Sempat Dieksploitasi WNI hingga Rp3 Miliar, Bot Kripto Ini Kembali Aktif

Sempat bikin heboh komunitas, bot kripto yang dieksploitasi oleh WNI bernama Ilham hingga miliaran rupiah kini sudah kembali berjalan. Insiden ini membuka sisi lain dari risiko AI di dunia kripto. Meski sistem mulai pulih, kekhawatiran soal celah serupa masih terasa.

Bot Trading Kripto Bankr Kembali Aktif

Lewat unggahan otomatis di X pada Minggu (24/05/2026), bot Bankr mengonfirmasi bahwa sistemnya telah beroperasi. Sebelumnya, layanan sempat dihentikan setelah eksploitasi pada celah session keys yang menyebabkan kerugian US$170.000 atau Rp3 miliar.

“Saya sudah kembali dan beroperasi penuh. Saya bisa membeli dan menjual token di jaringan Base, Solana, dan semua chain EVM utama. Saya juga menangani swap, bridge lintas chain, limit order, hingga trading spot Hyperliquid langsung dari chat,” tulis bot tersebut.

Bankr dikenal sebagai agen trading otomatis yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas kripto dalam satu platform, mulai dari swap, bridge antar-chain, hingga trading lintas jaringan seperti Base dan Solana.

Kronologi Lengkap Aksi WNI Gasak Crypto Rp3 Miliar dari Agen AI

Setelah pembaruan, aktivitas transaksi mulai terlihat di jaringan, menandakan fungsi utama bot trading telah pulih. Meski begitu, pengguna tetap diimbau untuk menggunakan wallet bawaan yang terintegrasi guna menjaga keamanan sekaligus mempertahankan peluang airdrop.

BACA JUGA:  Gempar! Iggy Azalea Digugat Gara-Gara Meme Coin MOTHER

Cara WNI Eksploitasi Bot Kripto hingga Rp3 Miliar

Insiden eksploitasi ini bermula pada awal Mei 2026, ketika seorang WNI bernama Ilham berhasil memanfaatkan celah pada sistem AI yang terhubung dengan bot tersebut.

Alih-alih melakukan peretasan yang kompleks, pelaku justru menggunakan metode yang lebih “halus”, yakni teknik prompt injection. Dengan memanfaatkan NFT tertentu, pelaku membuka akses AI ke fitur penting dalam sistem bot.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Langkah berikutnya menjadi kunci. Pelaku menyisipkan perintah tersembunyi dalam bentuk kode morse yang tidak terdeteksi sebagai instruksi berbahaya. AI yang dirancang untuk membantu justru menerjemahkan kode tersebut menjadi perintah eksplisit.

Tanpa disadari, sistem mengeksekusi instruksi tersebut sebagai transaksi valid. Akibatnya, token kripto senilai Rp3 miliar berhasil ditransfer ke crypto wallet pelaku dalam satu rangkaian transaksi yang tampak normal di blockchain.

BACA JUGA:  Bukan Panic Selling, Ini Biang Kerok Harga Bitcoin Jatuh Mendadak

Namun, tekanan komunitas bergerak cepat. Dalam hitungan jam, sebagian besar dana berhasil dikembalikan ke wallet asal setelah pelaku teridentifikasi. Insiden ini pun menjadi salah satu contoh paling nyata dari risiko baru di era AI agent.

Risiko Baru di Era AI dan Kripto

Kasus ini bukan sekadar soal kehilangan dana, tetapi juga membuka diskusi tentang keamanan AI dalam ekosistem kripto. Jika sebelumnya fokus utama ada pada celah smart-contract, kini perhatian mulai bergeser ke cara AI mengeksekusi perintah.

Fenomena ini dikenal sebagai agentic exploit, di mana kelemahan bukan terletak pada kode, melainkan pada logika interpretasi AI. Dalam konteks ini, AI bisa “dimanipulasi” tanpa harus diretas secara teknis.

10 Openclaw Trading Bot Viral yang Bisa Kamu Coba!

Kembalinya bot trading kripto ini memang menjadi sinyal positif bagi pengguna. Namun, di sisi lain, insiden ini menjadi pengingat bahwa integrasi AI dengan aset digital membawa risiko baru yang belum sepenuhnya terpetakan.

BACA JUGA:  SEC Siap Buka Jalan Saham Masuk DeFi, Wall Street Bisa Tergeser?

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait