Sentimen pasar crypto mulai menunjukkan kecenderungan netral-bullish setelah Bitcoin dan sejumlah altcoin besar mampu bertahan dari tekanan kenaikan suku bunga terbaru bank sentral AS, The Fed.
Alih-alih memicu gelombang jual lanjutan yang tajam, keputusan tersebut sejauh ini diikuti pemulihan moderat di pasar aset digital. Pada saat bersamaan, sejumlah perkembangan regulasi di AS memberi katalis tambahan setelah pasar sempat terpukul oleh kegagalan CLARITY Act untuk maju di Senat.
Pada Rabu (16/9/2026), The Fed menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin, dari kisaran 3,50–3,75 persen menjadi 3,75–4,00 persen.
Keputusan tersebut diambil secara bulat dengan suara 12-0. The Fed menilai aktivitas ekonomi AS masih berkembang dengan solid, sementara inflasi tetap tinggi sehingga pengetatan diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2 persen.
Bitcoin Bertahan, Pasar Crypto Justru Menghijau
Kenaikan suku bunga biasanya menjadi hambatan bagi aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto karena meningkatkan daya tarik instrumen berbunga sekaligus mengetatkan likuiditas.
Namun, reaksi pasar kali ini relatif lebih tenang.
Berdasarkan data CoinGecko, pada saat artikel ini disusun, kapitalisasi pasar crypto global berada di kisaran US$2,72 triliun, naik sekitar 1,2 persen dalam 24 jam.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar US$76.239, naik sekitar 0,3 persen dalam sehari. Ethereum (ETH) berada di US$2.439 dengan kenaikan sekitar 1,6 persen.
Pergerakan positif juga terlihat pada sejumlah altcoin kapitalisasi besar. BNB berada di sekitar US$733, XRP US$1,29, Solana (SOL) US$100,88, Dogecoin (DOGE) US$0,081, sedangkan Cardano (ADA) berada di kisaran US$0,20.
BNB, SOL dan ADA masing-masing mencatat kenaikan sekitar 1,9 persen, 2,5 persen dan 2,7 persen dalam 24 jam.
Ketahanan tersebut sejalan dengan analisis terbaru Santiment, yang menilai kenaikan 25 basis poin sebenarnya sudah sangat diperkirakan sebelum keputusan diumumkan.

Menurut platform analitik tersebut, probabilitas kenaikan seperempat poin telah berada di atas 90 persen menjelang pengumuman. Dengan kata lain, sebagian tekanan hawkish kemungkinan telah lebih dahulu masuk ke harga.
“Kenaikan pada September tidak otomatis menjadi bencana, tetapi juga bukan sinyal bullish yang tersembunyi,” ungkap Santiment.
Artinya, faktor yang lebih penting bagi pasar sekarang bukan lagi kenaikan 25 basis poin tersebut, tetapi apakah langkah ini menjadi awal dari siklus pengetatan yang lebih panjang.
Santiment mencatat 16 dari 18 pembuat kebijakan yang menyerahkan proyeksi suku bunga memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan sepanjang 2026. Jika inflasi tetap tinggi dan ekspektasi suku bunga kembali bergerak naik, kondisi likuiditas masih dapat menjadi risiko bagi Bitcoin dan altcoin.
Drama CLARITY Act Belum Usai, Tapi Katalis Baru Bermunculan
Sentimen pasar crypto pekan ini sebelumnya mendapat pukulan dari Washington.
Berdasarkan catatan voting resmi Senat AS, motion untuk melanjutkan pembahasan H.R. 3633 atau Digital Asset Market Clarity Act gagal mendapatkan cloture pada 15 September.
Hasil voting mencapai 49 suara mendukung berbanding 50 menolak, sehingga RUU tersebut tidak memperoleh 60 suara yang diperlukan untuk melanjutkan proses pada tahap itu.
Namun, perkembangan regulasi setelahnya memberi pasar beberapa katalis yang lebih konstruktif.
Pada Kamis (17/9/2026), Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS mengeluarkan Innovation Exemption untuk perdagangan saham NMS yang ditokenisasi.
Pengecualian sementara dan bersyarat itu memungkinkan Tokenized Securities Venues menggunakan automated market maker (AMM) dan liquidity pool berbasis blockchain untuk memperdagangkan saham NMS yang ditokenisasi tanpa diperlakukan sepenuhnya sebagai exchange berdasarkan Exchange Act.
SEC tetap menetapkan sejumlah pagar pengaman, termasuk batas jumlah simbol dan volume perdagangan, kewajiban agar token memberikan hak yang sama dengan saham dasarnya, serta smart contract yang dapat diaudit dan ditempatkan pada blockchain publik. Pengecualian tersebut akan berlaku selama lima tahun.
Di sisi legislatif, Digital Asset Tax Certainty Act juga lolos dari House Ways and Means Committee dengan suara 38-5.
RUU itu ditujukan untuk memperjelas perlakuan pajak terhadap aset digital, termasuk mining dan staking, sekaligus menyesuaikan sejumlah aturan pajak crypto dengan aset keuangan tradisional.
Sementara itu, House Financial Services Committee juga membawa maju American Reserve Modernization Act, rancangan aturan yang akan menempatkan Strategic Bitcoin Reserve dan Digital Asset Stockpile di bawah Departemen Keuangan AS.
Kedua perkembangan tersebut masih berada di level komite dan belum menjadi undang-undang, sehingga tidak tepat disebut telah resmi berlaku.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) turut menambah perkembangan regulasi terbaru. Pada Kamis (17/9/2026), regulator tersebut mengeluarkan no-action position bagi penyedia passive software, yang dalam kondisi tertentu memungkinkan penyedia perangkat lunak memfasilitasi akses pengguna ke entitas pasar derivatif terdaftar tanpa harus mendaftar sebagai introducing broker.
Sentimen Pasar Crypto Belum Bullish Penuh
Kombinasi perkembangan tersebut menjelaskan mengapa reaksi pasar tidak sepenuhnya sejalan dengan narasi bearish yang biasanya menyertai kenaikan suku bunga.
Bitcoin masih bertahan di atas US$76.000, kapitalisasi pasar crypto kembali naik, dan mayoritas aset besar mencatat penguatan harian meskipun pasar baru saja menghadapi dua pukulan besar berupa kegagalan prosedural CLARITY Act dan kenaikan suku bunga The Fed.
Namun, situasinya juga belum memberikan dasar untuk menyebut pasar telah sepenuhnya bullish.
The Fed kembali memasuki mode pengetatan, peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka, dan suku bunga yang lebih tinggi tetap menjadi ancaman bagi likuiditas global.
Untuk sementara, kondisi pasar lebih tepat dibaca sebagai netral dengan bias bullish: tekanan besar telah dilewati tanpa kerusakan harga yang lebih dalam, sementara perkembangan regulasi baru di AS mulai memberikan katalis positif.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah Bitcoin mampu mempertahankan ketahanannya jika ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya kembali meningkat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


