Selat Hormuz Memanas, Uni Eropa Siapkan Koalisi Global

Uni Eropa (UE) tengah mendorong pembentukan koalisi internasional untuk memulihkan kebebasan navigasi di selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan yang mengganggu jalur perdagangan energi global.

Berdasarkan laporan Reuters pada Kamis (9/4/2026), Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan bahwa langkah ini menjadi prioritas karena sekitar 20 persen distribusi energi dunia melewati selat Hormuz, yang kini berada dalam kondisi tidak stabil akibat pembatasan dari Iran.

Dalam pernyataannya, Meloni menegaskan risiko ekonomi yang dapat timbul dari kebijakan Iran terhadap selat Hormuz.

“Jika Iran berhasil memperoleh wewenang untuk menerapkan tarif tambahan pada transit melalui selat (Hormuz), hal ini masih dapat menyebabkan konsekuensi ekonomi dan pergeseran arus perdagangan,” ujar Meloni.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Koalisi yang dimaksud dipimpin oleh Inggris dan melibatkan sekitar 30 negara dengan tujuan utama mengamankan selat Hormuz dari gangguan yang dapat menghambat arus perdagangan.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp1,21 Miliar, Imbas Gencatan Senjata Iran-AS

Inisiatif ini mencakup upaya pengawalan kapal serta peningkatan koordinasi keamanan maritim guna memastikan kapal dagang dapat melintas tanpa hambatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons internasional terhadap tindakan Iran yang dinilai membatasi lalu lintas kapal di selat Hormuz.

Ketegangan Baru Picu Ancaman di Selat Hormuz

Situasi di selat Hormuz semakin kompleks seiring berkembangnya dinamika geopolitik di kawasan. Laporan terbaru menunjukkan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran mulai menunjukkan tanda-tanda melemah.

Secara tidak langsung, laporan dari kawasan Teluk menyebut adanya serangan drone yang diduga terkait Iran di Kuwait, sementara Arab Saudi dilaporkan mengalami kerusakan pada infrastruktur pipa minyak.

Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga minyak global, mencerminkan kekhawatiran bahwa jalur selat Hormuz belum sepenuhnya aman dari gangguan.

Di sisi lain, perkembangan dari internal Iran turut memperkuat ketidakpastian. Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara tidak langsung mengisyaratkan perubahan kebijakan dengan menyatakan bahwa pengelolaan selat Hormuz akan memasuki “fase baru.”

BACA JUGA:  KB Kookmin Gandeng Avalanche, Hadirkan Kartu Hybrid Stablecoin

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan peningkatan kontrol strategis Iran terhadap selat Hormuz di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh.

Selain itu, Iran juga menegaskan akan menuntut kompensasi atas kerusakan akibat konflik sebelumnya. Sikap ini menunjukkan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda dan potensi eskalasi masih terbuka dalam waktu dekat.

Dengan posisi selat Hormuz sebagai jalur vital energi global, setiap perubahan kebijakan atau peningkatan konflik di kawasan tersebut berpotensi memberikan dampak luas terhadap stabilitas ekonomi internasional.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait