Kekhawatiran investor yang sempat memuncak mulai mereda. Setelah memindahkan 411,48 BTC senilai US$30,3 juta ke Coinbase Prime dan memicu spekulasi, data terbaru menunjukkan sebagian besar Bitcoin tersebut justru kembali ke dompet milik Strategy.
Pergerakan ini membuat pasar kembali mempertanyakan tujuan transfer. Alih-alih menjadi awal aksi jual, transaksi itu kini lebih terlihat sebagai aktivitas operasional atau pengelolaan aset biasa.
BTC Kembali ke Dompet Strategy, Spekulasi Jual Mereda
Pada Jumat lalu komunitas dibuat heboh setelah Strategy mengirim 411,48 BTC ke Coinbase Prime. Langkah ini dianggap sebagai sinyal jual karena Coinbase Prime merupakan platform yang umum digunakan institusi untuk melakukan perdagangan.
Kekhawatiran itu muncul karena Michael Saylor mulai melonggarkan narasi “never sell Bitcoin” yang selama ini identik dengan. Akibatnya, setiap perpindahan Bitcoin perusahaan langsung memicu spekulasi pasar.
Namun, data terbaru Arkham Intelligence menunjukkan 205,27 BTC dan 206 BTC telah kembali dari Coinbase Prime ke dompet Strategy. Jumlah tersebut hampir sama dengan 411,48 BTC yang sebelumnya dipindahkan.

Pergerakan ini langsung mengubah sentimen pasar. Jika tujuan awal transfer memang untuk menjual Bitcoin, banyak pelaku pasar mempertanyakan mengapa aset tersebut justru kembali ke dompet perusahaan hanya dalam waktu singkat.
Pasar Masih Bertaruh Strategy Akan Menjual Bitcoin
Meski demikian, spekulasi belum mereda. Di Polymarket, 89 persen trader meyakini bahwa Strategy akan menjual sebagian Bitcoin sebelum akhir 2026. Hingga saat ini, total volume taruhan pada keseluruhan skenario mencapai sekitar US$34 juta.
Sentimen itu dipicu oleh dua faktor. Pertama, perpindahan 411,48 BTC ke Coinbase Prime yang sempat memicu kekhawatiran. Kedua, perubahan sikap Michael Saylor yang mengakui bahwa penjualan Bitcoin dapat dilakukan untuk mendukung kebutuhan bisnis perusahaan.
“Kami kemungkinan akan menjual sebagian Bitcoin untuk mendanai dividen saham, sekaligus membuat pasar lebih tenang dan menunjukkan bahwa kami memang bisa melakukannya,” ujar Saylor dalam laporan kinerja kuartal pertama 2026.
Pernyataan tersebut menjadi perubahan besar dibandingkan sikapnya yang identik dengan filosofi “never sell Bitcoin“. Karena itu, pasar kini semakin sensitif terhadap setiap transaksi yang melibatkan cadangan Bitcoin milik Strategy.
Strategy Pertimbangkan Jual Bitcoin, Ini Penjelasan Michael Saylor
Meski demikian, data terbaru justru menunjukkan bahwa Bitcoin yang dikirim ke Coinbase Prime telah kembali ke wallet Strategy. Fakta ini melemahkan dugaan bahwa perusahaan akan melakukan penjualan Bitcoin dalam waktu dekat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


