Peluncuran token aPriori (APR) yang semestinya menjadi momentum penting justru berubah menjadi kekacauan. Proyek yang didukung oleh YZi Labs—modal ventura milik pendiri Binance, Changpeng Zhao—kini tengah diterpa krisis kepercayaan usai muncul dugaan serangan Sybil
Airdrop aPriori Ricuh, Kepercayaan Komunitas Luntur
Proyek infrastruktur trading aPriori, yang didukung oleh YZi Labs, tengah menghadapi badai kritik setelah dugaan Sybil attack mengguncang peluncuran tokennya.
Menurut laporan DeFiLlama yang dipublikasikan pada Senin ini, sekitar 80 persen total token airdrop APR diklaim oleh lebih dari 5.800 dompet yang saling terhubung, menimbulkan dugaan kuat adanya manipulasi sistematis sebelum aturan kelayakan diumumkan.
Insiden ini terjadi tak lama setelah airdrop diluncurkan pada 23 Oktober. Token aPriori yang semula diharapkan menjadi insentif bagi komunitas justru terlihat anjlok lebih dari 60 persen dari harga peluncuran, dengan kapitalisasi pasar kini hanya sekitar US$50 juta.

Aktivitas mencurigakan tersebut menunjukkan tanda-tanda khas industrial-scale Sybil attack, di mana para pelaku biasanya menggunakan banyak dompet palsu untuk berulang kali mengklaim hadiah.
Menariknya, wallet tersebut sudah dibuat sebelum syarat airdrop dipublikasikan, menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana pelaku bisa mengetahui rincian teknis jauh sebelum pengumuman resmi.
Jejak Mencurigakan di Balik Ribuan Dompet
Analisis on-chain yang dilakukan sejumlah peneliti menunjukkan bahwa seluruh 5.800 dompet itu menerima BNB dari 13 alamat sumber dalam beberapa minggu sebelum program airdrop berlangsung.
Identitas pemilik 13 alamat sumber itu masih belum diketahui. Namun, aktivitas transfer yang terjadi dalam waktu berdekatan dan dengan jumlah yang mirip menambah dugaan adanya koordinasi di balik pergerakan dana tersebut.
Peneliti blockchain bernama Nagi turut merilis hasil investigasinya berjudul “Apriori: What Happened Behind the Scenes.” Dalam analisis yang diunggah pada akhir Oktober 2025, ia menemukan bahwa mayoritas dompet penerima APR dibuat antara 5–6 Oktober dan hanya memiliki satu aktivitas utama — yaitu transaksi token APR.
“Beberapa dompet melakukan transaksi kecil di platform naddotfun, tampaknya hanya untuk membuat riwayat transaksi terlihat lebih aktif,” tulis Nagi.
Ia juga mencatat bahwa hampir tidak ada aktivitas NFT dari para pemegang besar token — sebuah tanda bahaya bagi proyek yang seharusnya berkembang di ekosistem Monad yang dikenal sangat aktif.
Mengenal Lebih Dalam Istilah Sybil Attack dalam Airdrop Kripto
Dari 200 pemegang teratas APR, Nagi hanya menemukan tiga dompet yang dimiliki pengguna nyata—semuanya dengan riwayat transaksi aktif dan aktivitas NFT. Ia menuduh bahwa sebagian besar wallet lain kemungkinan besar dikendalikan oleh pihak internal aPriori sendiri.
Reputasi yang Dipertaruhkan
Sybil attack yang menimpa aPriori kini berkembang menjadi isu yang jauh lebih besar dari sekadar masalah teknis airdrop. Situasi ini telah mengguncang kepercayaan komunitas, sekaligus menimbulkan keraguan terhadap transparansi dan tata kelola proyek tersebut.
Dukungan YZi Labs semestinya menjadi nilai tambah dari sisi kredibilitas dan pengembangan ekosistem. Namun, insiden ini justru memunculkan pertanyaan baru: sejauh mana kontrol, pengawasan, dan tata kelola internal diterapkan dalam proyek yang mereka inkubasi? [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



