Setahun Purbaya Jadi Menkeu, Begini Sepak Terjang Yudo Sadewa di Dunia Kripto

Purbaya Yudhi Sadewa hanya sekitar setahun duduk di kursi Menteri Keuangan pada era pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, periode singkat itu ikut mengangkat satu nama lain ke panggung publik: putranya, Yudo Achilles Sadewa.

Berawal dari Kontroversi Sri Mulyani, Yudo Mulai Dikenal sebagai Trader

Babak Yudo sebagai figur publik meledak nyaris bersamaan dengan pelantikan Purbaya pada 8 September 2025. Bukan karena kripto, melainkan unggahan politik yang langsung memancing kontroversi.

“Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika Serikat yang sebelumnya menyamar menjadi menteri,” tulis Yudo melalui Instagram Story kala itu.

Terungkap! Anak Menkeu RI yang Baru Ternyata Trader Crypto

Kontroversi ini membuat namanya cepat dikenal, tetapi jejak Yudo di pasar kripto sebenarnya sudah jauh lebih lama. Mengutip laporan sebelumnya, ia mulai mengenal trading kripto sejak muda.

“Modal awal Rp500.000 sisa uang jajan, cuma lihat internet yang menyediakan layanan investasi. Digunakan pertama kali dalam trading binary,” kata Yudo ketika menceritakan titik awal perjalanannya.

Dari modal kecil itu, perjalanannya berubah drastis. Ketika ayahnya menjadi Menkeu, Yudo bukan lagi sekadar trader muda, tetapi figur kripto yang setiap unggahannya punya daya ledak lebih besar.

Putra PurbayaTernyata Seorang Degen Crypto

Sorotan terhadap Yudo kemudian bergeser dari kontroversi politik menuju portofolio dan gaya trading. Ia terang-terangan membahas Bitcoin, altcoin, futures, hingga strategi yang tergolong agresif bagi investor ritel.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Harga XRP Tinggalkan Fase Koreksi, Apakah Bull Siap Tampil?

Dalam sesi Discord Akademi Crypto pada November 2025, Yudo mengungkap bahwa Purbaya juga memiliki Bitcoin. Ia sendiri mengaku pernah membeli BTC saat harganya berada di kisaran US$17.300 dengan dana besar.

Namun, pasar tidak selalu bergerak sesuai prediksi. Crypto crash pada Oktober 2025 menjadi salah satu episode paling brutal setelah Yudo mengaku nilai portofolionya menyusut puluhan miliar rupiah hanya dalam hitungan jam.

“Menurut dukun degenping, tanggal 10 akan naik. Boom! US$20 miliar kena Margin Call (MC), portofolio aku juga minus Rp22 miliar dalam hitungan jam,” tulis Yudo saat itu.

Alih-alih mundur, citra Yudo justru identik dengan trader berisiko tinggi. Ia kemudian merambah meme coin, membagikan sinyal, dan menawarkan copy trade dengan estimasi keuntungan yang sangat agresif.

Real Trader! Anak Purbaya Ngaku Loss Rp22 Miliar Waktu Crypto Crash

Dari Edukasi Gratis sampai Promosi Bursa Kripto

Menjelang 2026, Yudo mulai memoles sisi lain personanya. Ia membagikan tips manajemen risiko, pilihan aset untuk DCA, analisis makro, sampai membuka materi Liquidity Waves secara gratis.

Langkah itu membuat posisinya makin unik. Satu kaki berada di edukasi, kaki lain tetap menapak di wilayah degen, futures, meme coin, serta promosi platform perdagangan kripto global.

BACA JUGA:  Bisakah Harga PEPE Jadi US$1? Ini Skenario Burn yang Dibutuhkan

Puncak kontroversi berikutnya muncul pada Agustus 2026, ketika Yudo mempromosikan sebuah crypto exchange melalui kanal Telegram. Masalahnya, platform itu belum tercantum sebagai PAKD berizin OJK.

“Join BingX + referral YUDOTRADE + trading di BingX dapet benefit banyak banget,” tulis Yudo dalam pesan Telegram yang kemudian disorot terkait status perizinan platform.

Episode tersebut memperlihatkan paradoks yang mengikuti Yudo. Ia bergerak seperti influencer kripto lain, tetapi embel-embel anak Menteri Keuangan membuat promosi, opini, bahkan candaan pribadinya sulit dianggap biasa.

Purbaya Dicopot, Yudo Langsung Kulik Menkeu Baru

Babak tersebut akhirnya berubah pada Senin (14/09/2026). Presiden Prabowo memberhentikan Purbaya dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya yang berlangsung sekitar setahun.

Blockchain dan Kripto di Mata Menkeu Baru, Ini Sikap Suahasil

Reuters melaporkan pergantian itu berlangsung ketika kredibilitas fiskal Indonesia menjadi sorotan, seiring defisit yang melebar serta Fitch dan Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif.

Berakhirnya jabatan Purbaya otomatis mengubah posisi Yudo. Selama setahun, aktivitas kripto, promosi exchange, hingga berbagai celotehannya ikut mendapat perhatian karena statusnya sebagai anak Menteri Keuangan.

Namun, pergantian itu tidak membuat Yudo meninggalkan pembahasan ekonomi. Beberapa saat setelah ayahnya dicopot, ia mulai mengulik rekam jejak dan kemungkinan arah kebijakan Suahasil.

BACA JUGA:  Menangis! Trader Kripto Ini Gagal Cuan Rp23 Miliar karena Gak Sabar

“Kita sekarang harus mulai cari tahu arah fiskal Menkeu baru. Nanti gua baca-baca lagi track record-nya Menkeu baru,” tulis Yudo di kanal Telegram-nya, Senin (14/09/2026).

Ia kemudian membandingkan pemikiran ekonomi keduanya. Menurut Yudo, Purbaya lebih dekat dengan monetarisme, sedangkan Suahasil ia nilai cenderung mengadopsi pendekatan Keynesian-interventif dalam melihat kebijakan ekonomi.

Setelah serius membahas arah fiskal, nada Yudo kembali santai. Kali ini, ia menyinggung sisi sang ayah sebagai trader sebelum akhirnya masuk ke pemerintahan dan menjabat sebagai Menteri Keuangan.

“Pensiun aja dari politik, enak jadi trader gajinya miliaran per bulan. Jadi menteri gaji kecil, kerjanya nonstop,” tulis Yudo dalam kanal Telegramnya.

Komentar Anak Purbaya di Kanal Telegram Miliknya

Celotehan itu terasa seperti penutup satu babak penting. Status Yudo sebagai anak Menteri Keuangan memang berakhir, tetapi perjalanannya di dunia kripto tampaknya belum selesai.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait