Pasar derivatif Bitcoin kembali bergejolak. Di tengah euforia harga yang sempat menguat, data terbaru dari pasar opsi menunjukkan perubahan sentimen yang tajam — dari optimistis menjadi waspada. Aktivitas para pemain besar kini mengindikasikan bahwa pasar sedang bersiap menghadapi potensi koreksi dalam waktu dekat.
Lonjakan Opsi Put BTC, Ketegangan di Balik Euforia
Berdasarkan data yang diunggah oleh Adam pada Kamis (16/10/2025), dalam 24 jam terakhir pasar opsi Bitcoin menunjukkan lonjakan aktivitas. Volume transaksi opsi put — kontrak yang menguntungkan jika harga turun — melejit lebih dari 28 persen.
“Data pasar opsi Bitcoin institusional menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, proporsi transaksi opsi put Bitcoin institusional meningkat secara signifikan, melampaui US$1,15 miliar,” jelas Adam.
Angka ini biasanya menandai perubahan sikap pelaku pasar yang mengambil posisi defensif setelah periode optimisme. Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa sebagian trader dan investor bersiap menghadapi potensi tekanan di tengah kondisi pasar crypto yang mulai tidak stabil.

Sebagian besar transaksi berfokus pada opsi put dengan nilai out-of-the-money tipis, yang berarti para trader bertaruh harga Bitcoin akan turun sedikit saja dari posisi saat ini untuk tetap mencetak keuntungan.
Aktivitas paling padat tercatat di kisaran US$104.000 hingga US$108.000, baik untuk kontrak jangka pendek maupun akhir bulan. Rentang harga tersebut dianggap sebagai “zona panas” oleh investor institusional, menandakan adanya kewaspadaan kolektif terhadap koreksi dalam waktu dekat.
Skew Negatif, Pasar Mulai Ketakutan
Indikator kemiringan volatilitas (volatility skew) juga menunjukkan pergeseran mencolok dengan nilai yang semakin negatif. Artinya, permintaan terhadap opsi put kini jauh melampaui opsi call, menandakan meningkatnya rasa takut di kalangan pelaku pasar.
Situasi ini bahkan mulai menyerupai kondisi beberapa waku yang lalu, ketika Bitcoin terguncang oleh tekanan jual besar. Perubahan cepat dalam volatilitas membuat para trader profesional dan institusi waspada terhadap kemungkinan pergerakan ekstrem di pasar crypto.
“Ini berarti pasar opsi, khususnya para pelaku besar seperti market-maker, menunjukkan tingkat kepanikan yang tinggi terhadap potensi penurunan harga di pasar belakangan ini, bahkan mendekati sentimen setelah kejatuhan pasar besar-besaran pada 11 Oktober 2025,” tegasnyaa.
Jika diibaratkan, pelaku pasar kripto kini seperti kapten kapal yang mengenakan jaket pelampung meski langit masih tampak cerah. Mereka sadar bahwa gelombang besar bisa datang kapan saja, sehingga lebih memilih bersiap sejak dini daripada terlambat bereaksi.
Data Binance Ungkap Pasar Bitcoin Belum Sembuh dari Tekanan Jual
Institusi tampak aktif membeli “asuransi” dalam bentuk opsi put. Langkah ini menjadi strategi perlindungan dari potensi badai yang mungkin segera datang — sebuah tanda bahwa rasa takut kini mulai mendominasi di balik euforia pasar yang masih terlihat di permukaan.
Awan Gelap Mengintai Bitcoin
Bagi investor ritel, sinyal ini patut diperhatikan dengan cermat. Ketika pemain besar mulai menyiapkan perlindungan, biasanya hal itu bukan tanpa alasan. Namun, meniru strategi defensif mereka tidak berarti harus panik.
Sebaliknya, ini saatnya belajar mengelola risiko dengan bijak. Membeli opsi put dalam porsi kecil bisa menjadi langkah cerdas — layaknya mengenakan sabuk pengaman saat mengemudi di jalan licin.
Singkatnya, pasar opsi Bitcoin kini berbicara dalam bahasa ketakutan. Ketika uang besar rela membayar mahal untuk perlindungan, itu menjadi pertanda bahwa volatilitas besar mungkin sudah di ambang pintu. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



