Sejarah 2015 Terulang? Begini Prediksi Awal Bull Market Terbesar Bitcoin

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis melihat kemiripan antara kondisi pasar saat ini dengan fase dasar atau bottom yang terbentuk pada 2015, periode yang kemudian menjadi awal dari salah satu bull market terbesar dalam sejarah aset kripto.

Meski harga Bitcoin masih bergerak di bawah tekanan dan sentimen pasar belum sepenuhnya pulih, beberapa pengamat menilai struktur jangka panjang menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa.

Salah satu pandangan tersebut datang dari analis Ninedex yang menilai pelemahan Bitcoin belakangan ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil pasar kripto.

Menurutnya, pergerakan harga Bitcoin saat ini banyak dipengaruhi oleh apa yang ia sebut sebagai noise pasar, sementara indikator yang merepresentasikan kondisi pasar secara keseluruhan justru menunjukkan gambaran yang lebih konstruktif.

Sejarah Besar Bitcoin Berpotensi Terulang, Pasar Mulai Beri Petunjuk

Dalam analisis terbarunya pada Selasa (9/6/2026), Ninedex menjelaskan bahwa seluruh aset keuangan pada dasarnya bergerak mengikuti tren jangka panjang yang dibentuk oleh pertumbuhan historis dan rasio Fibonacci.

Karena itu, ia lebih menitikberatkan analisis pada zona permintaan dan penawaran makro dibandingkan fluktuasi harga jangka pendek.

bitcoin analisis 10 jn

Menurut Ninedex, pergerakan ekstrem yang sering muncul pada Bitcoin dapat dipicu oleh aktivitas pasar futures yang memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan pasar spot. Dalam kondisi tertentu, tekanan jual maupun likuidasi besar di pasar derivatif dapat menciptakan penyimpangan harga yang tidak selalu mencerminkan arus modal sebenarnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Ia kemudian menyoroti indikator TOTAL3, yaitu total kapitalisasi pasar altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum. Meski banyak aset kripto mengalami penurunan harga yang tajam dalam beberapa bulan terakhir, TOTAL3 disebut masih mampu bertahan di atas area support utama dan tidak menembus batas bawah struktur jangka panjangnya.

BACA JUGA:  10 Proyek Kripto Solana yang Layak Dipantau Akhir Mei 2026

Menurut Ninedex, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto secara agregat kemungkinan telah membentuk dasar yang relatif kuat. Ia bahkan menilai fenomena yang terjadi saat ini lebih menyerupai “kerusakan grafik” yang bersifat spesifik pada Bitcoin dibandingkan tanda-tanda kehancuran pasar kripto secara keseluruhan.

Sebagai pembanding historis, Ninedex melihat kemiripan tertentu dengan Agustus 2015, saat pasar altcoin memasuki fase yang ia sebut sebagai “zaman es” terburuk sejak kemunculannya. Kala itu, Bitcoin baru mulai dikenal secara global setelah reli besar dan akhirnya menyentuh area terbawah dari kanal jangka panjangnya.

Menurutnya, Juni 2026 menunjukkan pola yang cukup serupa. Bedanya, saat ini BTC telah menjadi bagian dari sistem keuangan arus utama dan baru saja melewati periode euforia yang sangat kuat sebelum jatuh ke area terendah dalam struktur historisnya.

Ia menilai kombinasi posisi teknikal yang sangat rendah serta potensi peningkatan likuiditas global akibat pelemahan dolar AS dapat membuka peluang terbentuknya siklus bullish baru dalam beberapa tahun ke depan.

Di Tengah Harapan Bull Market, Bitcoin Masih Hadapi Ujian Berat

Meski terdapat pandangan optimistis mengenai potensi pembentukan dasar pasar, tidak semua analis melihat fase pemulihan akan terjadi dalam waktu dekat.

Analis Trading Heights menilai struktur mingguan Bitcoin masih berada dalam fase korektif besar berdasarkan interpretasi Elliott Wave. Dalam analisisnya, Bitcoin disebut berpotensi bergerak di dalam pola flat correction multi-tahun dengan pembentukan wave C yang masih berlangsung.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 6 Juni 2026: DOGE Bidik US$1, MANTA Disebut Akhiri Bear Market 2 Tahun

BTC analisis 10 Mei

Menurut analisis tersebut, gelombang penurunan pertama telah selesai terbentuk pada fase sebelumnya, sementara fase pemulihan berikutnya diduga berakhir di dekat puncak utama yang terbentuk sebelumnya.

Penembusan harga ke bawah area terendah sebelumnya dinilai menjadi sinyal meningkatnya tekanan jual dan membuka kemungkinan bahwa gelombang ketiga dari struktur korektif tersebut sedang berkembang.

Dalam skenario yang dipetakan Trading Heights, Bitcoin masih berpotensi mencari area likuiditas yang lebih dalam sebelum memasuki fase pemulihan sementara pada gelombang keempat. Setelah itu, masih terdapat peluang terbentuknya gelombang kelima yang akan menyelesaikan keseluruhan fase koreksi sebelum pasar memasuki siklus baru.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun peluang bull market jangka panjang mulai diperhatikan sebagian analis, volatilitas dan tekanan harga masih dapat terjadi dalam jangka pendek sebelum struktur pasar benar-benar berbalik naik.

Meski Rugi, Pemegang BTC Jangka Pendek Belum Menyerah

Sementara itu, data on-chain yang dibagikan analis Zizcrypto di CryptoQuant menunjukkan bahwa tekanan yang dialami investor jangka pendek Bitcoin saat ini masih berada di bawah level kapitulasi yang pernah terjadi pada siklus sebelumnya.

Bitcoin STH 10 jn

Menurut data tersebut, BTC saat ini diperdagangkan di sekitar US$61.400. Nilai pasar kepemilikan investor jangka pendek tercatat sekitar US$224,3 miliar, sementara nilai realisasinya berada di kisaran US$275,4 miliar. Kondisi itu mencerminkan bahwa kelompok investor tersebut masih menanggung kerugian yang belum terealisasi.

BACA JUGA:  Bitcoin Pizza Day: 10.000 BTC yang Dulu Ditukar Pizza, Kini Setara Miliaran Porsi MBG

Namun, selisih antara nilai pasar dan nilai realisasi saat ini hanya sekitar 18,6 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tekanan yang terjadi pada Februari lalu yang mencapai sekitar 30,8 persen, serta di bawah kondisi November 2025 yang berada di kisaran 20,9 persen.

Bahkan, ketika fase kapitulasi besar terjadi pada Juni 2022, kesenjangan tersebut sempat melebar hingga sekitar 40,9 persen. Selain itu, porsi kepemilikan investor jangka pendek terhadap total pasokan Bitcoin juga turun dari sekitar 28,2 persen pada Februari menjadi sekitar 18,3 persen saat ini.

“Tekanan kerugian pemegang jangka pendek masih berada jauh di bawah level kapitulasi sebelumnya, sehingga masih ada ruang bagi fase tekanan yang lebih berat apabila pelemahan harga berlanjut,” ungkap Zizcrypto.

Secara keseluruhan, sejumlah indikator teknikal, historis dan on-chain menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada di fase yang sangat menentukan. Sebagian analis melihat kemiripan dengan periode dasar pasar pada 2015 yang kemudian diikuti bull market besar, sementara data lain mengindikasikan tekanan jual belum mencapai level kapitulasi ekstrem.

Meski risiko koreksi lanjutan masih terbuka, kondisi saat ini mulai dipandang sebagai area yang layak diperhatikan karena berpotensi menjadi fondasi bagi siklus pertumbuhan berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait