September Jadi Awal Altseason 2026? Indikator Ini Jadi Buktinya

September 2026 mulai membawa pola menarik di pasar kripto. Dominasi Bitcoin melemah, porsi altcoin menguat, sementara likuiditas dan aktivitas on-chain mulai membuka peluang bahwa altseason tengah memasuki fase awal.

Dominasi Bitcoin Turun, Altcoin Mulai Curi Panggung

Grafik yang dibagikan analis Ash Crypto pada Minggu (06/09/2026) memperlihatkan kontras yang cukup jelas sebagai indikator awar musim altcoin. OTHERS.D menanjak mendekati 7,9 persen, sementara BTC.D bergerak turun menuju area 59,6 persen.

Pergerakan tersebut penting karena OTHERS.D merepresentasikan dominasi kapitalisasi pasar kripto di luar sepuluh aset terbesar. Kenaikannya dapat dibaca sebagai tanda bahwa modal mulai menyebar menuju aset berkapitalisasi lebih kecil.

Grafik BTC.D vs OTHERS.D - Ash Crypto
Grafik BTC.D vs OTHERS.D – Ash Crypto

Pada saat bersamaan, penurunan dominasi Bitcoin memperkuat indikasi bahwa minat pasar mulai bergeser. Kombinasi dua pergerakan ini sering menjadi sinyal awal ketika altcoin mulai mendapatkan porsi perhatian lebih besar.

Meski begitu, satu grafik belum cukup untuk menyebut altseason 2026 telah tiba. Dominasi dapat berubah cepat ketika harga BTC bergerak secara agresif, sehingga pola tersebut masih membutuhkan konfirmasi dalam beberapa hari berikutnya.

BACA JUGA:  Harga XRP Berbalik Buas, Target Tinggi Kembali Masuk Radar

Likuiditas AS Bisa Jadi Katalis Baru untuk Altseason

Di luar grafik kripto, angin dari Amerika Serikat juga mulai berubah. Departemen Keuangan AS akan menggandakan ukuran buyback obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi mulai 9 September.

Program itu bertujuan mendukung likuiditas pasar obligasi tenor panjang, bukan langsung memompa kripto. Namun, jika tekanan yield mereda, aset berisiko berpotensi kembali terlihat lebih menarik bagi sebagian investor.

Bitcoin Bisa Meledak ke US$500 Ribu? Skenarionya Bikin Penasaran!

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pada saat yang sama, M2 Amerika Serikat mencapai US$23,218 triliun pada Juli, naik dari sekitar US$23,115 triliun pada Juni. Bertambahnya uang beredar memperkuat narasi bahwa kondisi likuiditas mulai membaik.

Meski begitu, M2 tinggi bukan tiket otomatis menuju altseason. Yield obligasi global masih tinggi dan risiko inflasi tetap membayangi, sehingga tambahan likuiditas baru berarti jika benar-benar mengalir menuju aset berisiko.

Robinhood Chain Jadi Petunjuk Rotasi Risiko

Tanda rotasi juga mulai terlihat dari tempat yang lebih spekulatif. Robinhood Chain mencatat rekor volume DEX sekitar US$875 juta pada 30 Agustus, bersamaan dengan 5,52 juta transaksi harian.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Sentuh US$80 Ribu, tapi Jebakan Besar Menanti

Gelombangnya kemudian melebar. Data Dune menunjukkan volume pasangan meme coin dan token saham di Robinhood Chain mencapai sekitar US$240 juta sehari, sementara tokenized stocks sendiri sempat menembus US$127 juta.

Meme Coin x Saham Makin Panas, Robinhood Chain Cetak Rekor Baru

Pons ikut memberi gambaran tentang besarnya selera risiko. Sekitar 22.600 token lahir melalui platform tersebut dalam sehari, dengan volume perdagangan terkait mencapai US$187 juta pada periode yang sama.

Data itu memang belum membuktikan altseason secara luas, tetapi memperlihatkan modal mulai berani mengejar narasi di luar Bitcoin. Ketika spekulasi menyebar ke meme coin, RWA, dan token baru, rotasi mulai terasa.

Altseason Belum Resmi, tetapi Pintunya Mulai Terbuka

Indikator paling sederhana justru memberi pesan yang lebih dingin. Saat artikel disusun, CoinMarketCap menampilkan Altcoin Season Index di level 38 dari 100, menunjukkan momentum altcoin mulai membaik.

Sebagai pembanding, data CMC per 1 September mencatat Altcoin Season Index di level 28, sedangkan tracker lain sempat berada di sekitar 23. Arah penguatannya terlihat, meski angka antar platform memang tidak selalu identik.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Dekati Zona Panas, Bull Trap Siap Telan Pembeli yang Telat?

Namun, level 41 masih jauh dari ambang 75 yang digunakan CoinMarketCap untuk menyebut pasar benar-benar berada dalam altcoin season. Artinya, momentum membaik, tetapi konfirmasi musim altcoin menyeluruh belum tersedia.

Altcoin Season Index - CoinMarketCap
Altcoin Season Index – CoinMarketCap

Menariknya, kenaikan indeks terjadi bersamaan dengan melemahnya dominasi Bitcoin dan meningkatnya aktivitas spekulatif on-chain. Ketiganya membentuk narasi rotasi, meski belum cukup untuk menjadi vonis final.

Jika tren tersebut bertahan sepanjang September, peluang altseason 2026 tentu semakin terbuka. Namun, untuk saat ini pasar kripto lebih tepat disebut sedang memasuki fase rotasi awal, bukan altseason penuh yang sudah terkonfirmasi.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait