Sentimen Kripto Memburuk, Fear and Greed Index Merosot Dalam

Pasar aset digital tengah diliputi kepanikan setelah Fear and Greed Index anjlok ke level 20 poin, mendekati zona Extreme Fear.

Kondisi ini terjadi di tengah tekanan makroekonomi global dan peringatan dari beberapa lembaga keuangan besar seperti The Fed, Goldman Sachs dan Morgan Stanley yang memicu gelombang kekhawatiran di kalangan investor kripto.

Pada saat artikel ini disusun, data dari CoinMarketCap menunjukkan nilai Fear and Greed Index turun tajam dari 27 menjadi 20.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Penurunan ini disertai dengan likuidasi besar-besaran di pasar derivatif senilai US$1,33 miliar, di mana sebagian besar berasal dari posisi long. Fenomena tersebut mencerminkan meningkatnya rasa takut di kalangan pelaku pasar yang mulai menarik diri dari aset berisiko.

Kondisi pasar ini dipicu oleh komentar terbaru dari Austan Goolsbee, Presiden Federal Reserve Chicago, yang menyatakan bahwa inflasi masih menjadi kekhawatiran utama dan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil.

BACA JUGA:  Harga XRP Masuk Fase Stabil, Peluang Rebound Terbuka dari Zona Ini

Pernyataan itu segera mengguncang pasar, menghapus optimisme sebelumnya tentang pelonggaran kebijakan moneter.

Selain itu, CEO Goldman Sachs David Solomon dan CEO Morgan Stanley Ted Pick, juga memperingatkan kemungkinan koreksi besar di pasar ekuitas.

Peringatan tersebut memperkuat sentimen negatif di seluruh pasar keuangan global, termasuk kripto, yang sering kali bereaksi sensitif terhadap sinyal ketatnya kebijakan moneter dan penurunan selera risiko investor.

Ketakutan Meluas di Pasar Aset Digital

Gelombang likuidasi di pasar derivatif memperlihatkan betapa cepatnya investor bereaksi terhadap perubahan sentimen.

Menurut data perdagangan, sebagian besar posisi long dipaksa keluar setelah Bitcoin gagal menembus level resistance jangka menengah, memicu efek domino pada harga altcoin utama.

Namun, analis dari CF Benchmarks menilai bahwa situasi ini belum dapat disebut sebagai “crash total.” Kondisi pasar saat ini lebih tepat disebut sebagai pembersihan leverage struktural, fase alami dalam siklus pasar kripto yang kerap terjadi setelah periode ekspansi agresif.

BACA JUGA:  SBF Minta Grasi ke Trump, Ini Tanggapan Gedung Putih

Langkah ini, menurut CF Benchmarks, justru berpotensi membuka ruang bagi rebound teknikal dalam beberapa pekan ke depan jika tekanan makro mereda.

Lebih lanjut, data on-chain menunjukkan adanya transfer besar Bitcoin ke bursa Kraken, sebuah indikasi bahwa sebagian investor besar mungkin tengah melakukan reposisi aset atau mempersiapkan likuidasi tambahan.

Meski demikian, harga Bitcoin masih mampu bertahan di atas level US$100 ribu, menandakan bahwa sebagian pelaku pasar besar memilih menahan posisi jangka panjang di tengah gejolak.

Potensi Rebound Masih Terbuka

Sementara sebagian besar pelaku pasar bersikap hati-hati, beberapa analis melihat bahwa fase Fear and Greed Index yang mendekati Extreme Fear sering kali menjadi indikator awal akumulasi baru.

Secara historis, kondisi semacam ini kerap mendahului pemulihan harga signifikan di sektor kripto, ketika tekanan jual mulai berkurang dan modal baru perlahan kembali masuk.

BACA JUGA:  Purbaya: UU P2SK Akan Jadikan Pasar Kripto Indonesia Lebih Tertata

Meski demikian, para pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap volatilitas lanjutan. Ketidakpastian kebijakan suku bunga dari The Fed dan sinyal pelemahan ekonomi global masih menjadi faktor utama yang dapat memperpanjang fase ketakutan di pasar aset digital.

Untuk saat ini, Fear and Greed Index tetap menjadi barometer penting dalam mengukur psikologi pasar.

Dengan indeks yang terus berada di zona rendah dan tekanan makro yang tinggi, investor kripto dihadapkan pada fase uji kesabaran, menentukan apakah ketakutan kali ini hanyalah koreksi sementara, atau awal dari pergeseran tren yang lebih dalam. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia