Satu whale Ethereum (ETH) telah menjadi sorotan komunitas kripto setelah berhasil melakukan aksi jual besar-besaran tepat sebelum pasar mengalami koreksi tajam, lalu membeli kembali aset yang sama pada harga yang jauh lebih rendah.
Berdasarkan data on-chain yang dibagikan Lookonchain pada Senin (8/6/2026), investor awal Ethereum atau Ethereum OG tersebut menjual aset senilai sekitar US$188 juta sebelum penurunan harga terjadi dan kembali melakukan akumulasi setelah pasar melemah.

Data tersebut menunjukkan bahwa whale tersebut menjual 60.000 ETH senilai sekitar US$117,25 juta dan 9.442 wstETH senilai sekitar US$24 juta pada harga rata-rata US$2.040.
Selain itu, ia juga melepas 600 WBTC senilai sekitar US$47,12 juta dengan harga rata-rata US$78.538 per BTC. Total nilai transaksi penjualan mencapai sekitar US$188 juta.
Timing yang Sempurna di Tengah Kepanikan Pasar
Menurut data Lookonchain, aksi jual dilakukan sebelum pasar kripto mengalami tekanan yang kemudian mendorong harga Ethereum turun hebat. Setelah koreksi terjadi, wallet yang sama kembali masuk ke pasar dan membeli 60.088 ETH senilai sekitar US$95,3 juta serta 10.000 wstETH senilai sekitar US$21,08 juta pada harga rata-rata US$1.606.
Tidak berhenti di situ, whale ETH tersebut juga membeli kembali 611 WBTC senilai sekitar US$38,68 juta pada harga rata-rata US$63.280. Menariknya, jumlah aset yang dibeli kembali bahkan sedikit lebih besar dibandingkan yang sebelumnya dijual.
Strategi tersebut membuat investor itu mampu mempertahankan eksposur terhadap Ethereum dan Bitcoin sambil memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli. Aktivitas tersebut menjadi salah satu contoh paling mencolok dari strategi sell high buy low yang berhasil dieksekusi di tengah volatilitas pasar.
Selain itu,pada akhir Mei lalu, investor yang sama juga sempat menjual sekitar 55.000 ETH dan wstETH senilai sekitar US$136 juta ketika harga ETH masih berada di kisaran US$2.040. Langkah tersebut kini terlihat semakin hebat setelah pasar bergerak turun dalam beberapa hari berikutnya.
Harga ETH Mulai Bangkit, Tapi Ujian Terbesarnya Baru Dimulai
Di tengah sorotan terhadap aktivitas whale, pergerakan harga ETH sendiri mulai menunjukkan upaya pemulihan setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut analis CW, ETH telah berhasil memantul dari area demand di kisaran US$1.500 hingga US$1.530 dan melanjutkan rebound menuju zona supply antara US$1.670 hingga US$1.720. Area tersebut kini menjadi fokus utama pasar karena berfungsi sebagai tembok jual atau sell wall yang sedang diuji oleh pembeli.

CW menilai struktur harga saat ini relatif konstruktif karena Ethereum mampu membentuk rangkaian higher low sejak pantulan dari titik terendah pekan lalu. Selain itu, area US$1.595 hingga US$1.610 yang sebelumnya menjadi resistance kini berubah fungsi menjadi support jangka pendek dan masih berhasil dipertahankan.
Dalam pandangannya, selama support tersebut tetap bertahan, peluang pemulihan harga masih terbuka. Namun, arah pergerakan berikutnya sangat bergantung pada kemampuan ETH menembus resistance utama di kisaran US$1.670 hingga US$1.720.
Jika area tersebut berhasil ditembus dan berubah menjadi support baru, fase pemulihan berpotensi berlanjut menuju level psikologis US$2.000.
Sebaliknya, apabila ETH kembali terpantul dari zona tersebut, perhatian pelaku pasar kemungkinan akan kembali tertuju pada area US$1.600 sebagai garis pertahanan terdekat.
Cadangan ETH di Bursa Turun 475.000 Koin
Sementara itu, analis di CryptoQuant, Amr Taha, melaporkan adanya penurunan tajam cadangan Ethereum di sejumlah bursa kripto utama pada awal Juni. Berdasarkan data yang ia pantau, total cadangan ETH di Binance, OKX, Gemini dan Bitfinex berkurang sekitar 475.000 ETH dalam periode beberapa hari.

Penurunan terbesar terjadi di Binance, di mana cadangan ETH turun dari sekitar 3,87 juta ETH pada 4 Juni menjadi 3,68 juta ETH pada 7 Juni, atau berkurang sekitar 190.000 ETH. Bitfinex juga mencatat penurunan sekitar 180.000 ETH dalam periode yang hampir sama.
Di sisi lain, OKX mencatat penurunan persentase paling tajam. Cadangan ETH di bursa tersebut turun dari sekitar 424.000 ETH menjadi 340.000 ETH antara 4 hingga 7 Juni. Sementara itu, Gemini mengalami penurunan dari sekitar 541.000 ETH menjadi 520.000 ETH.
Menurut Amr Taha, sinyal terpenting bukan hanya besarnya jumlah ETH yang keluar dari bursa, melainkan fakta bahwa penurunan tersebut terjadi secara bersamaan di beberapa platform besar. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan berkurangnya likuiditas Ethereum yang tersedia di bursa terpusat apabila tren tersebut terus berlanjut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penurunan cadangan bursa tidak selalu menjadi sinyal bullish secara otomatis. Namun ukuran dan waktu terjadinya penurunan tersebut menjadikan 7 Juni sebagai tanggal penting yang perlu diperhatikan dalam struktur pasokan Ethereum di bursa.
Jika cadangan ETH terus menurun sementara permintaan pasar spot meningkat, Ethereum berpotensi memasuki lingkungan perdagangan dengan likuiditas yang lebih tipis dibandingkan sebelumnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


