockchain. Dengan memanfaatkan teknologi ledger terdistribusi, perusahaan berupaya menekan friksi operasional serta mempercepat proses penyelesaian transaksi.

Model tokenisasi obligasi dengan bonus XRP juga menciptakan potensi arus permintaan terjadwal terhadap aset kripto tersebut, mengingat insentif dibagikan pada waktu tertentu selama masa obligasi.

Meski demikian, mekanisme ini tetap berfokus pada fungsi utama obligasi sebagai instrumen pendapatan tetap dengan pembayaran kupon berkala.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia